![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Daya tarik wisata alam Kabupaten Garut kembali menuai pujian dari para pengunjung. Kali ini datang dari pasangan suami istri asal Bandung, Alif (48) dan Nisa (36), yang mengaku terpikat oleh keindahan serta ketenangan saat menikmati terapi air panas di kawasan TWA Gunung Papandayan.
Kunjungan mereka bukan sekadar wisata biasa, melainkan menjadi pengalaman relaksasi yang memberikan kesan mendalam. Di tengah udara dingin khas pegunungan, berendam di kolam air panas alami menghadirkan sensasi hangat yang meresap hingga ke relung tubuh, seolah menghapus penat dari rutinitas kehidupan perkotaan.
“Begitu kami masuk ke area ini, suasananya langsung terasa berbeda. Tenang, sejuk, dan alami. Saat berendam di air panasnya, rasanya seperti semua beban hilang. Ini bukan hanya wisata, tapi juga terapi,” ujar Alif saat di wawancarai awak media di lokasi air panas tersebut, Sabtu (25/04/2026).
Menurutnya, kombinasi antara panorama alam dan fasilitas terapi air panas menjadikan kawasan tersebut sebagai destinasi yang layak direkomendasikan. Kabut tipis yang turun perlahan, pepohonan hijau yang menjulang, serta suara alam yang masih asli, menciptakan harmoni yang sulit ditemukan di kota besar.
Sementara itu, Nisa menambahkan bahwa pengalaman tersebut menjadi salah satu momen terbaik yang ia rasakan bersama keluarga. Ia mengaku terkesan dengan keasrian lingkungan yang masih terjaga serta suasana yang jauh dari kebisingan.
“Di sini benar-benar terasa damai. Tidak ada suara kendaraan, tidak ada hiruk pikuk. Hanya suara alam. Berendam di air panas sambil melihat pemandangan pegunungan itu luar biasa. Ini pengalaman yang sangat berharga bagi kami,” katanya.
Kawasan TWA Gunung Papandayan sendiri merupakan salah satu destinasi unggulan yang dikelola sebagai taman wisata alam dengan berbagai keunikan. Selain terapi air panas, kawasan ini dikenal memiliki kawah aktif, hamparan hutan mati yang eksotis, hingga padang edelweiss yang kerap menjadi incaran para pendaki dan pecinta fotografi.
Sumber air panas alami yang terdapat di kawasan ini berasal dari aktivitas vulkanik Gunung Papandayan. Kandungan mineral di dalamnya dipercaya memiliki manfaat bagi kesehatan, terutama untuk relaksasi otot dan melancarkan peredaran darah. Tak heran jika fasilitas ini selalu menjadi favorit wisatawan yang ingin merasakan sensasi terapi alami.
Di sisi lain, meningkatnya kunjungan wisatawan ke kawasan ini juga menjadi indikator bahwa wisata berbasis alam masih memiliki daya saing tinggi. Namun demikian, hal tersebut juga menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Alif dan Nisa pun berharap agar keindahan yang mereka nikmati saat ini dapat terus terjaga untuk generasi mendatang. Mereka mengingatkan pentingnya kesadaran bersama, baik dari pengelola maupun pengunjung, untuk tidak merusak alam.
“Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi. Tempat ini terlalu indah untuk dirusak. Kami berharap semua pengunjung bisa lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian,” tegas Alif.
Senada dengan itu, Nisa juga mengajak wisatawan lain untuk menjadikan kunjungan ke alam sebagai sarana refleksi diri sekaligus bentuk rasa syukur terhadap kekayaan alam Indonesia.
“Datang ke tempat seperti ini membuat kita sadar betapa luar biasanya alam kita. Semoga keindahan ini tetap lestari dan bisa dinikmati oleh banyak orang,”.
Keindahan dan ketenangan yang ditawarkan oleh TWA Gunung Papandayan menjadi bukti nyata bahwa Garut memiliki potensi wisata alam yang sangat besar.
Di sisi lain,hak ini jika dikelola dengan baik dan didukung kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan, bukan tidak mungkin kawasan ini akan terus menjadi primadona wisata, baik di tingkat nasional maupun internasional. (*)
