![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Pemerintah Kelurahan Sukamenteri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat, terus memperkuat kedekatan dengan masyarakat melalui program Nganjang Bareng Lurah (Ngabalur).
Program yang dilaksanakan secara rutin tersebut bukan hanya menjadi agenda kunjungan pemerintah kelurahan ke setiap wilayah, tetapi juga dirancang sebagai wadah untuk membangun silaturahmi, memperkuat kepedulian sosial, menyerap aspirasi masyarakat, sekaligus mempererat sinergitas antara pemerintah dengan seluruh unsur yang ada di lingkungan kelurahan.
Kali ini, kegiatan Ngabalur menyambangi masyarakat di RW 17 Kelurahan Sukamenteri. Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana penuh keakraban dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPK, LPM, Ketua RT, Ketua RW, tokoh masyarakat, pemuka agama serta unsur masyarakat lainnya.
Kehadiran berbagai elemen tersebut menunjukkan bahwa pembangunan dan pelayanan masyarakat membutuhkan kolaborasi. Pemerintah kelurahan tidak dapat berjalan sendiri, melainkan harus mendapatkan dukungan dari masyarakat dan seluruh unsur kewilayahan.
Lurah Sukamenteri, Wijiyono, S.E.,M.Si. mengatakan bahwa program Ngabalur sengaja dibangun sebagai bentuk pendekatan pemerintah kepada masyarakat.
Menurutnya, seorang lurah tidak cukup hanya berada di kantor dan menunggu masyarakat datang menyampaikan persoalan. Pemerintah harus hadir dan melihat langsung kondisi masyarakat di setiap lingkungan.
“Ngabalur ini merupakan program rutin. Kami ingin bersilaturahmi langsung dengan masyarakat, melihat kondisi di lapangan, mendengarkan apa yang menjadi aspirasi warga dan tentunya bersama-sama mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang ada,” ujar Wijiyono saat di wawancarai awak media melalui sambungan Whatsapp miliknya,Selasa (11/08/2026).
Membawa Semangat Keberkahan
Wijiyono menjelaskan, Ngabalur tidak hanya diarahkan untuk kepentingan pemerintahan dan penyerapan aspirasi. Kegiatan tersebut juga diupayakan memiliki nilai sosial dan keberkahan bagi masyarakat.
Salah satunya dengan memberikan perhatian kepada warga lanjut usia atau lansia yang berada di wilayah yang dikunjungi.
Dalam kegiatan Ngabalur di RW 17, pemerintah kelurahan memberikan paket sembako kepada sejumlah warga lansia.
Menurut Wijiyono, paket yang diberikan memang sederhana dan disesuaikan dengan kemampuan yang ada. Namun, dirinya berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat sekaligus menjadi bentuk kepedulian pemerintah terhadap masyarakat.
“Program ini kami wujudkan dengan memberikan keberkahan bagi warga. Ada perhatian untuk para lansia dengan memberikan paket sembako alakadarnya. Mungkin nilainya tidak seberapa, tetapi mudah-mudahan bermanfaat bagi mereka,” katanya.
Ia menegaskan, pemberian sembako tersebut tidak semata-mata dilihat dari jumlah atau nilai barang yang diterima. Yang jauh lebih penting adalah pesan kepedulian yang ingin dibangun.
“Yang kami kedepankan adalah kepedulian. Jangan sampai warga lansia merasa sendiri atau tidak diperhatikan. Pemerintah harus hadir dan menunjukkan bahwa mereka merupakan bagian penting dari masyarakat yang harus kita hormati dan perhatikan,” ungkapnya.
Lansia Mendapat Perhatian
Perhatian terhadap warga lansia menjadi salah satu bagian penting dalam program Ngabalur.
Keberadaan warga lanjut usia merupakan bagian dari perjalanan panjang kehidupan masyarakat. Mereka memiliki pengalaman, sejarah dan kontribusi yang tidak terpisahkan dari perkembangan lingkungan.
Karena itu, pemberian paket sembako diharapkan bukan hanya membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga memberikan kebahagiaan dan rasa diperhatikan.
Wijiyono berharap kepedulian tersebut dapat menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat agar terus membangun budaya saling membantu.
“Semoga apa yang kami berikan bisa menjadi berkah. Kami juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga kepedulian terhadap sesama, terutama kepada warga yang membutuhkan perhatian,” tuturnya.
Ngabalur Jadi Ruang Menyerap Aspirasi
Selain kegiatan sosial, Ngabalur juga menjadi sarana bagi pemerintah kelurahan untuk menyerap aspirasi masyarakat.
Pertemuan langsung dengan warga memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi.
Persoalan lingkungan, kebutuhan pembangunan, pelayanan masyarakat, keamanan, sosial kemasyarakatan hingga berbagai usulan lainnya dapat dibicarakan secara langsung.
Wijiyono menilai, komunikasi langsung merupakan salah satu cara efektif untuk mengetahui persoalan yang terjadi di masyarakat.
“Kalau kita datang langsung ke wilayah, kita bisa mendengar sendiri apa yang disampaikan masyarakat. Kita tidak hanya mendapatkan informasi dari laporan, tetapi bisa melihat dan mendengar secara langsung,” ucapnya.
Menurutnya, setiap aspirasi yang disampaikan masyarakat akan menjadi bahan evaluasi dan pertimbangan pemerintah kelurahan untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan skala prioritas.
Ia juga meminta masyarakat agar tidak segan menyampaikan persoalan yang terjadi di lingkungan masing-masing.
“Silakan masyarakat menyampaikan aspirasi. Tidak perlu ragu. Pemerintah kelurahan akan berusaha menampung dan mengkomunikasikan setiap persoalan sesuai kewenangan yang ada,” katanya.
Perkuat Sinergitas Pemerintah dan Masyarakat
Kegiatan Ngabalur di RW 17 juga memperlihatkan kuatnya sinergitas antara pemerintah kelurahan dengan unsur kewilayahan.
Kehadiran Babinsa dan Bhabinkamtibmas menjadi bagian penting dalam menjaga komunikasi serta keamanan dan ketertiban masyarakat.
Sementara itu, BPK, LPM, RT dan RW berperan sebagai bagian dari unsur kelembagaan masyarakat yang memahami secara langsung kondisi lingkungan.
Tokoh masyarakat dan pemuka agama juga memiliki peranan strategis dalam membangun suasana kehidupan masyarakat yang harmonis.
Menurut Wijiyono, seluruh unsur tersebut harus terus bersinergi.
“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami membutuhkan dukungan semua pihak. Ada Babinsa, Bhabinkamtibmas, BPK, LPM, RT, RW, tokoh masyarakat, pemuka agama dan tentu seluruh masyarakat,” katanya.
Dengan sinergitas tersebut, berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat diharapkan dapat segera diketahui dan dicarikan jalan keluarnya.
Komunikasi Langsung Dinilai Penting
Wijiyono menilai bahwa komunikasi antara pemerintah dengan masyarakat harus terus dibangun.
Menurutnya, semakin sering pemerintah hadir di tengah masyarakat, semakin terbuka pula ruang komunikasi untuk menyampaikan berbagai persoalan.
“Jangan sampai ada jarak antara pemerintah dengan masyarakat. Kita harus dekat, harus mau mendengar dan harus mau turun langsung ke lingkungan masyarakat,” terangnya.
Program Ngabalur pun diharapkan menjadi salah satu media untuk menjaga hubungan tersebut.
Kegiatan tersebut tidak hanya berlangsung dalam suasana formal. Dialog bersama masyarakat dikemas secara santai dan kekeluargaan sehingga warga dapat menyampaikan pendapat dengan lebih terbuka.
Suasana seperti ini dinilai penting karena masyarakat terkadang memiliki berbagai persoalan yang tidak selalu disampaikan melalui jalur formal.
Dengan pendekatan langsung, pemerintah kelurahan dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi masyarakat.
Gotong Royong Menjadi Kekuatan
Selain penyerapan aspirasi, Ngabalur juga diharapkan mampu memperkuat kembali semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Semangat kebersamaan menjadi modal penting dalam menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan.
Pemerintah kelurahan dapat memberikan dukungan sesuai kewenangannya, sementara masyarakat memiliki peranan besar dalam menjaga lingkungan, keamanan, kebersihan serta keharmonisan sosial.
Wijiyono berharap masyarakat terus mempertahankan budaya gotong royong.
“Kita ingin membangun kebersamaan. Pemerintah dan masyarakat harus saling mendukung. Kalau ada persoalan jangan dibiarkan, mari dibicarakan bersama dan dicari solusinya,” katanya.
Bukan Sekadar Seremonial
Lebih jauh, Wijiyono menegaskan bahwa Ngabalur diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.
Setiap kunjungan harus memiliki makna dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Aspirasi yang disampaikan warga menjadi bahan evaluasi, sementara silaturahmi menjadi sarana memperkuat hubungan sosial.
“Harapan kami Ngabalur ini bukan hanya datang, duduk, kemudian pulang. Tetapi harus ada manfaatnya. Kita bisa bersilaturahmi, mendengar masyarakat, mengetahui kondisi warga dan kalau ada yang bisa kita bantu, kita upayakan,” jelasnya.
Dengan konsep tersebut, program Ngabalur diharapkan mampu menjadi salah satu instrumen Pemerintah Kelurahan Sukamenteri dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat hubungan sosial masyarakat.
Membangun Kelurahan Secara Bersama
Kegiatan Ngabalur di RW 17 pada akhirnya menjadi gambaran bahwa pembangunan kelurahan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Pemerintah kelurahan memiliki peran dalam memberikan pelayanan dan menjalankan program pemerintahan. Namun, keberhasilan pembangunan tetap membutuhkan partisipasi masyarakat.
RT dan RW menjadi ujung tombak komunikasi di tingkat lingkungan. LPM dan BPK ikut mendukung proses pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Babinsa dan Bhabinkamtibmas membantu menjaga keamanan dan ketertiban. Tokoh masyarakat serta pemuka agama turut berperan menjaga nilai-nilai sosial dan kerukunan.
Semua unsur tersebut memiliki fungsi masing-masing dan dapat saling menguatkan.
Melalui Ngabalur, seluruh unsur tersebut dipertemukan dalam suasana silaturahmi dan komunikasi.
Bagi Pemerintah Kelurahan Sukamenteri, kehadiran di tengah masyarakat bukan hanya bentuk kewajiban pemerintahan, tetapi juga bagian dari membangun kepercayaan. Masyarakat membutuhkan pemerintah yang mau mendengar, hadir dan memahami persoalan mereka.
Begitu pula pemerintah membutuhkan masyarakat sebagai mitra dalam menjalankan pembangunan.
Karena itu, Ngabalur diharapkan terus berjalan secara berkesinambungan dan menyentuh berbagai wilayah di Kelurahan Sukamenteri.
“Semoga Ngabalur ini membawa keberkahan untuk semuanya. Kita bisa terus bersilaturahmi, saling membantu dan bersama-sama membangun Sukamenteri menjadi lebih baik,” pungkas Wijiyono.
Kegiatan di RW 17 tersebut menjadi bukti bahwa sebuah program pemerintah dapat memiliki makna yang lebih luas ketika dibangun dengan semangat silaturahmi, kepedulian, keberkahan, penyerapan aspirasi dan gotong royong.
Di tengah berbagai kebutuhan masyarakat yang terus berkembang, pendekatan langsung seperti Ngabalur menjadi penting agar pemerintah tidak hanya hadir melalui kebijakan, tetapi juga hadir secara nyata di tengah kehidupan warganya. (*)












Leave a Reply