Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

Kasi Paud dan Dikmas Iyan Sopian, S.Ip Tegaskan Komitmen Pelayanan dan Pembinaan: “Kami Bekerja Sesuai Tupoksi, Bukan untuk Pencitraan”

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Di tengah tuntutan pelayanan publik yang semakin dinamis dan penuh tantangan, komitmen untuk bekerja secara profesional, disiplin, dan mengedepankan kepentingan masyarakat menjadi prinsip utama yang terus dipegang oleh Kasi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan  Masyarakat (Dikmas), Iyan Sopian, S.Ip. Dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya, ia menegaskan bahwa seluruh pekerjaan dilakukan berdasarkan tupoksi dan mekanisme yang berlaku, bukan semata-mata demi mencari popularitas atau pencitraan.

Pernyataan tersebut disampaikan Iyan Sopian sebagai bentuk penegasan bahwa aparatur pemerintahan harus lebih fokus pada kerja nyata yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Baginya, pelayanan dan pembinaan kepada masyarakat jauh lebih penting dibandingkan sekadar tampil di permukaan tanpa hasil yang jelas.

“Kita bekerja sesuai tupoksi dan mekanisme yang ada. Tidak mau pencitraan, lebih baik fokus kepada pelayanan dan pembinaan agar masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari program dan keberadaan pemerintah,” ujar Iyan Sopian dengan penuh ketegasan saat di wawancarai awak media melalui sambungan Whatsapp miliknya, Kamis (28/05/2026).

Sebagai Kasi Dikmas, Iyan memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan masyarakat melalui berbagai program pembinaan, pemberdayaan, pendidikan nonformal, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia. Menurutnya, tugas tersebut bukan hanya sekadar pekerjaan administratif, melainkan bentuk pengabdian yang harus dijalankan dengan hati dan penuh rasa tanggung jawab.

Dalam kesehariannya, Iyan dikenal sebagai sosok yang sederhana, mudah bergaul, dan dekat dengan masyarakat. Ia lebih memilih turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil dibanding hanya menerima laporan di balik meja kerja. Pendekatan humanis yang diterapkannya dinilai mampu menciptakan hubungan yang harmonis antara pemerintah dan masyarakat.

Sementara Iyan menilai bahwa keberhasilan sebuah pelayanan publik tidak selalu harus dipublikasikan secara berlebihan. Menurutnya, masyarakat bisa menilai sendiri mana aparatur yang benar-benar bekerja dan mana yang hanya mengejar sorotan semata.

“Yang penting masyarakat terlayani dengan baik, pembinaan berjalan, program terlaksana, dan masyarakat merasa diperhatikan. Itu sudah menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kami,” katanya.

Lebih lanjut, Iyan menuturkan bahwa bidang Pendidikan Masyarakat memiliki peranan penting dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pendidikan dan peningkatan kualitas hidup. Oleh sebab itu, pihaknya terus berupaya melakukan pembinaan secara berkelanjutan agar masyarakat memiliki kemampuan dan kemandirian dalam menghadapi perkembangan zaman.

Selain fokus pada pelayanan, dirinya juga menekankan pentingnya membangun budaya kerja yang jujur, disiplin, dan penuh integritas di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, seorang aparatur negara harus mampu menjadi contoh yang baik bagi masyarakat, baik dalam etika kerja maupun dalam memberikan pelayanan.

“Kepercayaan masyarakat itu harus dijaga. Caranya dengan bekerja sungguh-sungguh, disiplin, transparan, dan tidak membuat masyarakat kecewa,” ungkapnya.

Di tengah derasnya perkembangan teknologi informasi dan media sosial saat ini, Iyan mengingatkan agar aparatur pemerintah tidak terjebak pada budaya pencitraan yang berlebihan. Ia berharap setiap pegawai lebih mengutamakan kualitas kerja dibanding sibuk membangun popularitas pribadi.

“Kalau kerja kita baik, masyarakat pasti bisa menilai sendiri. Tidak perlu terlalu banyak pencitraan. Fokus saja memberikan pelayanan terbaik,” tambahnya.

Komitmen dan dedikasi yang ditunjukkan Iyan Sopian pun mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Banyak masyarakat menilai dirinya sebagai sosok aparatur yang konsisten, rendah hati, dan benar-benar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Beberapa tokoh masyarakat bahkan menyebut bahwa figur seperti Iyan merupakan contoh aparatur yang layak dipertahankan karena lebih mengutamakan kerja nyata dibanding pencitraan. Sikap sederhana dan kepeduliannya terhadap masyarakat menjadi nilai lebih yang membuat dirinya dihormati banyak kalangan.

Dalam kesempatan tersebut, Iyan juga berharap seluruh elemen pemerintahan dapat terus memperkuat sinergi dan kebersamaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, pelayanan publik yang baik tidak bisa dilakukan sendiri, melainkan membutuhkan kerja sama semua pihak.

“Kita ingin pelayanan kepada masyarakat terus meningkat. Semua harus saling mendukung, saling menguatkan, dan tetap bekerja sesuai aturan yang berlaku,” tuturnya.

Dengan semangat pengabdian yang terus dijaga, Iyan Sopian, S.Ip membuktikan bahwa bekerja dengan tulus, disiplin, dan penuh tanggung jawab akan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Di tengah berbagai tantangan pelayanan publik saat ini, ia memilih tetap fokus menjalankan amanah dan memberikan kontribusi terbaik demi kepentingan masyarakat luas. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *