HK Damin Sada Soroti Pentingnya Wibawa Kepala Desa, Tekankan Etika dan Pengabdian untuk Rakyat

Loading

Bekasi,TRIBUNPRIBUMI.com – Tokoh masyarakat Bekasi sekaligus Penasihat Media JAWARA INFO, HK Damin Sada, mengingatkan para kepala desa agar menjaga kehormatan jabatan, etika kepemimpinan, serta mampu menjadi teladan di tengah masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan HK Damin Sada menyikapi fenomena viral di media sosial mengenai seorang kepala desa yang menjadi sorotan publik akibat memperlihatkan tato di sekujur tubuhnya. Menurutnya, persoalan itu bukan sekadar soal penampilan, melainkan menyangkut citra, kewibawaan, dan sikap seorang pemimpin di hadapan masyarakat.

Dalam keterangannya pada Kamis (07/05/2026), HK Damin Sada menegaskan bahwa jabatan kepala desa merupakan amanah besar yang tidak hanya berkaitan dengan urusan administrasi pemerintahan, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral dan sosial.

“Seorang pemimpin desa itu harus menjadi contoh bagi masyarakat. Kepala desa bukan hanya memimpin secara formal, tetapi juga harus mampu menjaga etika, perilaku, serta sikap dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.

Menurutnya, masyarakat selama ini memandang kepala desa sebagai figur panutan. Karena itu, setiap ucapan, tindakan, hingga cara membawa diri seorang pemimpin akan selalu menjadi perhatian publik.

HK Damin Sada kemudian membagikan pengalaman hidupnya saat dipercaya menjabat kepala desa selama dua periode, yakni dari tahun 1994 hingga 2007. Ia mengaku pernah menjalani kehidupan keras dengan penampilan rambut panjang dan tato di tubuhnya.

Namun ketika mendapat amanah memimpin masyarakat, ia memilih mengubah gaya hidupnya demi menjaga kehormatan jabatan yang diemban.

“Dulu saya hidup di dunia keras, rambut panjang, penuh tato. Tetapi ketika dipercaya masyarakat menjadi kepala desa, saya sadar harus berubah. Rambut saya potong, tato saya tutup rapat-rapat, dan perilaku saya pun saya perbaiki,” ungkapnya.

Ia menegaskan, perubahan tersebut lahir dari kesadaran pribadi bahwa seorang pemimpin harus mampu memberikan contoh yang baik kepada masyarakat.

Menurut HK Damin Sada, seorang pemimpin yang baik bukanlah sosok yang mempertahankan ego pribadi, melainkan mampu menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan dirinya sendiri.

“Kalau kita sudah dipercaya memimpin, maka kepentingan masyarakat harus diutamakan. Jabatan itu ada kehormatannya, ada marwahnya, dan harus dijaga,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa pendekatan religius dan perubahan pola hidup yang diterapkannya saat menjabat membawa dampak positif bagi lingkungan masyarakat. Wilayah yang sebelumnya dikenal keras perlahan berubah menjadi lebih tertata dan religius hingga mendapat julukan “Kampung Santri”.

Menurutnya, perubahan tersebut terjadi karena adanya keteladanan serta kemauan bersama untuk memperbaiki kehidupan sosial masyarakat.

Meski demikian, HK Damin Sada menegaskan dirinya tidak mempermasalahkan masa lalu seseorang, termasuk soal tato ataupun kehidupan kelam di masa muda. Namun ia menilai, ketika seseorang dipercaya menjadi pemimpin publik, maka harus ada perubahan sikap, kedewasaan, dan cara membawa diri.

“Saya tidak mempersoalkan seseorang punya tato atau masa lalu seperti apa. Semua orang punya perjalanan hidup masing-masing. Tetapi ketika menjadi pemimpin, harus ada perubahan sikap dan cara membawa diri,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar kepala desa tidak menjadikan kontroversi sebagai sarana mencari popularitas di media sosial. Menurutnya, pemimpin seharusnya lebih fokus bekerja nyata untuk masyarakat dibanding menampilkan hal-hal yang menimbulkan polemik.

“Silakan berkarya, silakan bekerja untuk masyarakat dengan baik, tetapi tetap harus menjaga adab dan etika sebagai pemimpin. Jangan sampai hal yang menimbulkan kontroversi justru dianggap sebagai kebanggaan,” ujarnya.

Lebih lanjut, HK Damin Sada menilai masyarakat saat ini membutuhkan pemimpin yang mampu memberikan rasa aman, nyaman, serta menjadi pengayom di tengah berbagai persoalan sosial yang semakin kompleks.

Karena itu, ia berharap para kepala desa mampu membangun kepemimpinan yang humanis, religius, dekat dengan masyarakat, namun tetap memiliki kewibawaan sebagai pemimpin.

Menurutnya, keteladanan merupakan modal utama dalam membangun kepercayaan masyarakat. Sebab, masyarakat tidak hanya menilai program kerja, tetapi juga karakter dan perilaku pemimpinnya.

“Keteladanan itu penting. Masyarakat akan lebih hormat kepada pemimpin yang perilakunya baik, ucapannya santun, dan benar-benar hadir untuk rakyat,” katanya.

Di akhir penyampaiannya, HK Damin Sada mengajak seluruh kepala desa untuk menjaga hati, kejujuran, serta semangat pengabdian dalam menjalankan amanah.

Ia berharap jabatan kepala desa tidak hanya dijadikan simbol kekuasaan, tetapi benar-benar menjadi sarana pengabdian demi kemajuan masyarakat dan pembangunan daerah.

“Jadilah pemimpin yang membawa manfaat, menjaga kehormatan jabatan, dan mampu menjadi contoh yang baik bagi masyarakat. Karena pemimpin yang baik akan selalu dikenang oleh rakyatnya,” pungkas HK Damin Sada. (Mardani Lubis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *