Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

Dirut PDAM Tirta Intan Garut Dr. H. Dadan Hidayatuloh Tegaskan Pelayanan Publik dan Keuntungan Perusahaan Harus Berimbang

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Direktur Utama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Intan Kabupaten Garut, Dr. H. Dadan Hidayatuloh, M.I.Pol., menegaskan bahwa pelayanan publik dan keuntungan perusahaan harus berjalan secara berimbang. Menurutnya, sebagai perusahaan daerah yang bergerak dalam penyediaan air bersih, PDAM memiliki tanggung jawab besar untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat sekaligus menjaga keberlangsungan operasional perusahaan.

Pernyataan tersebut disampaikan Dr. H. Dadan Hidayatuloh saat diwawancarai awak media melalui sambungan WhatsApp miliknya, Senin (19/10/2026). Dalam keterangannya, ia menekankan pentingnya menempatkan kepentingan masyarakat sebagai bagian utama dari pengelolaan perusahaan tanpa mengesampingkan aspek kesehatan keuangan dan keberlanjutan usaha.

Menurut Dadan, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh dipandang semata-mata sebagai kegiatan bisnis. Sebab, air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang berkaitan langsung dengan kehidupan sehari-hari, kesehatan keluarga, aktivitas rumah tangga, hingga kegiatan ekonomi masyarakat.

Karena itu, PDAM sebagai perusahaan daerah memiliki tanggung jawab untuk memastikan bahwa pelayanan yang diberikan dapat memenuhi kebutuhan pelanggan secara optimal, dengan tetap memperhatikan kemampuan perusahaan dalam menjalankan operasionalnya.

“Pelayanan publik dan keuntungan perusahaan harus berimbang. Jadi, kami berikan pelayanan yang optimal agar publik tidak merasa dirugikan,” ujar Direktur Utama PDAM Tirta Intan Garut.

Pernyataan itu menegaskan bahwa orientasi perusahaan daerah tidak semestinya hanya bertumpu pada pencapaian keuntungan. Di sisi lain, keberlangsungan finansial juga tetap diperlukan agar perusahaan mempunyai kemampuan untuk memelihara infrastruktur, memperbaiki jaringan distribusi, meningkatkan kualitas pelayanan, dan memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat secara berkelanjutan.

Pelayanan Publik Harus Menjadi Prioritas

Sebagai penyedia layanan air bersih, PDAM Tirta Intan Garut berada pada posisi yang sangat dekat dengan kepentingan masyarakat. Kualitas pelayanan perusahaan dapat dirasakan langsung oleh pelanggan melalui kelancaran distribusi air, kestabilan pasokan, kecepatan penanganan gangguan, hingga kualitas komunikasi ketika terjadi persoalan teknis.

Bagi masyarakat, air bersih bukan sekadar komoditas yang dibeli setiap bulan. Air merupakan kebutuhan pokok yang harus tersedia untuk menunjang berbagai aktivitas, mulai dari memasak, mandi, mencuci, membersihkan lingkungan, hingga mendukung kegiatan usaha.

“Oleh sebab itu, setiap berbagai kebijakan perusahaan yang berkaitan dengan pelayanan harus mempertimbangkan dampaknya terhadap pelanggan,” kata Dadan.

Pelayanan yang optimal bukan hanya ditunjukkan melalui pernyataan atau program kerja, melainkan juga harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang dapat dirasakan masyarakat. Ketika terjadi gangguan distribusi, misalnya, pelanggan membutuhkan informasi yang jelas mengenai penyebab gangguan, wilayah terdampak, serta langkah penanganan yang dilakukan perusahaan.

Begitu pula ketika masyarakat menyampaikan pengaduan, diperlukan mekanisme pelayanan yang responsif agar setiap persoalan dapat ditindaklanjuti secara tepat.

Dalam hal ini, keterbukaan informasi dan komunikasi yang baik antara perusahaan dengan pelanggan menjadi salah satu unsur penting dalam membangun kepercayaan publik.

“Komitmen pelayanan optimal yang disampaikan Direktur Utama PDAM Tirta Intan Garut diharapkan dapat menjadi landasan bagi peningkatan kualitas pelayanan secara berkelanjutan, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima layanan, tetapi juga memperoleh kepastian mengenai hak dan kewajibannya sebagai pelanggan,” terangnya.

Keuntungan Perusahaan Bukan Satu-satunya Ukuran Keberhasilan

Dalam menjalankan usaha, perusahaan daerah tentu membutuhkan pendapatan yang memadai untuk membiayai seluruh kegiatan operasional. Pendapatan tersebut diperlukan untuk mendukung pemeliharaan instalasi pengolahan air, perawatan jaringan perpipaan, pengadaan peralatan teknis, pembayaran biaya operasional, serta berbagai kebutuhan lain yang berkaitan dengan pelayanan.

Namun, sebagai badan usaha yang memiliki fungsi pelayanan publik, keberhasilan PDAM tidak seharusnya hanya diukur berdasarkan besarnya keuntungan yang diperoleh.

“Ada tanggung jawab sosial dan pelayanan yang harus berjalan beriringan dengan pengelolaan keuangan perusahaan. Keduanya perlu ditempatkan dalam kerangka kebijakan yang terukur, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Apabila perusahaan hanya berorientasi pada keuntungan tanpa memperhatikan mutu pelayanan, kepercayaan pelanggan berpotensi menurun. Sebaliknya, apabila pelayanan dijalankan tanpa perencanaan keuangan yang baik, kemampuan perusahaan untuk mempertahankan dan meningkatkan kualitas layanan juga dapat terganggu.

Karena itu, keseimbangan yang disampaikan Dadan menjadi prinsip penting dalam pengelolaan perusahaan daerah.

Perusahaan harus mampu mengelola pendapatan dan pengeluaran secara efisien, sekaligus memastikan bahwa keputusan bisnis tidak mengabaikan kepentingan masyarakat yang bergantung pada layanan air bersih.

Dengan pengelolaan yang profesional, keuntungan perusahaan dapat menjadi salah satu penopang untuk meningkatkan kualitas pelayanan, bukan justru menjadi tujuan yang mengesampingkan kebutuhan pelanggan.

Transparansi dan Akuntabilitas Menjadi Bagian Penting

Selain kualitas pelayanan, transparansi dan akuntabilitas juga menjadi unsur yang tidak dapat dipisahkan dari tata kelola perusahaan daerah.

Masyarakat sebagai pelanggan memiliki kepentingan untuk memperoleh informasi yang jelas mengenai pelayanan, mekanisme pengaduan, kebijakan tarif sesuai ketentuan, serta penanganan berbagai gangguan yang memengaruhi distribusi air bersih.

Keterbukaan informasi dapat membantu mengurangi kesalahpahaman antara perusahaan dan pelanggan. Ketika perusahaan menyampaikan informasi secara jelas dan mudah dipahami, masyarakat akan memiliki gambaran yang lebih baik mengenai kondisi pelayanan serta langkah yang sedang dilakukan untuk mengatasi permasalahan.

Di sisi lain, perusahaan juga perlu memiliki sistem evaluasi yang terukur untuk mengetahui sejauh mana pelayanan yang diberikan telah memenuhi kebutuhan pelanggan.

Evaluasi tersebut dapat mencakup kecepatan penanganan pengaduan, tingkat gangguan distribusi, kualitas air sesuai standar yang berlaku, serta efektivitas pemeliharaan jaringan.

“Indikator-indikator tersebut penting agar komitmen pelayanan optimal dapat diterjemahkan menjadi target kerja yang nyata dan dapat dievaluasi secara berkala.

Dengan demikian, masyarakat dapat menilai kinerja perusahaan berdasarkan hasil pelayanan, bukan semata-mata berdasarkan janji atau pernyataan pejabat perusahaan,” ucap Dadan.

Respons terhadap Keluhan Pelanggan Perlu Terus Diperkuat

Dalam pelayanan air bersih, keluhan pelanggan merupakan bagian yang perlu ditangani secara serius. Gangguan distribusi, kebocoran jaringan, aliran air yang tidak lancar, maupun persoalan administrasi dapat memengaruhi aktivitas masyarakat apabila tidak ditangani dengan baik.

Setiap pengaduan yang disampaikan pelanggan seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi perusahaan untuk mengetahui titik-titik pelayanan yang membutuhkan perbaikan.

Penanganan pengaduan yang baik juga membutuhkan koordinasi antara petugas pelayanan, bagian teknis, dan unit kerja terkait. Dengan mekanisme yang jelas, laporan masyarakat dapat diterima, diverifikasi, ditindaklanjuti, dan dipantau penyelesaiannya.

Tidak kalah penting, pelanggan perlu mendapatkan penjelasan yang wajar apabila penanganan suatu gangguan membutuhkan waktu. Komunikasi semacam ini dapat membantu menjaga kepercayaan masyarakat sekaligus menunjukkan keseriusan perusahaan dalam menangani persoalan yang terjadi.

Bagi PDAM Tirta Intan Garut, penguatan sistem pengaduan dan peningkatan respons terhadap pelanggan dapat menjadi salah satu langkah untuk mendukung komitmen pelayanan optimal yang disampaikan direksi.

“Pelayanan yang baik pada akhirnya bukan hanya mengenai bagaimana perusahaan menyediakan air, melainkan juga bagaimana perusahaan hadir ketika pelanggan menghadapi persoalan,” ungkapnya.

Menjaga Kepercayaan Masyarakat terhadap Perusahaan Daerah

Kepercayaan masyarakat merupakan modal penting bagi perusahaan yang menjalankan fungsi pelayanan publik. Kepercayaan tersebut dibangun melalui konsistensi, profesionalisme, keterbukaan, serta kemampuan perusahaan memenuhi tanggung jawabnya.

Masyarakat tentu berharap agar biaya yang dikeluarkan sebagai pelanggan sebanding dengan kualitas pelayanan yang diterima. Harapan tersebut wajar karena air bersih merupakan kebutuhan mendasar dan keberadaan PDAM berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat luas.

Oleh sebab itu, peningkatan pelayanan perlu dilakukan secara berkesinambungan dengan mempertimbangkan kondisi infrastruktur, kemampuan operasional, kebutuhan pelanggan, serta perencanaan pengembangan perusahaan.

Perusahaan juga perlu terus beradaptasi dengan berbagai tantangan, seperti pertumbuhan kebutuhan air, kondisi sumber air baku, pemeliharaan jaringan yang telah beroperasi, serta kebutuhan investasi untuk meningkatkan kapasitas pelayanan.

Berbagai tantangan tersebut membutuhkan perencanaan yang matang dan pengelolaan yang bertanggung jawab. Keputusan perusahaan harus didasarkan pada kebutuhan nyata, perhitungan yang cermat, serta orientasi jangka panjang. Dalam konteks itulah, keseimbangan antara pelayanan publik dan keuntungan perusahaan menjadi semakin relevan.

Keuntungan yang dikelola dengan baik dapat mendukung investasi dan perbaikan layanan. Sementara itu, pelayanan yang berkualitas akan membantu mempertahankan kepercayaan pelanggan dan memperkuat keberlangsungan perusahaan.

Komitmen Harus Dibuktikan melalui Kinerja Nyata

Pernyataan Direktur Utama PDAM Tirta Intan Garut mengenai pentingnya keseimbangan antara pelayanan publik dan keuntungan perusahaan menjadi pengingat bahwa pengelolaan badan usaha milik daerah membutuhkan tanggung jawab yang tidak ringan.

Di satu sisi, perusahaan harus mampu menjaga efisiensi dan kesehatan keuangan. Di sisi lain, perusahaan tidak boleh kehilangan orientasi utamanya dalam memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai mandat dan ketentuan yang berlaku.

Karena itu, komitmen pelayanan optimal perlu diterjemahkan ke dalam program kerja yang jelas, standar pelayanan yang terukur, sistem pengaduan yang responsif, serta evaluasi berkala terhadap kinerja seluruh unit pelayanan.

Direksi juga memiliki peran penting dalam memastikan bahwa kebijakan perusahaan diterapkan secara konsisten, mulai dari tingkat manajemen hingga petugas yang berhadapan langsung dengan pelanggan.

Keberhasilan kebijakan tersebut pada akhirnya akan terlihat dari manfaat yang dirasakan masyarakat, termasuk peningkatan keandalan pasokan air, perbaikan penanganan gangguan, serta semakin mudahnya pelanggan memperoleh informasi dan menyampaikan pengaduan.

Dengan demikian, keseimbangan antara pelayanan publik dan keuntungan perusahaan bukan sekadar persoalan keuangan, melainkan juga menyangkut kualitas tata kelola, tanggung jawab sosial, dan kepercayaan masyarakat.

“Pada akhirnya, ukuran keberhasilan PDAM Tirta Intan Garut tidak hanya terletak pada kemampuan perusahaan menjaga keberlangsungan usaha, tetapi juga pada sejauh mana pelayanan yang diberikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara adil, profesional, dan bertanggung jawab,” tutup Dadan.

Komitmen yang disampaikan Dr. H. Dadan Hidayatuloh tersebut diharapkan menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan air bersih bagi masyarakat Kabupaten Garut. Sebab, perusahaan daerah yang dikelola dengan baik adalah perusahaan yang mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan bisnis dan hak masyarakat untuk memperoleh pelayanan publik yang layak. (DIX)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *