Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

San-San dan Fauziah Kustina Akui Puas dengan Pelayanan Bale Khitan Paseban Garut, Dokter dan Pegawai Dinilai Ramah serta Humanis: Senyum dan Sapaan Jadi Kesan Mendalam

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Pelayanan kesehatan yang berkualitas tidak hanya diukur dari fasilitas dan tindakan medis yang diberikan, tetapi juga dari keramahan, kepedulian, serta pendekatan humanis terhadap pasien dan keluarganya. Sikap tersebut menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas pelayanan kesehatan.

Pengalaman positif itu dirasakan langsung oleh pasangan suami istri San-San (27) dan Fauziah Kustina (26), warga Kampung Pamoyanan, RT 06 RW 01, Kelurahan Sukagalih, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Keduanya mengaku sangat puas dan memberikan apresiasi terhadap pelayanan Bale Khitan Paseban Garut setelah putra tercintanya, Febian Muhammad Shakeel, menjalani proses khitan di tempat tersebut.

Bagi San-San dan Fauziah, pengalaman tersebut meninggalkan kesan tersendiri. Mereka menilai pelayanan yang diberikan bukan sekadar menjalankan kewajiban sebagai penyedia layanan kesehatan, melainkan memperlihatkan adanya perhatian, keramahan, dan kepedulian terhadap pasien maupun keluarga yang mendampingi.

Menurut keduanya, sejak mendapatkan pelayanan, suasana yang dirasakan begitu bersahabat. Para dokter maupun pegawai dinilai mampu memberikan pelayanan dengan sikap ramah, senyum, dan sapaan yang membuat keluarga merasa nyaman.

“Kami benar-benar merasa puas dengan pelayanan Bale Khitan Paseban Garut. Semua dokter dan pegawainya ramah. Mereka selalu memberikan senyum dan sapaan yang begitu humanis. Sebagai orang tua, tentu kami merasa senang ketika anak mendapatkan pelayanan yang baik dan penuh perhatian,” ujar San-San dan Fauziah saat di wawancarai awak media, Minggu (01/11/2026).

Keramahan Tenaga Medis Menjadi Nilai Lebih

Pasangan muda tersebut mengungkapkan bahwa membawa anak untuk menjalani khitan merupakan momen penting bagi setiap keluarga. Selain mempersiapkan kondisi anak, orang tua tentu berharap proses pelayanan dapat berlangsung dengan suasana yang nyaman, tenang, dan didukung tenaga medis yang mampu memberikan pendekatan secara baik.

Dalam situasi seperti itu, keramahan tenaga medis dan pegawai menjadi sesuatu yang sangat berarti.

Bagi mereka, senyum dan sapaan sederhana ternyata mampu memberikan rasa tenang sekaligus menghilangkan sebagian kekhawatiran orang tua ketika mendampingi anak menjalani tindakan medis.

Mereka juga menilai bahwa komunikasi yang baik antara petugas dengan pasien maupun keluarga merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pelayanan kesehatan.

Sebab, masyarakat yang datang ke fasilitas kesehatan bukan hanya membutuhkan tindakan medis, tetapi juga membutuhkan rasa aman, kenyamanan, dan perlakuan yang menghargai sisi kemanusiaan.

“Hal yang paling membuat kami terkesan adalah keramahan semuanya. Baik dokter maupun pegawainya sama-sama memberikan pelayanan dengan baik. Tidak ada kesan kaku. Mereka menyambut dengan senyum dan sapaan sehingga kami merasa seperti berada di lingkungan keluarga sendiri,” tuturnya.

Menurut San-San dan Fauziah, pengalaman tersebut menjadi alasan tersendiri bagi mereka untuk menyampaikan apresiasi secara terbuka kepada seluruh jajaran Bale Khitan Paseban Garut.

Sampaikan Terima Kasih kepada Direktur Bale Khitan Paseban Garut

Tidak lupa, pasangan suami istri tersebut secara khusus menyampaikan ucapan terima kasih kepada dr.H,Trisna Rahhadyasa selaku Direktur Bale Khitan Paseban Garut.

Mereka berharap kepemimpinan dan pengelolaan pelayanan yang mengedepankan keramahan serta pendekatan humanis dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

Menurut keduanya, keberhasilan sebuah fasilitas pelayanan kesehatan dalam memperoleh kepercayaan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang berada di dalamnya.

Dokter, perawat, serta seluruh pegawai memiliki peran penting dalam menciptakan pengalaman pelayanan yang baik. Setiap pasien yang datang tentu mengharapkan perhatian dan perlakuan yang layak tanpa membedakan latar belakang maupun kondisi keluarganya.

“Terima kasih kepada Bapak dr.H,Trisna Rahhadyasa selaku Direktur Bale Khitan Paseban Garut. Kami sebagai orang tua Febian Muhammad Shakeel merasa sangat puas. Semoga kebaikan dan keramahan seluruh dokter serta pegawai terus dipertahankan. Semoga Bale Khitan Paseban Garut semakin maju dan semakin banyak masyarakat yang merasakan pelayanan yang baik,” ungkapnya.

Pelayanan Humanis, Fondasi Kepercayaan Masyarakat

Apresiasi yang disampaikan San-San dan Fauziah menjadi gambaran bahwa pendekatan humanis mempunyai tempat tersendiri dalam dunia pelayanan kesehatan.

Di tengah meningkatnya harapan masyarakat terhadap kualitas pelayanan medis, sikap ramah, komunikasi yang santun, dan perhatian kepada pasien merupakan unsur yang tidak boleh dipandang sebelah mata.

Pelayanan kesehatan pada hakikatnya bukan hanya tentang bagaimana seseorang mendapatkan penanganan medis, tetapi juga bagaimana dirinya dan keluarganya diperlakukan selama berada di lingkungan fasilitas kesehatan.

Senyum yang diberikan petugas, sapaan yang disampaikan dengan tulus, serta komunikasi yang baik dapat menciptakan suasana lebih nyaman. Terlebih ketika pasien yang dilayani merupakan anak-anak yang membutuhkan perhatian dan pendekatan khusus.

Hal-hal sederhana tersebut dapat menjadi bagian penting dalam membangun hubungan kepercayaan antara masyarakat dan penyedia layanan kesehatan.

Bale Khitan Paseban Garut, melalui pengalaman yang disampaikan keluarga San-San dan Fauziah, mendapatkan apresiasi atas keramahan dokter dan pegawainya. Tentu, kepuasan setiap pasien merupakan pengalaman masing-masing, namun testimoni positif dari masyarakat dapat menjadi masukan sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan mutu pelayanan.

Bukan Sekadar Pelayanan, Tetapi Juga Pengalaman dan Kepedulian

Bagi keluarga San-San dan Fauziah, proses khitan putranya, Febian Muhammad Shakeel, bukan sekadar agenda pelayanan medis biasa. Pengalaman tersebut juga menjadi kenangan tersendiri karena mereka merasa mendapatkan sambutan dan perlakuan yang sangat baik.

Mereka berharap Bale Khitan Paseban Garut dapat terus menjaga kepercayaan masyarakat dengan mempertahankan profesionalitas, keramahan, serta kepedulian terhadap setiap pasien.

Apresiasi tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa masyarakat sangat menghargai fasilitas pelayanan kesehatan yang tidak hanya mengutamakan aspek medis, tetapi juga menempatkan nilai-nilai kemanusiaan sebagai bagian dari budaya pelayanan.

Dikatakan Fauziah,kepercayaan masyarakat tidak selalu dibangun melalui hal-hal besar. Terkadang, kepercayaan itu tumbuh dari sebuah senyuman, sapaan yang tulus, komunikasi yang santun, dan kesediaan memberikan perhatian kepada setiap pasien.

“Sekali lagi, terima kasih Bapak dr.H,Trisna Rahhadyasa dan seluruh keluarga besar Bale Khitan Paseban Garut. Pelayanannya sangat berkesan bagi kami. Semoga semakin sukses, semakin maju, dan terus menjadi pilihan masyarakat,” Pungkas Fauziah. (DIX)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *