![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Pemerintah Kecamatan Cibalong menunjukkan respons cepat dan sigap dalam menangani musibah robohnya rumah warga di Kampung Maroko, Desa Maroko, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Di bawah komando Camat Cibalong, Galih Mawariz, S.E., S.IP., M.Si., langkah-langkah penanganan darurat langsung dilakukan demi memastikan keselamatan serta meringankan beban korban.
Peristiwa robohnya rumah panggung milik seorang warga bernama Ibu Sari tersebut terjadi pada Rabu (15/04/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Rumah berukuran kurang lebih 4×6 meter itu ambruk diduga akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dan rapuh dimakan usia, sehingga tidak mampu lagi menopang beban struktur.
Mendapat laporan dari warga, Camat Cibalong Galih Mawariz tidak menunggu lama. Ia bersama jajaran langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan sekaligus memastikan kondisi korban. Kehadiran pemerintah kecamatan di tengah situasi darurat tersebut menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat.
“Kami bergerak cepat begitu menerima informasi. Hal pertama yang kami pastikan adalah keselamatan warga. Alhamdulillah, dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa,” ungkap Galih Mawariz saat di wawancarai awak media, Jum’at (17/04/2026).
Dalam penanganan awal, pihak kecamatan langsung berkoordinasi dengan pemerintah Desa Maroko, aparat kepolisian, serta unsur terkait lainnya. Sinergi ini dilakukan untuk mempercepat proses bantuan sekaligus menentukan langkah lanjutan bagi korban yang terdampak.
Selain melakukan pengecekan, Camat Cibalong juga memastikan bahwa korban mendapatkan tempat tinggal sementara yang aman. Untuk sementara waktu, Ibu Sari bersama keluarganya diarahkan untuk tinggal di rumah kerabat terdekat guna menghindari risiko lanjutan.
Tidak hanya itu, sebagai bentuk kepedulian sosial, pemerintah kecamatan bersama unsur terkait turut menyalurkan bantuan berupa sembako dan kebutuhan dasar lainnya. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari korban di tengah kondisi sulit pasca musibah.
“Kami berupaya hadir bukan hanya dalam penanganan teknis, tetapi juga secara kemanusiaan. Bantuan ini mungkin tidak seberapa, namun kami berharap bisa meringankan beban korban,” tambahnya.
Berdasarkan hasil pendataan sementara, kerugian materil akibat robohnya rumah tersebut ditaksir mencapai sekitar Rp20 juta. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini tetap menjadi pukulan berat bagi keluarga korban yang kehilangan tempat tinggal.
Galih Mawariz menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan instansi terkait, termasuk kemungkinan pengajuan bantuan untuk perbaikan rumah melalui program pemerintah. Ia juga memastikan bahwa kondisi korban akan terus dipantau hingga benar-benar pulih.
“Kami akan terus berkoordinasi agar ada solusi jangka panjang, termasuk kemungkinan bantuan perbaikan rumah. Yang terpenting saat ini adalah memastikan korban tetap aman dan kebutuhan dasarnya terpenuhi,” jelasnya.
Lebih jauh, Camat Cibalong mengimbau masyarakat agar lebih waspada terhadap kondisi bangunan tempat tinggal, khususnya rumah yang sudah berusia tua. Menurutnya, banyak kejadian serupa yang sebenarnya bisa dicegah apabila dilakukan pengecekan dan perbaikan secara berkala.
“Kami mengingatkan warga untuk rutin memeriksa kondisi rumahnya. Jika ada bagian yang mulai lapuk atau rusak, sebaiknya segera diperbaiki. Jangan menunggu sampai terjadi hal yang tidak diinginkan,” tegasnya.
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh masyarakat akan pentingnya keselamatan hunian. Di sisi lain, respons cepat yang ditunjukkan oleh Pemerintah Kecamatan Cibalong juga menjadi contoh nyata hadirnya negara di tengah masyarakat saat menghadapi musibah.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat, diharapkan setiap kejadian darurat dapat ditangani dengan cepat, tepat, dan penuh kepedulian, sehingga dampak yang ditimbulkan dapat diminimalisir. (Wawan Sutiawan)
