Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

Enam Tahun Istikamah, Majelis Ilmu Malam Jumat Ponpes Al-Jailani Firdaus Jadi Magnet Jemaah Lintas Daerah

Loading

Bekasi,TRIBUNPRIBUMI.com – Semangat syiar Islam terus menggema dari Kampung Bojong Santri, RT 005/004, Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Pondok Pesantren Al-Jailani Firdaus kembali menggelar kegiatan rutin “Ngaji Bareng” pada Kamis malam (04/06/2026), sebuah majelis ilmu yang telah istiqamah berjalan selama kurang lebih enam tahun tanpa henti.

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 20.00 WIB tersebut dipimpin langsung oleh pendiri Ponpes Al-Jailani Firdaus, Aang Oki Firdaus. Meski saat ini tengah menjalankan tugas di Bogor, beliau tetap meluangkan waktu untuk hadir dan membimbing para jemaah yang datang dari berbagai daerah.

Suasana malam Jumat terasa begitu khidmat ketika lantunan selawat, doa, serta kajian ilmu agama mengalun memenuhi area pesantren. Ratusan jemaah tampak memadati lokasi pengajian dengan penuh antusias dan kekhusyukan.

Dalam kegiatan tersebut, para jemaah mendapatkan siraman rohani melalui lima rangkaian kajian utama yang tersusun secara sistematis dan menyentuh berbagai dimensi keilmuan Islam.

Adapun rangkaian materi yang disampaikan meliputi:

Tawasulan oleh Buya Ahmad,

Mahalul Qiyam oleh Ustadz Atep Mubarok,

Kajian Tauhid oleh KH. Nur Ali,

Kajian Fiqih oleh Gus Ahmad selaku Pimpinan Ponpes Nurul Hikmah Karawang,

Kajian Kitab Al-Hikam yang menjadi acara puncak dan dibawakan langsung oleh Aang Oki Firdaus.

Keberadaan Majelis Allah di Ponpes Al-Jailani Firdaus kini tidak hanya dikenal masyarakat sekitar Bekasi, tetapi juga telah menjadi magnet spiritual bagi jemaah dari berbagai kota. Terlihat para jemaah rela datang dari Karawang, Subang, Cianjur, Bogor hingga Tangerang demi mengikuti majelis ilmu dan mencari keberkahan malam Jumat.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap siraman rohani dan penguatan spiritual semakin tinggi di tengah kehidupan modern yang penuh dinamika.

Dalam tradisi masyarakat Nusantara, istilah “ngaji” bukan sekadar membaca, melainkan aktivitas menelaah, memahami, dan menghayati ayat-ayat Allah SWT. Konsep tersebut memiliki landasan kuat di dalam Al-Qur’an, salah satunya sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Sad ayat 29 yang menegaskan pentingnya tadabbur terhadap ayat-ayat Al-Qur’an agar manusia memperoleh pelajaran dan keberkahan hidup.

Selain itu, kegiatan ngaji juga menjadi bagian dari tafaqquh fiddin atau pendalaman ilmu agama sebagaimana dijelaskan dalam QS. At-Tawbah ayat 122. Ayat tersebut menekankan pentingnya hadirnya sekelompok umat yang fokus memperdalam ilmu agama untuk kemudian memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Majelis ilmu juga diyakini sebagai jalan untuk meningkatkan derajat manusia di sisi Allah SWT. Dalam QS. Al-Mujadilah ayat 11 disebutkan bahwa Allah akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan berilmu.

Sementara itu, kajian tasawuf Kitab Al-Hikam yang disampaikan Aang Oki Firdaus menjadi salah satu bagian yang paling dinanti jemaah. Kajian tersebut tidak hanya memberikan pemahaman spiritual, tetapi juga menjadi penyejuk hati melalui zikir dan penguatan batin sebagaimana firman Allah dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28, bahwa hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.

Dengan konsistensi selama enam tahun, kegiatan “Ngaji Bareng” Ponpes Al-Jailani Firdaus kini bukan sekadar pengajian rutin, melainkan telah menjadi pusat pembinaan spiritual masyarakat lintas daerah yang terus menebarkan nilai keilmuan, persaudaraan, dan ketenangan jiwa di tengah kehidupan masyarakat modern. (Mardani Lubis)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *