![]()
Bandung,TRIBUNPRIBUMI.com – Semangat penguatan integritas dan solidaritas mewarnai peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Persatuan Jaksa Indonesia yang digelar oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Barat pada Rabu (06/05/2026). Upacara berlangsung khidmat di lapangan lantai tiga kantor Kejati Jabar, Jalan LLRE Martadinata No. 54, Kota Bandung.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Sutikno, dan diikuti oleh seluruh jajaran pegawai di lingkungan Kejati Jabar. Momentum ini tidak hanya menjadi perayaan seremonial, tetapi juga refleksi mendalam atas peran strategis jaksa dalam menjaga supremasi hukum di Indonesia.
Mengusung tema “PERSAJA sebagai Hiposentrum Penguatan Kejaksaan Republik Indonesia dalam Mengawal Kedaulatan dan Stabilitas Nasional”, peringatan tahun ini menekankan pentingnya posisi PERSAJA sebagai pilar utama dalam memperkuat institusi kejaksaan di tengah dinamika hukum yang semakin kompleks.
Dalam amanat Sanitiar Burhanuddin yang dibacakan oleh inspektur upacara, ditegaskan bahwa PERSAJA merupakan satu-satunya organisasi profesi jaksa yang memiliki peran vital dalam membangun solidaritas internal, meningkatkan profesionalisme, serta menjaga kehormatan dan martabat korps Adhyaksa.
“PERSAJA harus mampu menjadi wadah aspirasi yang responsif dan konstruktif, serta menjembatani kebutuhan anggota dengan arah kebijakan institusi,” demikian salah satu poin penting dalam amanat tersebut.
Lebih lanjut, dalam menghadapi tantangan penegakan hukum yang semakin dinamis, seluruh insan Adhyaksa dituntut untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman. Profesionalisme, integritas, serta komitmen terhadap keadilan menjadi nilai utama yang harus dijaga dalam setiap pelaksanaan tugas.
Tahun 2026 juga menjadi tonggak penting dalam perjalanan sistem hukum nasional dengan mulai diimplementasikannya pembaruan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP). Reformasi ini diharapkan mampu menghadirkan pendekatan hukum yang lebih humanis, berkeadilan, serta selaras dengan nilai-nilai masyarakat modern.
Dalam konteks tersebut, peran jaksa tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai representasi negara dalam menjamin keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta penguatan etika profesi menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
Peringatan HUT ke-75 PERSAJA ini juga dimaknai sebagai momentum untuk mempererat jiwa korsa di antara sesama jaksa. Nilai kebersamaan, solidaritas, dan loyalitas terhadap institusi menjadi fondasi penting dalam menjaga kekuatan organisasi di tengah berbagai tantangan.
Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jabar, Nur Sricahyawijaya, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi pengingat bagi seluruh insan Adhyaksa untuk terus menjaga profesionalitas dan integritas.
Menurutnya, kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan sangat bergantung pada kinerja dan moralitas para jaksa dalam menjalankan tugasnya.
“Momentum ini bukan hanya perayaan, tetapi juga refleksi bagi seluruh jaksa untuk terus meningkatkan kualitas diri, menjaga integritas, dan memberikan pelayanan hukum yang adil serta transparan kepada masyarakat,” ujarnya.
Dengan semangat HUT ke-75 PERSAJA, seluruh jajaran Kejaksaan diharapkan mampu memperkuat komitmen dalam menegakkan hukum yang berkeadilan, serta terus berkontribusi dalam menjaga kedaulatan dan stabilitas nasional.
Peringatan ini pun menjadi simbol bahwa di usia yang semakin matang, PERSAJA tetap konsisten menjadi garda terdepan dalam membangun kejaksaan yang profesional, berintegritas, dan dipercaya masyarakat. (*)
