![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Dedikasi dalam menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat membutuhkan komitmen, ketulusan, serta semangat pengabdian yang tidak mudah luntur. Prinsip itulah yang menjadi pesan Camat Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Galih Mawariz Suryana, S.E., S.I.P., M.Si., dalam menjalankan amanahnya sebagai pelayan masyarakat.
Bagi Galih, bekerja bukan sekadar memenuhi kewajiban jabatan atau menjalankan rutinitas birokrasi. Lebih dari itu, pekerjaan merupakan bentuk tanggung jawab moral dan pengabdian yang harus dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, penuh keikhlasan, serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Ia menekankan pentingnya memadukan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tangkas dalam setiap pelaksanaan tugas. Ketiga prinsip tersebut dinilai menjadi fondasi penting untuk menghadirkan pelayanan publik yang responsif, efektif, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tangkas tanpa pamrih dan tak kenal lelah. Semua itu saya lakukan lillah karena Allah, bukan karena pencitraan semata,” ujar Camat Cibalong, Galih Mawariz Suryana saat di wawancarai awak media melalui sambungan Whatsapp miliknya, Rabu (21/10/2026).
Pengabdian Bukan Sekadar Jabatan
Dalam menjalankan roda pemerintahan di tingkat kecamatan, seorang camat dituntut mampu menjadi penggerak pelayanan publik, menjembatani kebutuhan masyarakat, sekaligus mendorong koordinasi dengan pemerintah desa dan berbagai unsur terkait.
Tanggung jawab tersebut tentu tidak cukup hanya dijalankan melalui instruksi atau kegiatan formal di kantor. Diperlukan kepekaan sosial, kemauan mendengarkan aspirasi warga, serta keberanian mengambil langkah nyata untuk membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan.
Prinsip kerja tanpa pamrih yang disampaikan Galih mengandung pesan bahwa pelayanan kepada masyarakat seharusnya tidak bergantung pada pujian, popularitas, ataupun kepentingan membangun citra pribadi.
Sebaliknya, keberhasilan seorang pejabat publik semestinya diukur melalui kualitas pelayanan, penyelesaian persoalan masyarakat, dan manfaat nyata yang dapat dirasakan oleh warga.
Bekerja dengan niat ibadah atau lillah juga menempatkan keikhlasan sebagai landasan moral dalam menjalankan amanah. Dengan prinsip tersebut, setiap tugas diharapkan dapat dilaksanakan secara bertanggung jawab, baik ketika mendapat perhatian publik maupun saat tidak ada sorotan.
Kerja Keras Harus Berbuah Manfaat bagi Masyarakat
Kerja keras menunjukkan kesungguhan dalam menjalankan tugas. Kerja cerdas menuntut kemampuan mencari solusi yang tepat, efisien, dan sesuai kebutuhan. Sementara itu, kerja tangkas mencerminkan kesiapan bertindak secara cepat dan tepat dalam merespons persoalan yang dihadapi masyarakat.
Ketiganya harus berjalan beriringan agar pelayanan pemerintahan tidak terjebak dalam formalitas administrasi semata.
Di tingkat kecamatan, persoalan masyarakat dapat beragam, mulai dari pelayanan administrasi, persoalan sosial, kebutuhan pendidikan, hingga koordinasi penanganan berbagai masalah di lingkungan desa. Karena itu, kehadiran pemerintah yang tanggap dan berorientasi pada solusi menjadi kebutuhan penting.
Semangat pengabdian juga perlu diwujudkan melalui kerja sama dengan perangkat kecamatan, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta berbagai unsur lainnya. Dengan kolaborasi yang baik, upaya menyelesaikan persoalan warga dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan.
Menjauhkan Pengabdian dari Pencitraan
Pernyataan Galih mengenai pengabdian yang dilakukan bukan demi pencitraan menjadi pengingat bahwa kepercayaan masyarakat tidak dapat dibangun hanya melalui kata-kata atau penampilan di hadapan publik.
Kepercayaan tumbuh dari konsistensi antara ucapan dan tindakan, keterbukaan dalam pelayanan, serta kesungguhan menyelesaikan persoalan yang menjadi tanggung jawab pemerintah.
“Ya adanya sebuah kepercayaan dari berbagai elemen masyarakat,itu tumbuh dari konsisten antara ucapan dan tindakan keterbukaan dalam memberikan pelayanan, serta kesungguhan dalam menyelesaikan persoalan yang menjadi tanggung jawab kita sebagai pemerintah,”jelasnya.
Dalam konteks tersebut, ketulusan bekerja perlu dibuktikan melalui hasil yang terukur. Masyarakat berhak mendapatkan pelayanan yang adil, mudah diakses, dan tidak diskriminatif, tanpa memandang latar belakang sosial maupun kondisi ekonomi.
Sikap tidak kenal lelah juga harus berjalan seiring dengan profesionalisme, kepatuhan terhadap aturan, serta penggunaan kewenangan secara bertanggung jawab. Dengan demikian, semangat pengabdian dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan terhadap institusi pemerintahan.
Amanah Harus Dijaga dengan Ketulusan
Menjadi pejabat publik merupakan amanah yang membawa tanggung jawab besar. Setiap kebijakan, keputusan, dan pelayanan yang diberikan harus senantiasa mempertimbangkan kepentingan masyarakat serta ketentuan yang berlaku.
“Memang menjadi seorang pejabat publik merupakan amanah yang membawa tanggung jawab besar. Oleh karenanya, setiap kebijakan,keputusan dan pelayanan yang diberikan harus senantiasa mempertimbangkan kepentingan masyarakat serta ketentuan yang berlaku,” ucap Galih.
Pesan Camat Cibalong tersebut menggarisbawahi pentingnya menjadikan keikhlasan sebagai landasan bekerja, tanpa mengabaikan profesionalisme dan hasil nyata yang harus dicapai.
Pada akhirnya, pengabdian yang tulus bukan hanya tentang seberapa keras seseorang bekerja atau seberapa sering ia hadir di tengah masyarakat, melainkan juga tentang sejauh mana pekerjaannya membawa perubahan positif bagi kehidupan warga.
Semangat kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tangkas yang disertai niat ibadah diharapkan menjadi motivasi bagi aparatur pemerintahan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, menjaga integritas, dan menempatkan kepentingan masyarakat sebagai prioritas utama.
“Sebab, jabatan adalah amanah, pelayanan adalah kewajiban, dan ketulusan dalam bekerja harus dibuktikan melalui tindakan serta manfaat nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.
Catatan redaksi. Pada akhirnya, pengabdian seorang pejabat publik tidak cukup diukur dari kata-kata, tetapi harus dibuktikan melalui kerja nyata dan manfaat yang dirasakan masyarakat. Semangat kerja keras, kerja cerdas, dan kerja tangkas yang digaungkan Camat Cibalong Galih Mawariz Suryana diharapkan menjadi komitmen berkelanjutan dalam menghadirkan pelayanan yang responsif, transparan, dan berpihak kepada rakyat. Sebab, kepercayaan publik lahir dari tindakan nyata, bukan sekadar pencitraan. (DIX)












Leave a Reply