Diduga Guru Jadi Korban Jalan Rusak, Warga Soroti Perbaikan Setengah Hati di Pasiranjaya

Loading

Tulangbawang,TRIBUNPRIBUMI.com – Kondisi jalan rusak parah di Kampung Pasiranjaya, Kecamatan Denteteladas, Kabupaten Tulangbawang,Lampung kembali memakan korban. Seorang guru MTs Ma’arif Pasiranjaya, Bapak Rohim, diduga menjadi korban kecelakaan akibat infrastruktur jalan yang tak kunjung diperbaiki secara menyeluruh.

Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Hasan Bulan, yang oleh warga setempat dikenal dengan sebutan “Jalan Kobangan Babi” karena kondisi jalannya yang berlubang, becek, dan penuh genangan lumpur. Saat melintas, korban kehilangan kendali akibat jalan yang tidak rata dan akhirnya terjatuh hingga mengalami benturan.

Warga menyebut, kondisi jalan tersebut memang sangat membahayakan, baik bagi pengendara roda dua maupun roda empat. Bahkan, pejalan kaki pun kesulitan melintas karena licin dan dipenuhi batu tajam.

“Kalau hujan makin parah, jalannya seperti kubangan. Mau lewat saja harus ekstra hati-hati,” ujar salah satu warga di lokasi. Rabu, (16/04/2026).

Kecelakaan yang menimpa Bapak Rohim menambah daftar panjang insiden serupa yang terjadi akibat buruknya kondisi jalan poros tersebut. Warga pun mengaku khawatir akan terus adanya korban jika tidak segera dilakukan perbaikan yang serius dan menyeluruh.

Di tengah kondisi itu, upaya perbaikan yang sempat dilakukan justru menuai kritik. Delapan truk batu keriting yang didatangkan dari pihak swasta dan bantuan masyarakat hanya digunakan untuk menimbun satu titik kerusakan saja.

Padahal, berdasarkan kondisi di lapangan, terdapat setidaknya tujuh titik kerusakan parah yang tersebar di sepanjang Jalan Hasan Bulan. Enam titik lainnya hingga kini masih dibiarkan dalam kondisi rusak berat dan membahayakan.

Warga menilai langkah tersebut tidak efektif dan terkesan setengah hati. Mereka mempertanyakan keseriusan dalam penanganan jalan yang menjadi akses utama masyarakat tersebut.

“Perbaikan seperti ini tidak menyelesaikan masalah. Harusnya semua titik diperbaiki, bukan hanya satu saja,” keluh warga lainnya.

Selain itu, penggunaan alat berat seperti excavator dinilai belum maksimal tanpa perencanaan yang matang. Warga berharap perbaikan dilakukan dengan metode yang benar, mulai dari pengurukan hingga pemadatan, agar jalan tidak kembali rusak dalam waktu singkat.

Hingga saat ini, masyarakat mengaku belum melihat adanya langkah konkret dari pemerintah setempat maupun pemerintah kabupaten dalam menangani persoalan tersebut secara menyeluruh.

Kondisi ini memicu kekecewaan warga yang merasa terabaikan. Mereka berharap pemerintah segera turun tangan dan memberikan solusi nyata, bukan sekadar perbaikan sementara.

“Kami butuh jalan yang layak dan aman. Jangan sampai ada korban berikutnya,” tegas warga.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa infrastruktur jalan yang tidak terawat bukan hanya menghambat aktivitas, tetapi juga dapat mengancam keselamatan masyarakat. Warga Pasiranjaya kini menunggu tindakan nyata agar akses jalan mereka bisa kembali aman dan layak dilalui. (TMN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *