![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 begitu terasa di tengah masyarakat RW 12, Desa Cimanganten, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
Berbagai kegiatan digelar masyarakat sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Salah satu kegiatan yang mendapat sambutan antusias warga adalah Program Silaturahmi Dulur Sakaruhun (Siduru) yang dikemas melalui kegiatan jalan santai dan berbagai hiburan masyarakat.
Kegiatan tersebut menjadi semakin meriah karena panitia menyiapkan beragam hadiah menarik bagi peserta. Tidak tanggung-tanggung, hadiah yang disediakan antara lain lima ekor domba, beras sebanyak satu kwintal, serta ratusan hadiah lainnya.
Antusiasme masyarakat terlihat dari jumlah peserta yang mendaftarkan diri. Sedikitnya 400 peserta tercatat mengikuti kegiatan jalan santai yang diselenggarakan di wilayah RW 12 Desa Cimanganten tersebut.
Sejak pagi, warga mulai berdatangan ke lokasi kegiatan. Peserta berasal dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, kaum ibu, bapak-bapak hingga masyarakat lanjut usia. Mereka mengikuti kegiatan dengan penuh semangat dan suasana kekeluargaan.
Bagi masyarakat, jalan santai tersebut bukan hanya sekadar kegiatan olahraga. Lebih dari itu, kegiatan menjadi sarana untuk berkumpul, bersilaturahmi dan mempererat hubungan antarmasyarakat.
Ketua RW 12, Jujun, mengatakan bahwa kegiatan tersebut sengaja dikemas dengan konsep silaturahmi agar momentum peringatan HUT RI tidak hanya diisi dengan kegiatan hiburan, tetapi juga menjadi sarana memperkuat hubungan sosial warga.
Menurutnya, istilah Silaturahmi Dulur Sakaruhun atau Siduru memiliki makna penting dalam kehidupan masyarakat. Warga diajak untuk kembali memperkuat rasa persaudaraan, saling mengenal, saling membantu dan menjaga kekompakan lingkungan.
“Siduru ini intinya silaturahmi dulur sakaruhun. Kita ingin masyarakat berkumpul, bersatu dan bersama-sama memeriahkan HUT RI ke-81. Jalan santai ini menjadi salah satu media untuk mempererat kebersamaan warga,” ujar Jujun saat di wawancarai awak media usai berikan sambutan, Sabtu (22/08/2026).
Ia menyampaikan rasa syukur karena masyarakat memberikan respons yang sangat positif. Jumlah peserta yang mencapai sekitar 400 orang menjadi bukti bahwa kegiatan yang digagas masyarakat tersebut mendapatkan tempat di hati warga.
Jujun juga mengapresiasi berbagai pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan, khususnya kepada Kepada Desa Cimanganten,Babinsa, Bhabinkamtibmas BPD, LPM atas kehadiran dedikasi. Sedangkan untuk pengusaha yang telah ikut membantu pembiayaan kegiatan.Ia menjelaskan, total anggaran yang dibutuhkan untuk melaksanakan seluruh rangkaian kegiatan tersebut mencapai sekitar Rp15.000.000.
“Anggaran kegiatan kurang lebih Rp15 juta. Dukungan anggaran berasal dari para pengusaha. Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga kegiatan ini bisa terlaksana,” ungkapnya.
Menurut Jujun, dukungan para pengusaha tersebut menunjukkan adanya kepedulian terhadap kegiatan masyarakat. Kolaborasi antara masyarakat dan para pelaku usaha dinilai menjadi salah satu modal penting dalam menyukseskan berbagai kegiatan sosial di lingkungan.
Hadiah Domba dan Beras Jadi Daya Tarik
Salah satu hal yang membuat jalan santai Siduru semakin menarik adalah hadiah yang disediakan panitia.
Lima ekor domba menjadi salah satu hadiah utama yang paling banyak menarik perhatian masyarakat. Selain itu, tersedia pula beras sebanyak satu kwintal serta ratusan hadiah lainnya.
Hadiah tersebut tidak hanya menjadi daya tarik bagi peserta, tetapi juga menjadi bentuk apresiasi panitia terhadap masyarakat yang telah berpartisipasi.
Meskipun berharap mendapatkan hadiah, peserta tetap terlihat menikmati kegiatan. Mereka berjalan bersama sambil bercengkerama dengan keluarga, tetangga dan kerabat.
Suasana semakin semarak ketika peserta kembali ke lokasi utama setelah menyelesaikan rute jalan santai. Warga kemudian mengikuti rangkaian acara berikutnya yang telah disiapkan panitia.
Pembagian hadiah menjadi salah satu momen yang ditunggu-tunggu. Kemeriahan semakin terasa ketika nama-nama peserta mulai dipanggil untuk mendapatkan hadiah.
Bagi warga yang mendapatkan hadiah utama, tentu momentum tersebut menjadi pengalaman yang tidak terlupakan. Namun bagi peserta lainnya, keikutsertaan dalam kegiatan tetap menjadi kebahagiaan tersendiri karena dapat berkumpul dan bersilaturahmi bersama masyarakat.
Seni Budaya Debus Turut Meriahkan Acara
Tidak hanya jalan santai, panitia juga menghadirkan seni budaya Debus sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.
Pertunjukan tersebut menjadi hiburan tersendiri bagi masyarakat. Warga yang hadir terlihat menikmati penampilan seni budaya yang menjadi bagian dari kekayaan tradisi masyarakat.
Kehadiran seni budaya dalam kegiatan peringatan HUT RI juga dinilai penting karena momentum kemerdekaan dapat dijadikan sarana untuk mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda.
Di tengah perkembangan zaman dan semakin kuatnya pengaruh budaya modern, keberadaan seni tradisional membutuhkan perhatian dari seluruh pihak agar tidak kehilangan generasi penerus.
Karena itu, kegiatan masyarakat yang turut memberikan ruang bagi pertunjukan seni budaya diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan.
Ditutup Tausiah KH. Nazib Komarudin
Rangkaian kegiatan masyarakat tersebut juga diisi dengan pengajian dan tausiah sebagai bagian dari penutupan acara.
Tausiah disampaikan oleh KH. Nazib Komarudin, M.Pd.I, Ketua STIT Qurotaayun Samarang sekaligus Sekretaris Bidang Fatwa MUI Kabupaten Garut.
Kehadiran tausiah keagamaan menjadi pelengkap rangkaian kegiatan. Setelah masyarakat mengikuti kegiatan olahraga dan hiburan, warga kemudian mendapatkan siraman rohani sebagai pengingat pentingnya menjaga persaudaraan dan kehidupan bermasyarakat.
Pesan-pesan keagamaan tersebut juga menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis. Semangat kemerdekaan diharapkan tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui sikap saling menghargai, gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.
Kepala Desa Cimanganten Apresiasi Kekompakan Warga
Sementara itu, Kepala Desa Cimanganten, Falah Ramdani, menyampaikan apresiasi terhadap masyarakat RW 12 yang telah mampu menyelenggarakan kegiatan dengan penuh kebersamaan.
Menurut Falah, kegiatan seperti Siduru merupakan contoh bagaimana masyarakat dapat bergerak secara mandiri dengan mengedepankan semangat gotong royong.
“Yang paling penting dari kegiatan seperti ini adalah kebersamaan. Masyarakat bisa berkumpul, bersilaturahmi dan bersama-sama memeriahkan HUT RI. Ini merupakan hal positif yang harus kita jaga,” kata Falah.
Ia menilai semangat gotong royong merupakan salah satu kekuatan masyarakat yang harus dipertahankan. Terlebih, dalam pembangunan desa, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat.
Menurutnya, berbagai kegiatan yang dilaksanakan masyarakat dapat menjadi ruang komunikasi antara warga, pemerintah desa dan berbagai elemen lainnya.
Melalui kegiatan tersebut, hubungan emosional antara masyarakat dengan pemerintah desa juga dapat semakin dekat.
Falah berharap semangat kebersamaan yang terlihat dalam kegiatan Siduru dapat terus dipertahankan dan tidak hanya muncul ketika perayaan HUT RI.
“Silaturahmi dan gotong royong jangan hanya dilakukan ketika ada kegiatan besar. Ini harus menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Bukan Sekadar Jalan Santai
Program Siduru di RW 12 Desa Cimanganten pada akhirnya bukan sekadar kegiatan jalan santai untuk mendapatkan hadiah..Di balik kemeriahan acara, terdapat pesan sosial yang cukup kuat, yakni bagaimana masyarakat membangun kembali semangat kebersamaan di tengah kehidupan yang semakin dinamis.
Ratusan warga dapat berkumpul dalam satu kegiatan tanpa membedakan usia maupun latar belakang. Anak-anak dapat bermain bersama, kaum muda ikut berpartisipasi, sementara orang tua menikmati suasana kebersamaan bersama tetangga dan kerabat.
Kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa perayaan HUT RI dapat dikemas secara sederhana tetapi tetap memiliki nilai sosial yang besar.
Olahraga, hiburan, seni budaya, pengajian dan pembagian hadiah dipadukan menjadi satu rangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Dukungan para pengusaha terhadap kegiatan juga menjadi bentuk kolaborasi yang patut diapresiasi. Dengan anggaran sekitar Rp15 juta, masyarakat bersama panitia mampu menghadirkan kegiatan yang meriah dan melibatkan ratusan warga.
Jalan santai Siduru RW 12 pun menjadi gambaran nyata bahwa semangat kemerdekaan dapat dirasakan melalui kebersamaan di lingkungan masyarakat.
Kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang sejarah, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat mengisi kemerdekaan dengan kegiatan positif, memperkuat persaudaraan, menjaga budaya dan membangun kepedulian sosial.
Semangat itulah yang diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat Desa Cimanganten, khususnya RW 12.
Dengan semangat “Dulur Sakaruhun”, warga diharapkan semakin kompak, guyub dan saling mendukung dalam berbagai kegiatan sosial maupun pembangunan desa.
Kemeriahan HUT RI ke-81 akhirnya menjadi momentum penting bagi warga RW 12 untuk kembali meneguhkan bahwa persatuan, gotong royong dan silaturahmi merupakan kekuatan utama masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih baik. (DIX)














Leave a Reply