Kepala UPT, Iwan Suwandi, S.Ip.: Pantai Sayang Heulang dan Santolo Jadi Primadona, Kunjungan Naik Tajam Meski Dihantam Hoaks

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Kepala UPTD Pariwisata Garut Selatan, Iwan Suwandi, S.Ip., menegaskan bahwa destinasi unggulan Pantai Sayang Heulang dan Pantai Santolo tetap menjadi primadona wisata pada momentum libur Lebaran 1447 Hijriah, tahun 2026. Hal ini ditandai dengan lonjakan jumlah kunjungan wisatawan yang mencapai hingga 75 persen dibandingkan tahun sebelumnya, meski sempat diterpa isu hoaks di media sosial.

Menurut Iwan, peningkatan kunjungan tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap pesona wisata bahari Garut Selatan yang dikenal dengan panorama alam eksotis dan garis pantai yang luas.

“Alhamdulillah, kunjungan wisatawan tahun ini meningkat sangat signifikan. Bahkan jika dibandingkan tahun lalu, kenaikannya mencapai sekitar 75 persen. Ini bukti bahwa kepercayaan masyarakat terhadap wisata Garut Selatan tetap kuat,” ujarnya saat di wawancarai awak media di pantai Sayang Heulang, Sabtu (28/03/2026).

Hoaks Tak Pengaruhi Arus Wisatawan

Di tengah lonjakan tersebut, pihak pengelola sempat dihadapkan pada beredarnya video viral di platform TikTok yang menuding adanya ketidakberesan dalam sistem pelayanan tiket di pintu masuk kawasan wisata.

Namun, Iwan dengan tegas membantah tudingan tersebut dan memastikan bahwa informasi yang beredar tidak benar alias hoaks. Ia menyebut pihaknya telah melakukan klarifikasi dan investigasi langsung di lapangan bersama unsur aparat dan tokoh masyarakat.

“Hasil penelusuran kami menunjukkan bahwa narasi dalam video tersebut tidak sesuai fakta. Bahkan ada indikasi kuat bahwa konten itu sengaja dibuat untuk menimbulkan keresahan,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa setelah dilakukan pembinaan dan klarifikasi terhadap pihak terkait, konten serupa tidak lagi beredar di kawasan wisata tersebut.

Sinergi Pengamanan dan Pelayanan Maksimal

Keberhasilan mengelola lonjakan wisatawan ini, lanjut Iwan, tidak terlepas dari sinergi yang solid antara UPTD Pariwisata, aparat kepolisian, TNI, serta masyarakat sadar wisata (Masdarwis).

Pengawasan di kawasan pantai diperketat, terutama untuk mengantisipasi potensi bahaya ombak laut selatan. Selain itu, pengaturan arus lalu lintas menuju kawasan wisata juga dioptimalkan guna mencegah kemacetan panjang.

Petugas di lapangan turut diinstruksikan untuk memberikan pelayanan prima, transparan, serta memastikan tidak adanya pungutan liar di luar ketentuan resmi yang berlaku.

Dampak Ekonomi Meningkat

Lonjakan jumlah pengunjung ini juga berdampak positif terhadap perekonomian masyarakat setempat. Para pelaku usaha kecil seperti pedagang kuliner, penyedia jasa penginapan, hingga penyewaan perlengkapan wisata mengalami peningkatan pendapatan yang signifikan.

Situasi ini menjadi angin segar bagi pemulihan ekonomi lokal yang sebelumnya terdampak berbagai faktor, termasuk fluktuasi kunjungan wisata.

Imbauan untuk Tetap Waspada dan Bijak

Menutup keterangannya, Iwan Suwandi mengimbau masyarakat agar tetap bijak dalam menyikapi informasi yang beredar di media sosial, serta tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum jelas kebenarannya.

“Kami pastikan kondisi di Garut Selatan aman dan kondusif. Jangan ragu untuk berkunjung. Mari kita bersama-sama mendukung pariwisata daerah agar terus berkembang,” pungkasnya. (Wawan Sutiawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *