Mediasi Warga dan PT Gotion Berbuah Komitmen: 70 Persen Tenaga Kerja dari Lokal Saat Produksi Penuh

Loading

Bogor,TRIBUNPRIBUMI.com – Polemik tenaga kerja antara warga dan PT Gotion Green Energy Solutions Indonesia di Kecamatan Klapanunggal akhirnya menemui titik terang pada Selasa (05/05/2026). Melalui forum mediasi yang berlangsung terbuka dan kondusif, perusahaan menyampaikan komitmen terkait penyerapan tenaga kerja lokal.

Pertemuan tersebut dihadiri Perwakilan Perusahaan Iwan Setiawan, Kepala Desa Klapanunggal Ade Endang Saripudin, BPD, Ketua Karang Taruna Klapanunggal, Tokoh Masyarakat, serta perwakilan warga yang terdampak.

Dalam forum itu, warga secara tegas meminta agar perusahaan memberikan prioritas kepada tenaga kerja lokal, seiring dengan harapan agar keberadaan industri mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Menanggapi hal tersebut, perwakilan HRD PT Gotion Green Energy Solutions Indonesia, Iwan Setiawan, menyampaikan bahwa saat ini perusahaan masih dalam tahap pengembangan.

“Untuk saat ini, kami baru bisa mengakomodir sekitar 30 persen tenaga kerja dari wilayah Klapanunggal. Namun, ketika perusahaan sudah mulai produksi secara penuh, kami menargetkan 65 hingga 70 persen tenaga kerja berasal dari masyarakat sekitar,” tegas Iwan.

Ia menambahkan, proses rekrutmen dilakukan secara bertahap, transparan, serta tetap mengacu pada kebutuhan dan standar kompetensi perusahaan.

Sementara itu, Kepala Desa Ade Endang Saripudin yang akrab disapa Kades Gonon menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya dialog antara warga dan pihak perusahaan.

“Kami berharap komitmen yang telah disampaikan dapat direalisasikan. Prioritas tenaga kerja bagi warga lokal sangat penting agar manfaat keberadaan perusahaan benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemerintah desa akan terus mengawal proses tersebut agar berjalan sesuai harapan warga dan tetap menjaga kondusivitas wilayah.

Di sisi lain, Ketua BPD Arda Wijaya turut menyampaikan harapan masyarakat agar perusahaan memberikan perhatian lebih terhadap peluang kerja bagi warga, termasuk pada posisi non-skill.

“Kami mewakili masyarakat Desa Kelapa Nunggal, bahkan secara umum Kecamatan Klapanunggal, berharap kepada pihak manajemen agar memperhatikan status tenaga kerja, baik PKWT ke depan dapat berpeluang menjadi PKWTT. Selain itu, kami juga memohon kebijakan perusahaan untuk membantu masyarakat pada pekerjaan non-skill, seperti kebersihan atau office boy, yang tidak mensyaratkan pendidikan tinggi,” ujar Arda.

Ia juga berharap ke depan perusahaan dapat terus berkembang dan menjalin sinergi yang baik dengan pemerintah serta masyarakat.

“Kami berharap perusahaan bisa maju, berjalan aman dan nyaman, serta mampu bersinergi dengan pemerintah dan masyarakat sekitar,” tambahnya.

Pernyataan tersebut disambut positif oleh warga yang hadir. Mereka berharap komitmen yang telah disampaikan tidak hanya menjadi wacana, tetapi dapat segera direalisasikan.

Pemerintah setempat pun mengapresiasi jalannya mediasi yang berlangsung kondusif dan menghasilkan kesepahaman bersama. Diharapkan komunikasi antara perusahaan dan masyarakat terus terjalin guna menghindari potensi konflik di masa mendatang.

Dengan adanya kesepahaman ini, diharapkan tercipta hubungan yang harmonis antara perusahaan dan masyarakat serta membuka peluang kerja yang lebih luas bagi warga sekitar di tengah berkembangnya kawasan industri Klapanunggal.(REZZA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *