Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

Direktur Perumda Air Minum Tirta Intan Garut Dr. H. Dadan Hidayatulloh, M.I.Pol: Kami Bekerja Ikhlas dengan Moto “Sigap Bekerja, Santun Melayani”

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat terus menjadi bagian penting dalam perjalanan Perumda Air Minum Tirta Intan Garut. Perusahaan daerah yang memiliki tugas strategis dalam penyediaan layanan air minum bagi masyarakat tersebut terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan, profesionalisme sumber daya manusia, serta respons cepat terhadap berbagai kebutuhan pelanggan.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Intan Garut, Dr. H. Dadan Hidayatulloh, M.I.Pol, menegaskan bahwa seluruh jajaran perusahaan harus memahami bahwa tugas yang dijalankan bukan semata-mata pekerjaan administratif maupun rutinitas perusahaan, melainkan bagian dari pelayanan publik yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

Dengan semangat tersebut, Dadan mengusung sebuah moto yang menurutnya harus menjadi pedoman dalam menjalankan tugas, yakni “Sigap Bekerja, Santun Melayani.”

“Kami bekerja ikhlas dengan moto ‘Sigap Bekerja, Santun Melayani’. Ini bukan hanya slogan, tetapi harus menjadi semangat dan budaya kerja seluruh jajaran Perumda Air Minum Tirta Intan Garut,” ujar Dadan saat di wawancarai awak media melalui sambungan Whatsapp miliknya,Minggu (23/08/2026).

Menurutnya, bekerja secara ikhlas bukan berarti mengabaikan profesionalisme. Justru, keikhlasan dalam bekerja harus berjalan beriringan dengan tanggung jawab, kedisiplinan, ketelitian dan kesungguhan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Pelayanan Masyarakat Menjadi Prioritas

Dadan menyampaikan bahwa keberadaan Perumda Air Minum Tirta Intan Garut memiliki posisi yang sangat strategis. Air merupakan salah satu kebutuhan pokok masyarakat sehingga pelayanan yang diberikan perusahaan harus senantiasa mendapat perhatian.

Karena itu, dirinya meminta seluruh pegawai agar memiliki kepekaan terhadap berbagai persoalan yang dihadapi pelanggan.

Ketika terjadi gangguan pelayanan, misalnya, petugas dituntut tidak hanya menyelesaikan persoalan teknis, tetapi juga mampu memberikan informasi secara baik kepada pelanggan.

“Kalau ada gangguan, tentu harus segera ditangani. Tetapi yang tidak kalah penting adalah komunikasi kepada pelanggan. Masyarakat harus mendapatkan informasi yang jelas mengenai apa yang terjadi dan bagaimana upaya penanganannya,” jelasnya.

Menurut Dadan, komunikasi yang baik dapat menghindarkan terjadinya kesalahpahaman antara perusahaan dengan pelanggan.

Ia menilai, terkadang persoalan pelayanan bukan semata-mata disebabkan oleh persoalan teknis, melainkan juga dapat muncul karena kurangnya komunikasi.

Oleh sebab itu, prinsip “Santun Melayani” menjadi bagian penting dalam membangun hubungan yang harmonis antara Perumda dengan masyarakat. 

Sigap dalam Menghadapi Persoalan

Sementara itu, kata “Sigap” memiliki makna bahwa setiap jajaran harus memiliki respons cepat terhadap persoalan yang terjadi di lapangan. Menurut Dadan, masyarakat membutuhkan pelayanan yang cepat dan jelas, terutama ketika menghadapi gangguan distribusi air atau persoalan lainnya.

“Sigap artinya kita tidak boleh lambat dalam merespons. Setiap laporan masyarakat harus menjadi perhatian dan ditindaklanjuti sesuai dengan persoalannya,” katanya.

Namun demikian, ia menyadari bahwa tidak semua persoalan dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Beberapa gangguan membutuhkan pemeriksaan teknis, perbaikan jaringan, pengadaan material, maupun koordinasi antarbagian.

Dalam kondisi seperti itu, menurutnya, yang paling penting adalah memastikan proses penanganan berjalan dan masyarakat mendapatkan informasi yang memadai.

“Tidak semua masalah bisa selesai dalam hitungan menit. Tetapi masyarakat harus tahu bahwa laporan mereka ditangani dan ada proses penyelesaian yang sedang dilakukan,” ujarnya.

Membangun Budaya Kerja yang Profesional

Dadan juga menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang profesional di lingkungan Perumda Air Minum Tirta Intan Garut, pelayanan yang baik tidak mungkin lahir tanpa dukungan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan integritas.

Setiap pegawai memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing. Mulai dari petugas teknis di lapangan, bagian pelayanan pelanggan, administrasi, hingga jajaran manajemen memiliki peran yang saling berkaitan.

“Semua memiliki peran. Jangan ada anggapan bahwa pekerjaan satu bagian lebih penting daripada bagian lainnya. Semuanya saling mendukung,” tuturnya.

Ia mengajak seluruh pegawai untuk menjaga kekompakan, meningkatkan disiplin dan membangun rasa memiliki terhadap perusahaan.

Dengan demikian, setiap pegawai diharapkan tidak hanya bekerja berdasarkan kewajiban, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kemajuan perusahaan dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Keluhan Pelanggan Harus Menjadi Bahan Evaluasi

Dalam konteks pelayanan publik, Dadan menyebut keluhan masyarakat sebagai sesuatu yang harus disikapi secara konstruktif. Menurutnya, kritik dan keluhan pelanggan tidak semestinya dianggap sebagai ancaman. Sebaliknya, keluhan dapat menjadi bahan evaluasi untuk mengetahui bagian mana yang masih perlu diperbaiki.

“Kalau masyarakat memberikan masukan, kita dengarkan. Jangan alergi terhadap kritik. Justru dari kritik dan keluhan itu kita bisa melakukan evaluasi,” katanya.

Ia menegaskan bahwa setiap masukan harus menjadi bahan pembelajaran bagi jajaran Perumda.

Dengan evaluasi secara berkelanjutan, perusahaan dapat mengetahui persoalan yang berulang dan mencari langkah perbaikan yang lebih efektif.

Menjaga Kepercayaan Masyarakat

Dadan juga menilai bahwa kepercayaan masyarakat merupakan modal penting bagi sebuah perusahaan pelayanan publik.

Kepercayaan tersebut tidak dapat dibangun hanya melalui pernyataan atau slogan, tetapi harus diwujudkan melalui kinerja nyata.

Karena itu, dirinya meminta seluruh jajaran Perumda untuk menjaga integritas dan memberikan pelayanan secara bertanggung jawab.

“Kepercayaan masyarakat harus kita jaga. Jangan sampai kepercayaan yang sudah diberikan masyarakat justru berkurang karena pelayanan yang tidak sesuai harapan,” tegasnya.

Menurutnya, membangun kepercayaan membutuhkan proses yang panjang, sedangkan kehilangan kepercayaan dapat terjadi apabila pelayanan tidak dilakukan dengan baik. Karena itu, seluruh jajaran harus memahami bahwa setiap tindakan pegawai di lapangan dapat memengaruhi citra perusahaan secara keseluruhan.

Perbaikan Harus Dilakukan Berkelanjutan

Dadan menegaskan bahwa peningkatan pelayanan bukan pekerjaan yang selesai dalam satu waktu. Menurutnya, perkembangan kebutuhan masyarakat dan tantangan pelayanan air minum terus berubah sehingga perusahaan harus mampu beradaptasi.

Evaluasi terhadap sistem pelayanan, jaringan distribusi, penanganan gangguan, sumber daya manusia, serta komunikasi dengan pelanggan harus dilakukan secara berkala.

“Yang namanya pelayanan tentu harus terus diperbaiki. Tidak boleh merasa sudah sempurna. Kita harus selalu melihat apa yang masih kurang dan apa yang harus dibenahi,” ungkapnya. Ia pun berharap semangat tersebut dapat diterapkan oleh seluruh pegawai dalam aktivitas sehari-hari.

Bekerja dengan Hati untuk Masyarakat

Dadan kembali menegaskan bahwa moto “Sigap Bekerja, Santun Melayani” merupakan bagian dari komitmen untuk menghadirkan pelayanan yang lebih humanis dan profesional.

Dadan ingin agar setiap masyarakat yang berhubungan dengan Perumda Air Minum Tirta Intan Garut mendapatkan pengalaman pelayanan yang baik.

Baginya, bekerja di perusahaan pelayanan publik berarti memiliki tanggung jawab moral untuk memberikan manfaat kepada masyarakat.

“Kalau kita bekerja dengan hati, insyaallah pekerjaan akan terasa lebih ringan. Kita bekerja bukan hanya untuk perusahaan, tetapi juga untuk memberikan manfaat kepada masyarakat,” katanya.

Di sisi lain,dia juga mengajak seluruh jajaran agar menjadikan kebersamaan sebagai kekuatan dalam menghadapi berbagai tantangan.

“Tidak ada pekerjaan besar yang bisa diselesaikan sendiri. Kita membutuhkan kekompakan, koordinasi dan komunikasi. Kalau semua bergerak bersama, pelayanan akan semakin baik,” tambahnya.

Komitmen Menuju Pelayanan yang Lebih Baik

Ke depan, semangat “Sigap Bekerja, Santun Melayani” diharapkan semakin melekat dalam setiap aktivitas Perumda Air Minum Tirta Intan Garut.

Bagi perusahaan pelayanan publik, keberhasilan bukan hanya persoalan capaian internal, tetapi juga bagaimana masyarakat merasakan manfaat dari keberadaan perusahaan.

Dadan berharap seluruh pegawai mampu menerjemahkan semangat tersebut dalam pekerjaan sehari-hari, mulai dari memberikan informasi kepada pelanggan, merespons laporan gangguan, melakukan pekerjaan teknis, hingga menjalankan fungsi administrasi dan manajemen.

“Yang paling penting adalah masyarakat merasakan bahwa kami hadir dan berusaha memberikan pelayanan terbaik. Kami akan terus bekerja, terus berbenah dan terus melakukan evaluasi,” tegasnya.

Dadan menambahkan bahwa pelayanan yang baik membutuhkan ketulusan, kecepatan, keramahan dan tanggung jawab.

Karena itu, moto “Sigap Bekerja, Santun Melayani” diharapkan bukan sekadar rangkaian kata, tetapi menjadi identitas dan budaya kerja yang terus dijaga seluruh keluarga besar Perumda Air Minum Tirta Intan Garut.

“Mari kita bekerja dengan ikhlas, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan melayani masyarakat dengan santun. Karena pelayanan kepada masyarakat adalah amanah yang harus kita jalankan dengan penuh tanggung jawab,” pungkas Dr. H. Dadan Hidayatulloh, M.I.Pol. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *