![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat terus tumbuh di wilayah Desa Cimanganten, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Salah satu gagasan yang kini mendapat perhatian adalah pengembangan Pasar Rakyat Modern yang diarahkan menjadi wadah bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) sekaligus ruang interaksi ekonomi masyarakat.
Gagasan tersebut digagas oleh Jujun, Ketua RW 12, dengan mendorong keterlibatan berbagai unsur masyarakat, mulai dari ketua RT, ketua RW, Karang Taruna, pelaku UMKM hingga warga di lingkungan sekitar.
Menurut Jujun, pembangunan ekonomi masyarakat tidak selalu harus dimulai dari program besar. Justru, kekuatan ekonomi dapat dibangun dari lingkungan paling bawah dengan memanfaatkan potensi yang dimiliki masyarakat.
Ia melihat banyak warga yang memiliki kemampuan dan usaha produktif, tetapi belum seluruhnya mempunyai ruang pemasaran yang memadai. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan munculnya gagasan untuk menghadirkan pasar rakyat dengan konsep yang lebih tertata.
“Pasar Rakyat Modern ini kami gagas sebagai wadah masyarakat. Kami ingin UMKM yang ada di lingkungan bisa mempunyai tempat untuk memperkenalkan dan menjual produknya. Tentunya konsepnya harus tertata, bersih, nyaman dan bisa menjadi daya tarik bagi masyarakat,” ujar Jujun saat di wawancarai awak media di lokasi Pasar Rakyat,Sabtu (15/08/2026).
Bukan Sekadar Tempat Berjualan
Jujun menegaskan, konsep Pasar Rakyat Modern tidak dimaksudkan hanya sebagai tempat berkumpulnya pedagang dan pembeli. Lebih dari itu, pasar tersebut diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang mampu memberikan manfaat secara luas.
Menurutnya, keberadaan pasar harus mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang melibatkan banyak pihak.
Pelaku UMKM dapat memperoleh ruang untuk memasarkan produknya. Masyarakat mendapatkan kemudahan dalam memperoleh kebutuhan sehari-hari maupun produk lokal. Sementara generasi muda melalui Karang Taruna dapat mengambil peran dalam pengelolaan, promosi, kreativitas dan pengembangan kegiatan.
“Kita ingin ada nilai tambah. Jangan sampai pasar hanya menjadi tempat transaksi. Kita ingin ada pembinaan UMKM, promosi produk lokal, keterlibatan pemuda dan kegiatan masyarakat lainnya,” jelasnya.
Dengan konsep tersebut, Pasar Rakyat Modern diharapkan dapat menjadi salah satu titik pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Desa Cimanganten.
RW dan RT Didorong Bersinergi
Jujun menyebutkan bahwa peran ketua RW dan RT sangat penting dalam membangun komunikasi dengan masyarakat. Sebagai bagian yang bersentuhan langsung dengan warga, RW dan RT dinilai memiliki posisi strategis dalam menyerap aspirasi sekaligus menggerakkan partisipasi masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menghilangkan sekat antarlingkungan sehingga kegiatan ekonomi dapat berkembang secara bersama-sama.
“Ketua RT dan RW harus bisa menjadi penghubung dengan masyarakat. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Semua harus duduk bersama, membangun komunikasi dan mencari solusi yang terbaik,” katanya.
Menurut Jujun, apabila komunikasi antara RT dan RW berjalan baik, berbagai potensi yang ada di masyarakat akan lebih mudah dipetakan.
Mulai dari jumlah pelaku UMKM, jenis produk yang dihasilkan, kebutuhan pemasaran, hingga berbagai kendala yang selama ini dihadapi para pelaku usaha.
Data dan pemetaan tersebut nantinya dapat menjadi dasar dalam mengembangkan Pasar Rakyat Modern agar benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Karang Taruna Jadi Motor Kreativitas Anak Muda
Selain RT dan RW, keberadaan Karang Taruna juga menjadi bagian penting dalam gagasan tersebut.
Jujun menilai generasi muda memiliki kreativitas yang sangat besar untuk membantu mengembangkan UMKM. Terlebih di era digital saat ini, pemasaran produk tidak hanya dilakukan secara konvensional.
Karang Taruna dapat mengambil peran dalam membantu promosi produk UMKM melalui media sosial, pembuatan konten, dokumentasi kegiatan, desain kemasan hingga pemasaran digital.
“Anak-anak muda jangan hanya menjadi penonton. Kita ingin mereka ikut terlibat. Banyak hal yang bisa dilakukan Karang Taruna untuk membantu UMKM, terutama dalam bidang digitalisasi dan promosi,” ungkap Jujun.
Menurutnya, keterlibatan pemuda juga dapat menciptakan suasana pasar yang lebih kreatif dan dinamis.
Pasar rakyat dapat dikembangkan bukan hanya sebagai pusat perdagangan, tetapi juga menjadi tempat kegiatan kreatif masyarakat, ruang promosi produk lokal dan pusat aktivitas sosial warga.
Produk Lokal Harus Mendapat Ruang
Jujun mengatakan, salah satu tujuan utama dari gagasan Pasar Rakyat Modern adalah memberikan kesempatan kepada produk lokal untuk berkembang.
Banyak produk rumahan yang sebenarnya memiliki potensi untuk dipasarkan lebih luas. Namun, sebagian pelaku usaha masih menghadapi kendala dalam pemasaran dan keterbatasan akses terhadap konsumen.
Karena itu, keberadaan pasar diharapkan dapat menjadi pintu masuk bagi produk-produk tersebut.
“Kadang produknya bagus, rasanya bagus, tetapi pemasarannya masih terbatas. Kita ingin memberikan ruang agar produk masyarakat bisa dikenal lebih luas,” ujarnya.
Ia berharap masyarakat dapat menjadi konsumen pertama bagi produk-produk yang dihasilkan oleh warga sendiri.
Dengan demikian, perputaran uang diharapkan dapat lebih banyak terjadi di lingkungan masyarakat.
“Kalau kita bisa membeli produk tetangga, membantu usaha warga, berarti secara tidak langsung kita ikut menggerakkan ekonomi lingkungan,” tambahnya.
Mengedepankan Kebersihan dan Kenyamanan
Konsep modern yang diusung dalam Pasar Rakyat Modern juga berkaitan dengan penataan dan kenyamanan.
Jujun menilai pasar rakyat harus mampu menghilangkan kesan kumuh dan tidak tertata. Kebersihan, kerapihan, keamanan serta kenyamanan pengunjung harus menjadi perhatian bersama.
Menurutnya, pasar yang bersih dan tertata akan memberikan kepercayaan kepada konsumen.
“Modern bukan berarti harus mahal atau mewah. Modern itu bisa berarti bersih, tertib, nyaman, pelayanannya baik dan pengelolaannya profesional,” jelasnya.
Karena itu, para pedagang dan pelaku UMKM nantinya diharapkan dapat menjaga kebersihan lingkungan serta memperhatikan kualitas produk yang ditawarkan.
Hal tersebut dinilai penting agar masyarakat merasa nyaman berbelanja dan pada akhirnya pasar dapat berkembang secara berkelanjutan.
Penguatan UMKM Melalui Gotong Royong
Jujun menegaskan bahwa semangat utama dari gagasan tersebut adalah gotong royong.Ia menyadari bahwa pengembangan UMKM membutuhkan proses dan tidak dapat dilakukan dalam waktu singkat. Dibutuhkan komitmen dari berbagai pihak agar pasar dapat berkembang dan memberikan manfaat nyata.
“Kita mulai dari apa yang kita punya. Jangan menunggu semuanya sempurna. Yang penting ada kemauan untuk bergerak, ada komunikasi dan ada gotong royong,” tuturnya.
Menurutnya, masyarakat tidak boleh hanya menjadi penerima manfaat. Masyarakat juga harus dilibatkan dalam proses perencanaan dan pengelolaan.
Dengan demikian, keberadaan Pasar Rakyat Modern benar-benar menjadi milik bersama.
Membuka Peluang Ekonomi Baru
Jika dikembangkan secara konsisten, Jujun optimistis Pasar Rakyat Modern dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Desa Cimanganten.
Tidak hanya bagi pedagang, tetapi juga bagi berbagai sektor pendukung, seperti jasa, kuliner, kerajinan, transportasi, pemasaran, hingga kegiatan kreatif anak muda.
“Kalau pasar berkembang, otomatis aktivitas ekonomi juga akan berkembang. Ini yang kita harapkan. Jangan sampai potensi ekonomi masyarakat hanya berhenti di tingkat rumah tangga,” katanya.
Ia juga berharap konsep tersebut dapat menjadi contoh bahwa penguatan ekonomi masyarakat dapat dimulai dari lingkungan RT dan RW.
Menurutnya, banyak potensi ekonomi di tingkat masyarakat yang selama ini belum tergarap secara optimal.
Membangun Pasar yang Berkelanjutan
Jujun berharap seluruh pihak dapat memberikan dukungan terhadap gagasan Pasar Rakyat Modern tersebut.
Ia membuka ruang bagi berbagai unsur masyarakat untuk memberikan masukan, kritik dan ide agar konsep yang dibangun benar-benar dapat menjawab kebutuhan warga.
“Kami sangat terbuka terhadap masukan. Karena ini untuk masyarakat, tentu masyarakat juga harus ikut memberikan gagasan. Jangan sampai hanya satu atau dua orang yang menentukan,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberlanjutan menjadi salah satu hal yang harus dipikirkan sejak awal.
Pasar tidak boleh hanya ramai pada saat pembukaan atau kegiatan tertentu, kemudian kembali sepi. Diperlukan program rutin, promosi, inovasi dan pengelolaan yang baik agar aktivitas ekonomi dapat terus berjalan.
Menyatukan Potensi Masyarakat
Lebih jauh, Jujun melihat kolaborasi antara RW, RT dan Karang Taruna sebagai modal sosial yang sangat penting.
Menurutnya, jika semua unsur dapat menyatukan potensi, maka berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dapat dicarikan solusi secara bersama.
“RW punya peran, RT punya peran, Karang Taruna punya peran, pelaku UMKM punya peran dan masyarakat juga punya peran. Kalau semua bersatu, saya yakin hasilnya akan lebih baik,” katanya.
Ia berharap gagasan tersebut tidak hanya menjadi kegiatan ekonomi, tetapi juga mampu memperkuat hubungan sosial masyarakat.
Pasar dapat menjadi tempat warga bertemu, berinteraksi, membangun komunikasi dan memperkuat rasa kebersamaan.
Dengan demikian, manfaat Pasar Rakyat Modern tidak hanya diukur dari besarnya transaksi ekonomi, tetapi juga dari semakin kuatnya hubungan antarwarga.
Harapan untuk Desa Cimanganten
Jujun berharap Desa Cimanganten ke depan memiliki ekosistem UMKM yang semakin kuat dan mampu menjadi bagian penting dalam pembangunan ekonomi desa.
Ia ingin para pelaku usaha tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi saling mendukung dan menciptakan jaringan usaha yang produktif.
“Harapan kami sederhana, UMKM masyarakat maju, pemuda ikut bergerak, masyarakat mendapatkan manfaat dan ekonomi di lingkungan semakin kuat,” pungkasnya.
Gagasan Pasar Rakyat Modern tersebut menjadi salah satu bentuk inisiatif masyarakat dalam mendorong penguatan ekonomi berbasis lokal.
Dengan dukungan RT, RW, Karang Taruna, pelaku UMKM dan masyarakat, konsep tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi wadah ekonomi yang produktif, tertib, nyaman dan berkelanjutan di wilayah Desa Cimanganten, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. (GAL)












Leave a Reply