Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

Sambut HUT RI ke-81, Kadis DPMPTSP Garut H. Budi Gan Gan Gumilar: Kemerdekaan Lahir dari Jerih Payah Para Pahlawan

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2026 menjadi momentum penting untuk kembali mengenang sejarah panjang perjuangan bangsa sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata. Semangat tersebut turut disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Garut, Jawa Barat, H. Budi Gan Gan Gumilar, S.H., M.Si. Menurutnya, kemerdekaan Indonesia yang dinikmati masyarakat hingga saat ini merupakan buah dari perjuangan panjang para pahlawan yang rela mengorbankan tenaga, pikiran, harta benda bahkan jiwa dan raga.

Ia menegaskan, generasi saat ini tidak boleh melupakan sejarah perjuangan bangsa. Sebab, kemerdekaan yang telah diraih bukan hadiah, melainkan hasil jerih payah para pejuang yang berjuang tanpa mengenal lelah.

“Kemerdekaan ini merupakan hasil jerih payah para pahlawan yang telah gugur mendahului kita. Karena itu, kita harus menghargai dan menghormati jasa-jasa mereka dengan cara mengisi kemerdekaan ini dengan hal-hal yang positif dan bermanfaat bagi rakyat Indonesia,” ujar H. Budi Gan Gan Gumilar saat di wawancarai awak media melalui sambungan Whatsapp miliknya,Selasa (18/08/2026).

Menurutnya, peringatan kemerdekaan harus menjadi ruang refleksi bagi seluruh elemen masyarakat. Perjuangan para pahlawan pada masa lalu harus diteruskan melalui perjuangan dalam bentuk yang sesuai dengan tantangan zaman.

Jika dahulu para pahlawan mengangkat senjata untuk mempertahankan tanah air dari penjajahan, maka perjuangan generasi saat ini dapat diwujudkan melalui pembangunan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pelayanan kepada masyarakat, menjaga persatuan, serta menciptakan berbagai inovasi untuk kemajuan bangsa.

Kemerdekaan Harus Diisi dengan Pengabdian

H. Budi Gan Gan Gumilar menilai bahwa kemerdekaan memiliki makna yang sangat luas. Kemerdekaan tidak hanya berarti terbebas dari penjajahan, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik.

Oleh sebab itu, menurutnya, setiap warga negara memiliki peran dalam mengisi kemerdekaan.

Bagi aparatur pemerintah, salah satu bentuk pengisian kemerdekaan adalah melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Pemerintah, kata dia, harus mampu hadir di tengah masyarakat dengan memberikan pelayanan yang mudah, cepat, transparan, profesional dan berorientasi kepada kepentingan publik.

“Kalau dulu para pahlawan berjuang dengan jiwa dan raganya untuk kemerdekaan, sekarang kita berjuang melalui pekerjaan dan pengabdian kita masing-masing. Apa pun profesinya, mari memberikan manfaat bagi masyarakat dan bangsa,” katanya.

Ia menegaskan, pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian penting dari semangat kemerdekaan.

Kemajuan sebuah daerah tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah, tetapi juga oleh partisipasi masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, generasi muda dan seluruh elemen lainnya.

Karena itu, semangat kemerdekaan harus mampu menyatukan berbagai perbedaan menjadi kekuatan untuk membangun daerah dan bangsa.

Kemajuan Daerah Harus Berdampak bagi Rakyat

Sebagai kepala perangkat daerah yang membidangi penanaman modal dan pelayanan terpadu satu pintu, H. Budi Gan Gan Gumilar juga menekankan pentingnya pembangunan ekonomi yang memberikan dampak nyata terhadap masyarakat.

Menurutnya, investasi dan pertumbuhan ekonomi harus diarahkan agar mampu menciptakan kesempatan kerja, meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat serta mendorong kesejahteraan.

Kemajuan daerah tidak cukup hanya dilihat dari banyaknya pembangunan fisik maupun meningkatnya aktivitas ekonomi. Yang lebih penting adalah bagaimana kemajuan tersebut dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat

“Kemajuan harus untuk rakyat. Pembangunan harus memberikan manfaat dan membuka peluang yang lebih baik bagi masyarakat. Karena itu, kita semua harus bekerja bersama-sama,” tegasnya.

Ia berharap seluruh jajaran pemerintahan terus meningkatkan kualitas pelayanan publik sesuai dengan tuntutan masyarakat dan perkembangan zaman.

Pelayanan publik yang baik, menurutnya, merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun kepercayaan masyarakat kepada pemerintah.

Ketika masyarakat mendapatkan pelayanan yang baik dan memiliki kepastian dalam mengakses layanan pemerintahan, maka hubungan antara pemerintah dan masyarakat akan semakin kuat.

Kebersamaan Menjadi Kunci Pembangunan

Selain kemajuan, H. Budi Gan Gan Gumilar menilai kebersamaan merupakan modal penting dalam pembangunan. Indonesia memiliki masyarakat yang sangat beragam, baik dari sisi budaya, suku, bahasa, profesi maupun latar belakang sosial. Keberagaman tersebut harus menjadi kekuatan, bukan alasan untuk saling menjauh.

Semangat gotong royong yang telah menjadi bagian dari karakter masyarakat Indonesia harus terus dipertahankan.

“Kebersamaan adalah kekuatan kita. Dengan kebersamaan, berbagai persoalan akan lebih mudah kita hadapi. Jangan sampai perbedaan membuat kita terpecah. Justru perbedaan harus menjadi kekuatan untuk membangun Indonesia.”

Ia mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Garut untuk terus menjaga suasana kondusif dan memperkuat hubungan antarelemen masyarakat.

Menurutnya, pembangunan tidak mungkin berjalan maksimal apabila masyarakat dan pemerintah berjalan sendiri-sendiri.

Diperlukan komunikasi, koordinasi, kolaborasi dan sinergi agar berbagai program pembangunan benar-benar dapat menjawab kebutuhan masyarakat.

Jiwa Kesatria Harus Dimiliki Setiap Generasi

Dalam momentum HUT RI ke-81, H. Budi Gan Gan Gumilar juga mengajak masyarakat untuk meneladani sikap para pahlawan.

Menurutnya, para pahlawan bangsa memiliki keberanian, keteguhan, keikhlasan dan rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap bangsa dan negara.

Nilai-nilai tersebut harus terus diwariskan kepada generasi muda.

Jiwa kesatria, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan keberanian menghadapi tantangan, tetapi juga keberanian untuk berbuat benar, menjalankan tanggung jawab, mengakui kekurangan, memperbaiki kesalahan dan mengutamakan kepentingan masyarakat.

“Jiwa kesatria harus kita tanamkan dalam kehidupan sehari-hari. Berani bekerja, berani bertanggung jawab dan berani mengutamakan kepentingan rakyat,” ujarnya.

Ia berharap generasi muda Kabupaten Garut dapat menjadi bagian penting dalam pembangunan masa depan.

Generasi muda harus memiliki semangat belajar, kreativitas, inovasi dan kepedulian terhadap lingkungan sosial. Menurutnya, tantangan bangsa ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, generasi penerus harus dipersiapkan agar mampu menghadapi perubahan dengan tetap memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

Menghormati Pahlawan dengan Karya

H. Budi Gan Gan Gumilar menilai bahwa cara terbaik menghormati para pahlawan bukan hanya dengan mengenang nama dan jasa mereka, tetapi juga meneruskan nilai perjuangannya.

Mengisi kemerdekaan dengan prestasi dan karya menjadi salah satu bentuk penghormatan kepada para pahlawan.

“Jangan hanya mengenang pahlawan pada saat upacara atau momentum HUT Kemerdekaan. Nilai perjuangan merekaL harus kita bawa dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Ia menyebut, setiap orang dapat mengambilL peran sesuai dengan kapasitas masing-masing.

Pelajar dapat mengisi kemerdekaan dengan belajar sungguh-sungguh. Para pekerja dapat memberikan kinerja terbaik. Pelaku usaha dapat mengembangkan usahanya dan membuka lapangan pekerjaan. Sementara aparatur pemerintah harus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dengan demikian, semangat kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni tahunan, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Menjaga Persatuan di Tengah Perubahan Zaman

Perkembangan teknologi dan perubahan sosial yang begitu cepat juga menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia.

H. Budi Gan Gan Gumilar mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang dapat memecah belah persatuan.

Masyarakat harus mampu menggunakan teknologi dan media sosial secara bijak.

Menurutnya, kemajuan teknologi seharusnya dimanfaatkan untuk hal-hal produktif, memperluas wawasan, meningkatkan pengetahuan dan memperkuat komunikasi.

Semangat persatuan harus tetap menjadi landasan dalam menghadapi perubahan tersebut.

“Bangsa ini dibangun oleh perjuangan bersama. Maka persatuan harus tetap kita jaga. Jangan mudah terpecah hanya karena perbedaan pandangan,” pesannya.

Momentum Memperkuat Pengabdian

Peringatan HUT RI ke-81 tahun 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian seluruh elemen masyarakat.

H. Budi Gan Gan Gumilar mengajak jajaran pemerintah daerah untuk terus meningkatkan semangat kerja dan memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Menurutnya, tugas sebagai aparatur negara merupakan bentuk pengabdian yang harus dijalankan dengan penuh integritas.

Kepercayaan masyarakat harus dijaga melalui kinerja nyata.

“Setiap tugas yang kita jalankan harus memiliki orientasi kepada kepentingan masyarakat. Kita bekerja bukan semata-mata untuk diri sendiri, tetapi bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara,” tuturnya.

Ia berharap semangat HUT RI ke-81 dapat memberikan energi positif bagi seluruh masyarakat Kabupaten Garut.

Momentum kemerdekaan juga diharapkan mampu memperkuat optimisme bahwa Indonesia akan terus bergerak maju menghadapi berbagai tantangan.

Kemerdekaan untuk Rakyat Indonesia

Menutup pesannya dalam menyambut HUT RI ke-81, H. Budi Gan Gan Gumilar kembali mengingatkan bahwa perjuangan para pahlawan harus menjadi inspirasi bagi generasi saat ini. Kemerdekaan yang telah diwariskan harus dijaga dengan persatuan, diisi dengan pembangunan dan dipertahankan melalui pengabdian.

Menurutnya, kemajuan, kebersamaan dan jiwa kesatria harus ditempatkan dalam satu tujuan, yakni kepentingan rakyat Indonesia.

“Mari kita sambut HUT RI ke-81 ini dengan semangat kebersamaan. Kita lanjutkan perjuangan para pahlawan melalui kerja, karya dan pengabdian. Kemajuan, kebersamaan dan jiwa kesatria harus kita persembahkan untuk rakyat Indonesia.”

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan semangat kemerdekaan sebagai kekuatan dalam membangun masa depan yang lebih baik,sebab, kemerdekaan bukan akhir dari perjuangan.

Kemerdekaan justru menjadi awal dari tanggung jawab besar untuk membangun bangsa agar semakin maju, mandiri, sejahtera dan bermartabat.

Dengan semangat para pahlawan sebagai teladan, kebersamaan sebagai kekuatan dan pengabdian sebagai jalan, peringatan HUT RI ke-81 tahun 2026 diharapkan tidak hanya menjadi perayaan, tetapi menjadi momentum untuk kembali meneguhkan tekad bahwa seluruh pembangunan pada akhirnya harus bermuara pada kepentingan masyarakat dan kemajuan Indonesia. (DIX)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *