Gerak Cepat Aparat! Pohon Tumbang dan Longsor di Pakenjeng Ditangani, Akses Jalan Kembali Normal dalam Hitungan Jam

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Kesigapan aparat kepolisian kembali terlihat dalam merespons bencana alam yang terjadi di wilayah Kabupaten Garut. Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Pakenjeng pada Selasa malam (05/05/2026) mengakibatkan pohon tumbang dan tanah longsor yang sempat menutup akses jalan provinsi penghubung Pakenjeng – Bungbulang. 

Namun, berkat penanganan cepat dan terkoordinasi, arus lalu lintas berhasil dipulihkan hanya dalam waktu beberapa jam.

Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Lawang Angin, Desa Jayamekar, yang merupakan salah satu titik rawan bencana saat musim hujan tiba. Intensitas hujan yang tinggi sejak sore hingga malam hari menyebabkan kondisi tanah menjadi labil, hingga akhirnya terjadi longsor yang disertai tumbangnya pohon besar ke badan jalan.

Menindaklanjuti laporan dari masyarakat, jajaran Polres Garut bersama Polsek Pakenjeng langsung bergerak cepat menuju lokasi kejadian. Penanganan dipimpin langsung oleh Kapolsek Pakenjeng IPTU H. Muslih Hidayat, S.H., yang turun bersama anggotanya untuk memastikan situasi segera terkendali.

“Begitu kami menerima laporan, kami langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan. Kondisi di lapangan cukup menghambat karena pohon tumbang menutup seluruh badan jalan, ditambah material longsor yang cukup tebal,” ujar IPTU H. Muslih Hidayat di lokasi kejadian.

Dalam upaya membuka kembali akses jalan, petugas segera melakukan pemotongan pohon tumbang menggunakan mesin chainsaw. Proses evakuasi dilakukan secara hati-hati mengingat kondisi medan yang licin serta potensi longsor susulan. Di sisi lain, personel kepolisian juga melakukan pengaturan arus lalu lintas guna mencegah kemacetan panjang dari kedua arah.

Tidak hanya aparat kepolisian, penanganan ini juga melibatkan petugas dari PU Binamarga Provinsi serta masyarakat setempat yang turut membantu proses pembersihan. Sinergi antar berbagai pihak ini menjadi kunci utama dalam mempercepat proses evakuasi.

Sekitar pukul 22.45 WIB, akses jalan sudah mulai dapat dilalui kendaraan, meskipun masih dilakukan pembersihan lanjutan. Selanjutnya, pada pukul 23.00 WIB, alat berat milik Koperasi Albayinah dikerahkan untuk mengangkut sisa material longsor yang menumpuk di badan jalan.

Dengan kerja sama yang solid dan koordinasi yang baik, seluruh material longsor akhirnya berhasil dibersihkan. Tepat pada pukul 24.00 WIB, arus lalu lintas dinyatakan kembali normal tanpa hambatan, sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan seperti biasa.

Kapolsek Pakenjeng mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan kejadian tersebut, khususnya masyarakat yang sigap memberikan informasi serta turut membantu di lapangan.

“Kami sangat mengapresiasi kerja sama semua pihak, baik dari instansi terkait maupun masyarakat. Ini adalah bentuk nyata kebersamaan dalam menghadapi bencana,” tambahnya.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu. Wilayah Pakenjeng dan sekitarnya diketahui memiliki sejumlah titik rawan longsor dan pohon tumbang, sehingga diperlukan perhatian ekstra dari semua pihak.

“Jika terjadi hujan dengan intensitas tinggi dalam waktu lama, kami sarankan masyarakat untuk menghindari daerah rawan longsor dan segera melaporkan apabila terjadi kejadian serupa agar dapat ditangani dengan cepat,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan dan kolaborasi antar elemen sangat penting dalam menghadapi potensi bencana alam, khususnya di wilayah dengan kontur geografis perbukitan seperti Garut. Berkat respons cepat aparat dan dukungan masyarakat, dampak yang lebih besar berhasil dicegah, serta akses vital masyarakat dapat segera dipulihkan. (Wawan Sutiawan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *