Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

​Harmoni Religius dan Budaya: Ribuan Masyarakat Tumpah Ruah dalam Haul Ke-6 Waliyulloh Eyang Cilame

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Gelombang masyarakat Kampung Cilame RW 05 Desa Tambakbaya,Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat, dalam momentum spiritual yang penuh khidmat. Ribuan tamu undangan dan warga dari berbagai penjuru wilayah tumpah ruah menghadiri acara penutupan Festival Hadroh yang dirangkaikan dengan Haul Akbar ke-6 Agung Waliyulloh Eyang Cilame, Sabtu, (11/07/2026).

​Perhelatan akbar ini menjadi bukti nyata bagaimana nilai-nilai religiusitas dan pelestarian budaya mampu bersinergi dalam satu wadah. Sepanjang acara, semangat yang diusung bertumpu pada visi-misi yang terpusat pada keadaan masyarakat: mengedepankan nilai “Berkah, Berbudaya, Religius, Kreatif, dan Amanah.”

​Visi di Balik Tradisi

​Kepala Desa Tambakbaya, Yusron, dalam sambutannya menegaskan bahwa Haul Eyang Cilame bukan sekadar ritual tahunan. Baginya, rangkaian acara ini adalah manifestasi dari visi besar desa dalam membangun karakter masyarakat.

​”Kita memadukan makna di setiap langkah. Menjadi religius berarti mendekatkan diri kepada Sang Pencipta, namun tetap harus kreatif dalam berbudaya dan amanah dalam menjalankan tanggung jawab. Inilah esensi dari visi yang kami bawa untuk Tambakbaya,” ujar Yusron di hadapan ribuan jemaah.

​Kekhusyukan dalam Lantunan Syiar

​Suasana menjadi semakin syahdu saat lantunan ayat-ayat suci Al-Quran bergema di lokasi acara. Puncak kekhusyukan mencapai titik tertinggi ketika Tahlil Akbar dilaksanakan. Prosesi ibadah ini dipimpin langsung oleh ulama kharismatik yang akrab disapa Aceng Mujib, yakni KH. Abdul Mujib.

​Sosok Aceng Mujib yang sohor di kalangan masyarakat membawa pengaruh kuat dalam menyatukan jemaah untuk mengagungkan syiar Allah. Dalam kesempatan tersebut, beliau mengajak seluruh tamu undangan untuk tidak sekadar hadir, namun juga meneladani keshalehan dan perjuangan dakwah yang dilakukan oleh Waliyulloh Agung Eyang Cilame.

​Meneladani Jejak Sang Wali

​Haul ke-6 ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk merefleksikan kembali sejarah panjang syiar Islam di wilayah mereka. Melalui Festival Hadroh yang digelar, generasi muda diajak untuk mencintai kesenian yang bernapaskan Islam, menjadikannya sarana kreativitas yang tetap berada dalam koridor etika dan religi.

​Kehadiran ribuan jemaah yang tertib dan khidmat mencerminkan keberhasilan koordinasi antar elemen masyarakat dan tokoh agama. Acara ditutup dengan doa bersama, memohon keberkahan bagi lingkungan sekitar dan harapan agar teladan yang ditinggalkan oleh Eyang Cilame tetap hidup di hati setiap generasi penerus.

​Dengan berakhirnya rangkaian acara ini, Desa Tambakbaya kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat kegiatan yang menjunjung tinggi adab, menjaga warisan leluhur, serta terus bergerak maju dengan nafas religius yang kuat. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *