![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Kepedulian terhadap nasib para petani kembali ditunjukkan jajaran Polsek Sukawening bersama unsur TNI dan pemerintah Kecamatan Sukawening. Di tengah ancaman serangan hama tikus yang mulai meresahkan masyarakat, aparat bersama para petani turun langsung ke area persawahan untuk melakukan gerakan pengendalian hama demi menyelamatkan tanaman padi warga dari ancaman gagal panen.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di lahan pesawahan Kelompok Tani Mitra Bhakti, Kampung Munjul, Desa Sukawening, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Jumat (22/05/2026), mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai.
Kapolsek Sukawening AKP Budiman Suhardiana, S.H., memimpin langsung kegiatan tersebut bersama anggota Polsek Sukawening. Turut hadir dalam kegiatan itu Camat Kecamatan Sukawening, POPT,jajaran Koramil Sukawening, perangkat Desa Sukawening, BPP Kecamatan Sukawening, UPT Disperindag, UPT PUPR, serta masyarakat dan kelompok tani setempat.
Suasana kebersamaan tampak begitu terasa ketika aparat kepolisian, TNI dan masyarakat bahu membahu menyusuri area persawahan untuk melakukan pengendalian hama tikus yang dinilai mulai mengancam produktivitas pertanian warga.
Gerakan pengendalian tersebut dilakukan sebagai langkah cepat untuk menekan populasi hama tikus yang selama ini menjadi salah satu penyebab utama kerusakan tanaman padi di sejumlah wilayah pertanian.
Kapolsek Sukawening AKP Budiman Suhardiana mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian aparat terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya para petani yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah.
Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian tidak hanya menjadi tanggung jawab petani semata, tetapi membutuhkan dukungan bersama dari seluruh unsur pemerintah dan masyarakat.
“Kami hadir di tengah masyarakat sebagai bentuk dukungan kepada para petani agar hasil pertanian tetap terjaga dan terhindar dari ancaman gagal panen akibat serangan hama tikus. Ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama,” ujar AKP Budiman Suhardiana.
Ia menambahkan, apabila serangan hama tidak segera dikendalikan, maka kerusakan tanaman padi dapat semakin meluas dan berdampak pada menurunnya hasil panen masyarakat.
Karena itu, pihaknya bersama unsur Muspika berinisiatif melakukan gerakan bersama agar penanganan hama dapat dilakukan secara cepat dan efektif.
Selain menjadi upaya pengendalian hama, kegiatan tersebut juga memperlihatkan kuatnya sinergitas antara TNI-Polri, pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga stabilitas sektor pertanian di wilayah Kecamatan Sukawening.
Para petani menyambut baik keterlibatan aparat dalam kegiatan tersebut. Mereka merasa terbantu dan berharap gerakan serupa dapat dilakukan secara rutin agar ancaman hama tikus dapat diminimalisir sejak dini.
Menurut sejumlah petani, serangan hama tikus sering kali menyebabkan kerusakan cukup besar pada tanaman padi, terutama saat masa pertumbuhan hingga menjelang panen. Bahkan dalam kondisi tertentu, hama tersebut mampu menghancurkan area persawahan dalam waktu singkat.
Sementara itu, pihak BPP Kecamatan Sukawening juga mengimbau masyarakat untuk terus menjaga kebersihan area persawahan dan melakukan pola pengendalian hama secara terpadu agar hasilnya lebih maksimal.
Gerakan bersama yang dilakukan Polsek Sukawening bersama unsur TNI dan masyarakat tersebut menjadi bukti nyata bahwa kepedulian terhadap ketahanan pangan harus dilakukan secara gotong royong.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan hasil pertanian masyarakat di wilayah Sukawening tetap terjaga, produktivitas petani meningkat, serta mampu mendukung program ketahanan pangan di Kabupaten Garut secara berkelanjutan. (DIX)












Leave a Reply