Direktur PDAM Tirta Intan Garut, Dr. H. Dadan Hidayatulloh, S.Ag., M.I.Pol.: Refleksi Hari Bumi Sedunia, Dorong Kesadaran Kolektif dan Aksi Nyata Selamatkan Lingkungan

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Peringatan Hari Bumi Sedunia yang jatuh setiap 22 April kembali menjadi momentum penting untuk merefleksikan kondisi lingkungan hidup yang kian menghadapi tekanan serius akibat aktivitas manusia. Direktur PDAM Tirta Intan Garut, Dr. H. Dadan Hidayatulloh, S.Ag., M.I.Pol., menegaskan bahwa peringatan ini tidak boleh berhenti pada seremoni semata, melainkan harus diwujudkan dalam langkah nyata yang berkelanjutan.

Dalam keterangannya kepada awak media, Minggu (19/04/2026), Dadan menyampaikan bahwa tantangan lingkungan saat ini semakin kompleks, terutama dalam sektor sumber daya air. Ia menyoroti meningkatnya pencemaran, kerusakan daerah aliran sungai, hingga perubahan iklim yang berdampak langsung terhadap ketersediaan air bersih bagi masyarakat.

“Hari Bumi Sedunia adalah momentum refleksi bersama. Kita diingatkan bahwa bumi yang kita tempati saat ini sedang tidak baik-baik saja. Krisis lingkungan bukan lagi isu masa depan, tetapi sudah kita rasakan hari ini, termasuk dalam penyediaan air bersih,” ujar Dadan.

Sebagai pimpinan perusahaan daerah yang bergerak di sektor pelayanan air minum, Dadan menegaskan bahwa PDAM Tirta Intan Garut memiliki tanggung jawab strategis sekaligus moral dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air. Menurutnya, air bukan sekadar komoditas layanan, melainkan bagian vital dari kehidupan yang harus dilindungi secara bersama-sama.

Ia menjelaskan bahwa tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah menurunnya kualitas dan kuantitas sumber air baku. Hal ini dipicu oleh berbagai faktor, seperti alih fungsi lahan di kawasan hulu, aktivitas pertanian yang tidak ramah lingkungan, serta minimnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

“Kerusakan di wilayah hulu sangat berdampak terhadap kondisi di hilir. Ketika hutan gundul, resapan air berkurang, maka debit air pun menurun. Ditambah lagi pencemaran dari limbah rumah tangga maupun industri, ini menjadi persoalan serius yang harus kita tangani bersama,” paparnya.

Dadan juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian lingkungan. Ia menilai bahwa upaya pelestarian tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah atau PDAM semata, melainkan membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat.

“Kesadaran kolektif adalah kunci. Kita tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada sinergi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, hingga masyarakat di tingkat akar rumput. Semua memiliki peran penting dalam menjaga bumi ini,” tegasnya.

Dalam rangka memperingati Hari Bumi Sedunia, PDAM Tirta Intan Garut juga terus mendorong berbagai program edukasi kepada masyarakat terkait pentingnya konservasi air. Edukasi tersebut mencakup penggunaan air secara bijak, menjaga kebersihan lingkungan, serta pelestarian sumber mata air.

Menurut Dadan, perubahan besar dimulai dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten. Ia mengajak masyarakat untuk mulai dari hal sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan, mengurangi penggunaan air berlebihan, serta ikut menjaga lingkungan sekitar.

“Langkah kecil jika dilakukan bersama-sama akan memberikan dampak besar. Kita harus mulai dari diri sendiri, dari lingkungan keluarga, lalu meluas ke masyarakat. Inilah bentuk aksi nyata yang bisa kita lakukan,” katanya.

Lebih jauh, Dadan juga mengingatkan bahwa keberlanjutan lingkungan merupakan tanggung jawab lintas generasi. Ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan hari ini akan menentukan kondisi bumi di masa depan.

“Kita memiliki tanggung jawab moral kepada generasi mendatang. Jangan sampai mereka mewarisi bumi yang rusak akibat kelalaian kita hari ini. Oleh karena itu, menjaga lingkungan harus menjadi komitmen jangka panjang,” terangnya.

Di sisi lain, PDAM Tirta Intan Garut juga terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan. Berbagai inovasi dan efisiensi dilakukan untuk memastikan distribusi air bersih tetap optimal tanpa merusak ekosistem.

Dadan berharap, melalui momentum Hari Bumi Sedunia, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan semakin meningkat. Ia juga mengajak seluruh pihak untuk tidak hanya berbicara, tetapi benar-benar bertindak demi kelestarian bumi.

“Jangan jadikan Hari Bumi sekadar simbol atau seremoni. Ini adalah panggilan untuk bertindak. Mari kita jaga bumi ini bersama-sama, karena hanya ada satu bumi yang menjadi tempat kita hidup,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *