![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Sebuah nilai kebersamaan dan semangat gotong royong kembali menjadi cerminan kehidupan masyarakat di Desa Cimanganteun, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat. Di tengah cobaan yang menimpa salah seorang warganya, masyarakat RW 12 menunjukkan kepedulian yang begitu tinggi dengan bergotong royong mengantarkan seorang pasien penderita tumor ganas untuk mendapatkan penanganan medis di RSU Sentosa Bandung.
Pasien tersebut adalah Didi (59), warga RT 01 RW 12, yang selama beberapa waktu terakhir berjuang melawan penyakit tumor ganas yang dideritanya. Karena kondisi kesehatannya membutuhkan penanganan yang lebih komprehensif, keluarga bersama pengurus lingkungan memutuskan untuk membawa Didi menjalani pengobatan lanjutan di rumah sakit rujukan pada, Sabtu (04/07/2026).
Sejak pagi hari, suasana di lingkungan RW 12 tampak berbeda. Ketua RW bersama para Ketua RT, tokoh masyarakat, tetangga, dan warga sekitar berkumpul untuk memberikan dukungan moril sekaligus membantu proses keberangkatan Didi menuju Bandung.
Mereka tidak hanya membantu mempersiapkan kendaraan dan kebutuhan perjalanan, tetapi juga memberikan doa serta semangat kepada Didi dan keluarganya agar tetap kuat menghadapi ujian yang sedang dijalani.
Ketua RW 12,Jujun mengatakan bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan nilai yang selalu dijaga oleh masyarakat di lingkungannya. Menurutnya, ketika ada warga yang mengalami musibah, seluruh masyarakat memiliki tanggung jawab moral untuk hadir memberikan bantuan sesuai kemampuan masing-masing.
“Kami tidak ingin ada warga yang merasa berjuang sendirian. Hari ini kami bersama-sama mengantar Pak Didi untuk menjalani pengobatan di RSU Sentosa Bandung. Semoga beliau diberikan kelancaran selama menjalani perawatan dan segera memperoleh kesembuhan,” ujarnya.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga budaya gotong royong yang selama ini menjadi kekuatan utama dalam kehidupan bermasyarakat.
“Kebersamaan adalah modal sosial yang sangat berharga. Ketika kita saling membantu, beban yang berat akan terasa lebih ringan. Semoga kepedulian ini terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi lingkungan lainnya,” tambahnya.
Keberangkatan Didi menuju Bandung diiringi doa dari keluarga, kerabat, dan para tetangga. Beberapa warga tampak menyalami dan memberikan pelukan sebagai bentuk dukungan moral agar Didi tetap memiliki semangat untuk menjalani proses pengobatan.
Keluarga Didi mengaku sangat terharu atas perhatian yang diberikan masyarakat. Menurut mereka, bantuan yang datang bukan hanya berupa tenaga, tetapi juga dukungan moral yang sangat berarti di tengah situasi sulit yang sedang dihadapi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Ketua RW, para Ketua RT, tokoh masyarakat, dan seluruh warga RW 12 yang telah membantu serta mendoakan Bapak Didi. Kepedulian ini menjadi kekuatan bagi kami untuk terus berikhtiar mencari kesembuhan,” ungkap salah seorang anggota keluarga.
Solidaritas yang ditunjukkan masyarakat RW 12 Desa Cimanganteun menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih hidup dan terpelihara dengan baik di tengah masyarakat. Di saat salah satu warga membutuhkan pertolongan, seluruh elemen masyarakat hadir tanpa memandang latar belakang maupun kepentingan pribadi.
Aksi kemanusiaan tersebut juga menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial merupakan bagian penting dalam membangun kehidupan bermasyarakat yang harmonis. Selain membantu meringankan beban keluarga pasien, dukungan seperti ini mampu memberikan semangat baru bagi mereka yang sedang berjuang melawan penyakit.
Masyarakat berharap Didi mendapatkan penanganan medis terbaik di RSU Sentosa Bandung sehingga kondisi kesehatannya dapat segera membaik. Doa terus dipanjatkan agar proses pengobatan berjalan lancar, para tenaga medis diberikan kemudahan dalam memberikan pelayanan, dan Didi dapat kembali pulang ke kampung halamannya dalam keadaan sehat.
Peristiwa ini menjadi potret nyata bahwa nilai kemanusiaan, persaudaraan, dan gotong royong masih menjadi kekuatan masyarakat Indonesia. Di tengah berbagai tantangan kehidupan, kepedulian terhadap sesama tetap menjadi cahaya harapan yang mampu menguatkan mereka yang sedang menghadapi ujiaan. (Tim TRIBUNPRIBUMI.com)













Leave a Reply