![]()
Bekasi,TRIBUNPRIBUMI.com – Gelombang pesta demokrasi tingkat desa mulai terasa kian menguat di Desa Bojongsari, Kecamatan Kedungwaringin. Menjelang pelaksanaan pemilihan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) pada 23 Mei 2026, dinamika politik lokal menunjukkan geliat yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
Desa Bojongsari yang memiliki jumlah penduduk sekitar 7.000 jiwa berdasarkan sensus 2023, kini berada dalam fase krusial untuk menentukan arah representasi masyarakat dalam lembaga BPD. Lembaga ini memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah desa sekaligus pengawas jalannya kebijakan, termasuk penyaluran aspirasi warga.
Pemilihan tahun ini dipastikan berlangsung kompetitif. Sebanyak 15 kandidat dari tiga dusun resmi ikut ambil bagian dalam kontestasi. Masing-masing dusun mengirimkan lima calon terbaiknya untuk memperebutkan mandat rakyat.
Peta Kekuatan Suara
Persaingan antar kandidat tidak lepas dari peta kekuatan pemilih di masing-masing wilayah.
Dusun 1 dengan sekitar 1.600 pemilih
Dusun 2 dengan sekitar 2.200 pemilih
Dusun 3 sebagai basis terbesar dengan sekitar 3.200 pemilih
Dengan komposisi tersebut, setiap kandidat dituntut untuk mampu membangun komunikasi yang efektif, sekaligus menawarkan gagasan yang konkret dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
Oman, Representasi Energi Muda
Di tengah ketatnya persaingan, muncul satu nama yang cukup menyita perhatian publik, khususnya di Dusun 2, yakni Rohman, yang akrab disapa Oman.
Pria kelahiran Bekasi, 28 Maret 1994 ini hadir sebagai representasi generasi muda yang berani mengambil peran dalam pembangunan desa. Dengan usia yang relatif muda, Oman tidak sekadar mengandalkan semangat, tetapi juga membawa gagasan yang dinilai relevan dengan kondisi masyarakat saat ini.
Keputusan Oman untuk maju dalam pemilihan BPD bukan tanpa alasan. Ia mengaku terpanggil untuk berkontribusi lebih jauh dalam mengawal aspirasi masyarakat yang selama ini kerap tidak tersampaikan secara optimal.
“Saya ingin memastikan bahwa suara masyarakat tidak hanya didengar saat momentum pemilihan saja, tetapi terus dikawal hingga menjadi kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya,” ungkap Oman saat di wawancarai awak media, Minggu (03/05/2026).
Visi Besar untuk Bojongsari
Dalam kontestasi ini, Oman mengusung visi besar:
“Mewujudkan Desa Bojongsari yang Mandiri, Sejahtera, Demokratis, Transparan, dan Pengawasan Aspiratif.”
Visi tersebut tidak sekadar menjadi slogan, tetapi diterjemahkan ke dalam langkah-langkah konkret yang menyasar kebutuhan mendasar masyarakat desa.
Menurut Oman, kunci utama pembangunan desa yang berkelanjutan adalah keterlibatan aktif masyarakat serta transparansi dalam pengelolaan program dan anggaran desa.
Misi: Aspirasi Warga sebagai Prioritas
Untuk mewujudkan visinya, Oman menyiapkan sejumlah misi utama yang menjadi fondasi perjuangannya:
1. Optimalisasi Penyerapan Aspirasi
Oman berkomitmen membuka ruang komunikasi seluas-luasnya bagi masyarakat. Ia ingin memastikan setiap suara warga, baik berupa kritik maupun saran, dapat terakomodasi dengan baik.
2. Menjadi Jembatan yang Efektif
Sebagai calon anggota BPD, Oman menempatkan dirinya sebagai penghubung antara masyarakat dan pemerintah desa. Ia menilai, selama ini masih terdapat kesenjangan komunikasi yang perlu diperbaiki.
3. Mengawal Transparansi dan Akuntabilitas
Salah satu fokus utama Oman adalah memastikan penggunaan anggaran desa berjalan secara terbuka, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
BPD Bukan Sekadar Formalitas
Oman menegaskan bahwa keberadaan BPD seharusnya tidak hanya menjadi pelengkap struktur pemerintahan desa. Lebih dari itu, BPD harus mampu menjalankan fungsi kontrol yang efektif terhadap kebijakan desa.
Ia menilai, pengawasan yang kuat dan aspiratif akan berdampak langsung pada kualitas pembangunan serta kesejahteraan masyarakat.
Antusiasme Warga Meningkat
Seiring semakin dekatnya hari pemilihan, antusiasme warga Bojongsari pun terus meningkat. Diskusi-diskusi ringan di tingkat masyarakat mulai ramai membahas figur-figur calon yang dianggap layak mewakili suara mereka.
Fenomena ini menjadi indikasi positif bahwa kesadaran politik masyarakat desa semakin berkembang. Warga tidak lagi sekadar memilih, tetapi mulai mempertimbangkan visi, misi, serta rekam jejak para kandidat.
Momentum Menentukan Arah Desa
Pemilihan BPD kali ini menjadi momentum penting bagi Desa Bojongsari untuk menentukan arah pembangunan ke depan. Kehadiran figur muda seperti Oman dinilai mampu membawa perspektif baru dalam tata kelola pemerintahan desa.
Dengan semangat, gagasan, serta komitmen yang ditawarkan, Oman menjadi salah satu kandidat yang patut diperhitungkan dalam kontestasi ini.
Namun demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan masyarakat. Pada 23 Mei 2026 mendatang, warga Bojongsari akan menentukan pilihan mereka di bilik suara.
Apakah energi muda dan visi perubahan yang dibawa Oman mampu memenangkan hati pemilih? Ataukah kandidat lain yang akan keluar sebagai pemenang?
Semua akan terjawab dalam pesta demokrasi desa yang semakin dekat di depan mata. (Mardani Lubis)
