![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Upaya membangun karakter peserta didik sejak usia dini terus dilakukan oleh SDN 1 Suci Kaler, Kabupaten Garut. Salah satu langkah nyata yang diterapkan adalah melalui program pembiasaan religius bertajuk Selasa Asmaul Husna (SELASIH), yang kini menjadi bagian penting dalam budaya sekolah.
Program SELASIH dilaksanakan secara rutin setiap hari Selasa sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai. Sejak pukul 07.00 WIB, seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan berkumpul di halaman sekolah untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang meliputi pembacaan Asmaul Husna, doa pagi, serta tausiyah singkat yang disampaikan secara bergiliran oleh para guru.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi rutinitas seremonial, melainkan dirancang sebagai strategi pembentukan karakter yang terstruktur dan berkelanjutan. Dengan pembiasaan yang konsisten, siswa diharapkan mampu menyerap nilai-nilai keimanan, ketenangan jiwa, serta membangun sikap positif dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala SDN 1 Suci Kaler, Yova Anugrah, S.Pd., M.Pd., MCE, menegaskan bahwa program SELASIH merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada akademik, tetapi juga pada pembentukan akhlak mulia.
“Program ini kami hadirkan sebagai upaya nyata membangun generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam nilai moral dan spiritual. Kami ingin anak-anak memiliki karakter yang baik, disiplin, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi,” ujar Yova, Selasa (14/04/2026).
Ia menambahkan, melalui kegiatan SELASIH, siswa dilatih untuk membiasakan diri datang lebih awal ke sekolah, berbaris dengan tertib, serta mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat. Hal ini secara tidak langsung menanamkan nilai kedisiplinan, tanggung jawab, serta kebersamaan di lingkungan sekolah.
Setelah pembacaan Asmaul Husna, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian pesan-pesan moral yang disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Materi yang disampaikan meliputi pentingnya kejujuran, sopan santun, tanggung jawab, serta sikap hormat kepada orang tua dan guru.
“Pesan moral disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami oleh anak-anak. Kami ingin nilai-nilai tersebut tidak hanya didengar, tetapi juga dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Dampak positif dari program SELASIH pun mulai dirasakan, baik oleh pihak sekolah maupun orang tua siswa. Suasana belajar menjadi lebih kondusif, siswa terlihat lebih tenang dan fokus saat mengikuti pelajaran, serta tercipta lingkungan sekolah yang harmonis dan penuh kebersamaan.
Tak hanya itu, perubahan perilaku siswa juga terlihat di lingkungan rumah. Orang tua mulai merasakan anak-anak mereka lebih rajin berdoa, lebih sopan dalam berbicara, serta menunjukkan kepedulian terhadap sesama.
Yova menekankan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari peran serta orang tua. Menurutnya, kolaborasi antara sekolah dan keluarga menjadi kunci utama dalam membentuk karakter anak secara utuh.
“Kami berharap orang tua dapat terus mendukung dan melanjutkan pembiasaan baik ini di rumah. Dengan sinergi yang kuat antara sekolah dan keluarga, insyaAllah kita dapat mencetak generasi yang berakhlak mulia dan siap menghadapi masa depan,”
Dengan konsistensi pelaksanaan dan dukungan dari seluruh pihak, program SELASIH di SDN 1 Suci Kaler diharapkan dapat menjadi contoh praktik baik dalam dunia pendidikan, khususnya dalam upaya menanamkan nilai-nilai religius dan karakter sejak dini. (*)
