![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Memasuki Oktober 2026, Perumda Air Minum Tirta Intan Garut memasuki fase penting dalam upaya memperkuat kualitas pelayanan kepada masyarakat sekaligus membenahi dan meningkatkan tata kelola perusahaan.
Sebagai perusahaan milik Pemerintah Kabupaten Garut yang bergerak di sektor pelayanan air minum, Perumda Air Minum Tirta Intan memiliki posisi strategis. Air bersih bukan sekadar komoditas, melainkan kebutuhan dasar masyarakat yang menyentuh langsung kehidupan rumah tangga, dunia usaha, fasilitas pelayanan publik, hingga berbagai aktivitas sosial dan ekonomi.
Karena itu, keberhasilan perusahaan tidak hanya dapat dilihat dari sisi pertumbuhan bisnis maupun jumlah pelanggan. Lebih jauh, ukuran keberhasilannya juga berada pada sejauh mana masyarakat memperoleh pelayanan yang berkualitas, distribusi air berjalan secara optimal, gangguan dapat ditangani dengan cepat, dan pengelolaan perusahaan berlangsung secara transparan serta bertanggung jawab.
Direktur Perumda Air Minum Tirta Intan Garut, Dr. H. Dadan Hidayatuloh, M.I.Pol, menegaskan bahwa memasuki Oktober 2026 pihaknya terus memperkuat pelayanan kepada masyarakat sekaligus memperkuat tata kelola perusahaan.
“Memasuki Oktober 2026, kami memperkuat pelayanan yang optimal dan memperkuat tata kelola air bersih,” ujar Dadan saat di wawancarai awak media melalui sambungan Whatsapp miliknya, Rabu (07/10/2026).
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa agenda perusahaan tidak hanya diarahkan pada peningkatan cakupan pelayanan, tetapi juga pada pembenahan internal dan penguatan sistem kerja agar pelayanan kepada pelanggan semakin baik.
Pelayanan Air Bersih Menjadi Tanggung Jawab Utama
Dadan menempatkan pelayanan sebagai salah satu prioritas utama Perumda Air Minum Tirta Intan.Sebagai perusahaan daerah yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, setiap gangguan pelayanan dapat berdampak langsung terhadap aktivitas pelanggan.
Maka karena itu, pelayanan air bersih membutuhkan sistem yang tidak hanya mampu mendistribusikan air, tetapi juga memiliki kemampuan merespons persoalan secara cepat ketika terjadi gangguan.
Mulai dari persoalan jaringan, kebocoran pipa, gangguan produksi, tekanan air, kondisi sumber air, hingga persoalan teknis di lapangan, seluruhnya membutuhkan penanganan yang terkoordinasi.
Dalam konteks pelayanan publik, kecepatan perusahaan merespons pengaduan pelanggan menjadi salah satu bagian penting dalam membangun kepercayaan.
Pelanggan tidak hanya membutuhkan jawaban ketika menyampaikan keluhan, mereka juga membutuhkan kepastian bahwa laporan tersebut benar-benar ditindaklanjuti. Karena itu, penguatan sistem pelayanan dan mekanisme pengaduan menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari peningkatan kualitas pelayanan.
Tidak Sekadar Menambah Pelanggan
Perumda Air Minum Tirta Intan juga terus menghadapi tuntutan untuk memperluas cakupan pelayanan.
Penambahan sambungan pelanggan menjadi salah satu agenda yang berkaitan dengan upaya memperluas akses masyarakat terhadap air bersih perpipaan.
Namun, ekspansi pelayanan tentu tidak dapat dilepaskan dari kesiapan infrastruktur.
Setiap tambahan sambungan membutuhkan dukungan kapasitas produksi, ketersediaan sumber air baku, jaringan distribusi, reservoir, pompa, serta sistem perpipaan yang memadai.Artinya, peningkatan jumlah pelanggan harus berjalan beriringan dengan peningkatan kapasitas dan kualitas pelayanan.
Jika jumlah pelanggan meningkat tanpa diikuti penguatan infrastruktur, maka perusahaan akan menghadapi tantangan baru dalam menjaga kontinuitas dan kualitas distribusi.Karena itu, pengembangan pelayanan perlu dilakukan melalui perencanaan yang terukur dan berdasarkan kebutuhan masyarakat.
Hal tersebut menjadi penting mengingat pelayanan air minum memiliki karakteristik berbeda dengan sektor usaha lainnya. Ketika sebuah produk tidak tersedia, dampaknya mungkin dapat ditunda. Namun kebutuhan air bersih menyangkut kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Tata Kelola Perusahaan Diperkuat
Selain pelayanan teknis, perhatian manajemen juga diarahkan pada tata kelola perusahaan.Dadan menilai penguatan tata kelola menjadi fondasi penting untuk memastikan seluruh aktivitas perusahaan berjalan secara efektif, transparan, akuntabel dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Tata kelola bukan hanya persoalan administrasi internal.Di dalamnya terdapat bagaimana perusahaan menyusun perencanaan, mengelola anggaran, mengambil keputusan, mengembangkan sumber daya manusia, melakukan investasi, mengelola aset, memberikan pelayanan kepada pelanggan, hingga mempertanggungjawabkan kinerja perusahaan kepada pemilik dan masyarakat.
Sebagai BUMD, Perumda Air Minum Tirta Intan memiliki dua tanggung jawab yang harus berjalan secara seimbang,di satu sisi perusahaan harus menjaga keberlanjutan usaha dan kesehatan perusahaan. Di sisi lain perusahaan juga mempunyai fungsi pelayanan publik yang tidak dapat dilepaskan dari keberadaannya.
Keseimbangan tersebut menjadi tantangan tersendiri.
Perusahaan harus mampu mengelola sumber daya secara efisien agar kegiatan operasional dapat berjalan berkelanjutan. Namun pada saat yang sama, pelayanan kepada masyarakat harus tetap menjadi orientasi utama.
Transparansi Menjadi Bagian Penting
Dalam pengelolaan perusahaan daerah, transparansi juga menjadi aspek yang semakin penting.Masyarakat sebagai pelanggan memiliki kepentingan untuk mengetahui bagaimana perusahaan menjalankan fungsi pelayanan.
Informasi mengenai pengembangan jaringan, kualitas pelayanan, program peningkatan cakupan, penanganan gangguan, hingga berbagai kebijakan perusahaan menjadi bagian yang relevan bagi publik.
Transparansi bukan berarti seluruh persoalan perusahaan harus dibuka tanpa batas, tetapi informasi yang berkaitan dengan kepentingan pelayanan publik harus dapat dikomunikasikan secara jelas sesuai ketentuan. Dengan komunikasi yang baik, potensi kesalahpahaman antara perusahaan dan pelanggan dapat diminimalkan.
Sebaliknya, ketika informasi mengenai gangguan atau kebijakan pelayanan tidak tersampaikan dengan baik, masyarakat dapat memiliki persepsi yang berbeda mengenai kondisi yang sebenarnya terjadi.
Karena itu, komunikasi publik menjadi salah satu bagian penting dalam membangun hubungan antara Perumda dan pelanggan.
Kualitas Sumber Daya Manusia Juga Menjadi Kunci
Penguatan tata kelola tidak akan berjalan maksimal tanpa dukungan sumber daya manusia.
Karyawan Perumda Air Minum Tirta Intan berada di garis depan pelayanan. Mulai dari petugas teknis di lapangan, pelayanan pelanggan, administrasi, hingga jajaran manajemen, seluruhnya memiliki peran dalam menentukan kualitas pelayanan.
Profesionalitas, kedisiplinan, integritas dan kemampuan bekerja secara cepat menjadi kebutuhan penting dalam menghadapi tuntutan pelayanan masyarakat.
Petugas lapangan, misalnya, harus mampu merespons gangguan teknis dengan cepat. Sementara petugas pelayanan pelanggan dituntut mampu memberikan informasi yang jelas dan membantu pelanggan menyelesaikan persoalan yang dihadapi.
Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia harus berjalan seiring dengan penguatan sistem perusahaan.
Menghadapi Tantangan Air Bersih
Tantangan sektor air minum juga semakin kompleks. Perubahan kondisi lingkungan, pertumbuhan penduduk, perkembangan kawasan permukiman, kebutuhan dunia usaha, hingga kondisi sumber air dapat memengaruhi keberlanjutan pelayanan.
Kabupaten Garut memiliki wilayah geografis yang luas dengan karakteristik wilayah yang beragam. Kondisi tersebut tentunya menghadirkan tantangan tersendiri dalam pengembangan jaringan pelayanan air minum,tidak semua wilayah memiliki kondisi sumber air dan infrastruktur yang sama.
Ada wilayah yang lebih mudah mendapatkan sumber air, sementara wilayah lain membutuhkan investasi infrastruktur dan sistem distribusi yang lebih kompleks.
Dalam situasi tersebut, perencanaan jangka panjang menjadi sangat penting.
Perumda tidak hanya dituntut menyelesaikan persoalan pelayanan hari ini, tetapi juga harus mempersiapkan sistem pelayanan untuk kebutuhan masyarakat di masa mendatang.
Perusahaan Harus Mampu Menjaga Kepercayaan Pelanggan
Kepercayaan pelanggan merupakan salah satu modal penting bagi perusahaan pelayanan publik.Kepercayaan tersebut tidak dibangun hanya melalui slogan atau komunikasi, tetapi melalui pengalaman pelanggan ketika menggunakan layanan.
Ketika air mengalir sesuai kebutuhan, pengaduan ditangani dengan baik, informasi mudah diperoleh, dan gangguan dapat ditangani secara cepat, kepercayaan masyarakat akan tumbuh.Sebaliknya, persoalan pelayanan yang tidak segera mendapatkan penyelesaian dapat menjadi tantangan bagi perusahaan dalam menjaga kepercayaan pelanggan.
Karena itu, memasuki Oktober 2026, penguatan pelayanan dan tata kelola yang disampaikan Direktur Perumda Air Minum Tirta Intan menjadi bagian dari agenda penting perusahaan.
Kinerja Tidak Hanya Diukur dari Angka
Kinerja Perumda Air Minum Tirta Intan ke depan juga tidak semestinya hanya diukur berdasarkan indikator kuantitatif seperti jumlah pelanggan atau pendapatan.
Indikator pelayanan juga perlu menjadi perhatian.
Berapa lama gangguan dapat ditangani, bagaimana kualitas komunikasi kepada pelanggan, seberapa cepat pengaduan direspons, bagaimana kontinuitas distribusi, dan sejauh mana akses masyarakat terhadap air bersih dapat diperluas merupakan bagian dari ukuran keberhasilan pelayanan.
Dengan demikian, pencapaian bisnis dan pencapaian pelayanan harus berjalan beriringan.Perumda sebagai BUMD harus sehat dan berkelanjutan, tetapi kesehatan perusahaan pada akhirnya harus memberikan dampak positif terhadap masyarakat.
Momentum Evaluasi Menjelang Akhir Tahun
Oktober juga menjadi momentum penting karena tahun anggaran 2026 memasuki periode akhir.
Berbagai program yang telah direncanakan sejak awal tahun perlu dievaluasi. Program mana yang telah berjalan, mana yang masih membutuhkan percepatan, dan mana yang perlu dilakukan penyesuaian menjadi bagian penting dalam evaluasi manajemen.
Evaluasi tersebut tidak hanya diperlukan untuk mengetahui capaian, tetapi juga menjadi dasar dalam menyusun strategi pelayanan dan pengembangan perusahaan pada tahun berikutnya. Bagi Perumda Air Minum Tirta Intan, evaluasi menjadi kesempatan untuk memastikan bahwa seluruh sumber daya yang telah digunakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pelayanan dan Tata Kelola Harus Berjalan Bersama
Pada akhirnya, pelayanan optimal dan tata kelola yang kuat merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.Pelayanan yang baik membutuhkan sistem tata kelola yang baik dan sebaliknya, tata kelola yang baik harus dapat terlihat hasilnya dalam bentuk pelayanan yang semakin dirasakan masyarakat.
Karena itu, komitmen Direktur Perumda Air Minum Tirta Intan Garut untuk memperkuat kedua aspek tersebut menjadi penting dalam menghadapi tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi.
“Kami ingin terus melakukan perbaikan. Pelayanan optimal dan tata kelola yang kuat harus berjalan bersama. Keduanya menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan masyarakat kepada Perumda Air Minum Tirta Intan,” kata Dadan.
Memasuki Oktober 2026, tantangan Perumda Air Minum Tirta Intan bukan hanya bagaimana memperluas cakupan pelayanan, tetapi juga bagaimana memastikan setiap pelanggan memperoleh pelayanan yang layak dan profesional.
Pada akhirnya, masyarakat tidak hanya menilai perusahaan dari berbagai program yang diumumkan, tetapi dari apa yang mereka rasakan secara langsung.
Air mengalir, pelayanan responsif, gangguan ditangani, informasi terbuka, jaringan terus diperbaiki, dan tata kelola dapat dipertanggungjawabkan.
Di titik itulah kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah akan terus dibangun. (*)














Leave a Reply