Aksi Cepat Tanggap Damkar Garut Selamatkan Permukiman Warga, Gudang Produksi Surpet di Banyuresmi Hangus Terbakar

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Aksi sigap dan cepat tanggap kembali ditunjukkan oleh Tim Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Garut dalam menangani peristiwa kebakaran hebat yang melanda sebuah gudang produksi surpet di wilayah Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (20/03/2026) siang.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 11.50 WIB di Kampung Pamengparan, Desa Sukamukti. Gudang milik seorang warga bernama Sopandi (50) dilaporkan hangus dilalap si jago merah. Kobaran api bahkan sempat merembet ke bagian dapur rumah yang berada berdempetan dengan gudang, sehingga menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat sekitar.

Menurut keterangan warga, api pertama kali terlihat sudah membesar dari dalam gudang yang diketahui menyimpan berbagai bahan produksi yang mudah terbakar, seperti kain bekas dan majun. Kondisi tersebut membuat api dengan cepat menjalar dan sulit dikendalikan oleh warga yang sempat berupaya melakukan pemadaman secara manual.

Mendapat laporan dari masyarakat, Tim Damkar Garut langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Tanpa menunggu waktu lama, sejumlah personel bersama armada pemadam diterjunkan untuk melakukan penanganan.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, mengatakan bahwa pihaknya mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran guna menjinakkan api yang terus membesar.

“Begitu kami menerima laporan, tim langsung kami kerahkan ke lokasi. Penanganan dilakukan secara cepat dan terukur untuk mengendalikan api agar tidak meluas ke bangunan lain, terutama permukiman warga,” ujar Usep.

Ia menjelaskan, tantangan utama dalam proses pemadaman adalah banyaknya material mudah terbakar di dalam gudang, sehingga api cepat membesar dan menghasilkan panas tinggi. Namun berkat pengalaman serta koordinasi yang baik antar petugas, api akhirnya berhasil dikendalikan setelah melalui upaya pemadaman intensif.

Tidak hanya fokus pada pemadaman, petugas Damkar juga melakukan langkah-langkah penyelamatan dengan memastikan area sekitar aman dari potensi penyebaran api. Proses pendinginan pun dilakukan secara menyeluruh guna mengantisipasi munculnya kembali titik api.

“Walaupun gudang tidak dapat diselamatkan dan mengalami kerusakan total, namun kami bersyukur api tidak sampai meluas ke rumah warga lainnya. Ini menjadi prioritas utama kami dalam setiap penanganan kebakaran,” tambahnya.

Dalam kejadian tersebut, tidak dilaporkan adanya korban jiwa. Namun kerugian materiil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah, mengingat seluruh isi gudang beserta bangunan habis terbakar.

Selain Damkar, aparat kepolisian dan tenaga kesehatan juga turut hadir di lokasi untuk membantu proses penanganan dan memastikan kondisi tetap kondusif. Aparat kepolisian melakukan pengamanan area, sementara tenaga medis disiagakan untuk mengantisipasi kemungkinan adanya korban.

Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang. Dugaan sementara, api berasal dari dalam area gudang produksi yang kemudian dengan cepat merembet ke bagian lain bangunan.

Usep Basuki Eko juga mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama di lingkungan usaha yang menyimpan bahan mudah terbakar.

“Kami mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu memperhatikan faktor keselamatan, seperti instalasi listrik yang layak dan penataan bahan produksi yang aman. Pencegahan adalah langkah terbaik untuk meminimalisir risiko kebakaran,” tegasnya. 

Ia menegaskan bahwa Damkar Garut akan terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, dengan kesiapsiagaan selama 24 jam penuh dalam menghadapi berbagai situasi darurat.

Di sisi lain,peristiwa ini menjadi pengingat penting bahwa risiko kebakaran dapat terjadi kapan saja, terutama di area dengan tingkat kerentanan tinggi. Sinergi antara masyarakat dan petugas menjadi kunci utama dalam meminimalisir dampak serta menjaga keselamatan bersama. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *