![]()
Pesona Tak Pernah Pudar, TWA Gunung Papandayan Jadi Magnet Wisatawan: Aminta Kaban Ungkap Rahasianya
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Keindahan alam Gunung Papandayan seolah tak pernah kehilangan daya tariknya. Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) yang berada di Kecamatan Cisurupan ini terus menjadi destinasi unggulan bagi wisatawan dari berbagai daerah. Dalam berbagai momentum, jumlah kunjungan tercatat stabil tinggi bahkan cenderung meningkat, menegaskan posisi Papandayan sebagai salah satu ikon wisata alam paling diminati di Jawa Barat.
Gunung dengan ketinggian 2.665 meter di atas permukaan laut ini menawarkan lanskap yang lengkap dan memikat. Mulai dari kawah aktif, hutan eksotis, padang edelweiss, hingga jalur pendakian yang ramah bagi pemula, semuanya menyatu dalam satu kawasan yang mudah diakses.
Salah satu spot yang tak pernah sepi pengunjung adalah Kawah Ratu. Kawah ini menyuguhkan pemandangan dramatis berupa semburan uap panas dari perut bumi, menciptakan nuansa khas pegunungan vulkanik yang unik. Tak heran jika lokasi ini menjadi favorit wisatawan untuk mengabadikan momen.
Tak kalah menarik, Hutan Mati Papandayan juga menjadi ikon yang selalu memikat perhatian. Sisa letusan besar tahun 1772 ini menghadirkan lanskap pohon-pohon kering tanpa daun yang memberikan kesan artistik sekaligus magis, menjadikannya surga bagi para fotografer dan pecinta alam.

Selain keindahan visual, Papandayan juga menawarkan pengalaman wisata yang beragam. Jalur trekking yang relatif landai memungkinkan berbagai kalangan menikmati perjalanan tanpa harus memiliki kemampuan mendaki tingkat tinggi. Sepanjang jalur, pengunjung disuguhi panorama lembah hijau yang menenangkan serta hamparan bunga edelweiss yang tumbuh alami.
Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana lebih lama, tersedia area camping yang luas dan strategis. Saat malam tiba, udara sejuk pegunungan berpadu dengan langit penuh bintang, menciptakan pengalaman yang sulit dilupakan. Ditambah lagi dengan keberadaan sumber air panas alami yang bisa dimanfaatkan untuk relaksasi setelah aktivitas hiking.
Manajer Pelaksana Harian TWA Gunung Papandayan yang dikelola oleh PT Alam Indah Lestari (AIL) Aminta Kaban, mengungkapkan bahwa tingginya minat wisatawan tidak lepas dari keunggulan Papandayan yang dinilai lengkap dan mudah dijangkau.
“Gunung Papandayan ini punya keunggulan yang tidak dimiliki semua destinasi. Aksesnya mudah, jalurnya ramah untuk pemula, tapi tetap menyajikan panorama yang luar biasa. Itu yang membuat pengunjung terus datang,” ujarnya saat diwawancarai, Minggu (03/05/2026).
Menurutnya, lonjakan pengunjung tidak hanya terjadi saat libur panjang seperti Lebaran, tetapi juga tetap ramai pada akhir pekan bahkan hari biasa. Hal ini menunjukkan bahwa Papandayan telah menjadi destinasi utama bagi masyarakat yang ingin menikmati wisata alam tanpa harus menempuh perjalanan ekstrem.
“Kalau musim liburan, pengunjung bisa mencapai sekitar dua ribu orang per hari. Tapi di luar itu pun tetap ramai. Banyak yang datang hanya untuk hiking singkat atau sekadar menikmati suasana,” jelasnya.

Ia juga menyoroti perubahan tren wisatawan dalam beberapa waktu terakhir. Jika sebelumnya aktivitas berkemah lebih dominan, kini wisatawan cenderung memilih hiking sebagai aktivitas utama.
“Sekarang ini tren-nya lebih ke hiking. Orang datang pagi, menikmati jalur, foto-foto, lalu kembali di hari yang sama. Untuk camping masih ada, tapi tidak sebanyak dulu,” tambahnya.
Fenomena ini menunjukkan bahwa wisata berbasis pengalaman singkat namun berkualitas semakin diminati, terutama oleh masyarakat perkotaan yang memiliki keterbatasan waktu.
Salah satu pengunjung asal Garut, Sugiana, mengaku selalu menemukan pengalaman baru setiap kali berkunjung ke Papandayan.
“Tidak pernah bosan ke sini. Pemandangannya selalu indah, udaranya segar, dan banyak spot menarik. Hutan Mati itu yang paling khas, apalagi kalau cuaca cerah,” tuturnya.
Dengan tingginya angka kunjungan, pengelola terus berupaya menjaga keseimbangan antara pemanfaatan wisata dan kelestarian alam. Edukasi kepada pengunjung untuk menjaga kebersihan, tidak merusak tanaman, serta mematuhi aturan kawasan konservasi terus digencarkan.
Kini, Gunung Papandayan bukan hanya sekadar destinasi wisata, tetapi juga simbol kekayaan alam Garut yang harus dijaga bersama. Dengan pesona yang tak pernah pudar, aksesibilitas yang mudah, serta pengalaman wisata yang lengkap, Papandayan diyakini akan terus menjadi primadona wisata alam di Jawa Barat sekaligus kebanggaan masyarakat Garut di tingkat nasional. (*)
