Sinergi Petani, Polri,BPP dan Bulog Antarkan Kapoktan Mekarjaya Raih Keberhasilan, Produksi Capai 106 Ton

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Komitmen dalam memperkuat ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui kolaborasi nyata di tingkat daerah. Di Kabupaten Garut, tepatnya di Kampung Cikendal, RT 01 RW 09, Desa Sudalarang, Kecamatan Sukawening, Kelompok Tani (Kapoktan) Mekarjaya berhasil menunjukkan capaian membanggakan dengan menghasilkan produksi hingga 106 ton sejak awal masa tanam hingga panen terakhir.

Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara petani, aparat kepolisian, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP), serta Perum Bulog mampu memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat lokal.

Sejak awal masa tanam, para petani yang tergabung dalam Kapoktan Mekarjaya telah bekerja secara maksimal dalam mengelola lahan pertanian. Mereka memulai dengan proses pengolahan tanah yang matang, memastikan kesuburan lahan tetap terjaga, serta memilih bibit unggul yang sesuai dengan kondisi wilayah. 

Namun tidak hanya itu, penerapan pola tanam yang tepat serta perawatan intensif menjadi kunci dalam menjaga kualitas tanaman hingga masa panen.

Ketua Kapoktan Mekarjaya, Jajang Sumpena, menjelaskan bahwa capaian produksi tersebut tidak lepas dari kerja keras seluruh anggota kelompok yang terus menjaga kekompakan dan semangat gotong royong. Ia menyebutkan bahwa setiap tahapan pertanian dilakukan secara terencana dan terkoordinasi dengan baik.

“Ini bukan hasil kerja satu atau dua orang saja, melainkan hasil kerja bersama seluruh anggota kelompok. Dari awal tanam hingga panen, kami saling bahu-membahu. Dukungan dari berbagai pihak juga sangat membantu kami dalam meningkatkan hasil produksi,” ujar Jajang saat di wawancarai awak media pada. Kamis,(16/04/2026).

Peran aktif aparat kepolisian melalui Kapolsek Sukawening, AKP Budiman Suhardiana, S.H., turut menjadi bagian penting dalam keberhasilan ini. Kehadiran Polri tidak hanya memberikan rasa aman bagi para petani, tetapi juga menjadi bentuk nyata dukungan terhadap program ketahanan pangan. 

Sementara pendampingan yang dilakukan menciptakan hubungan yang harmonis antara aparat dan masyarakat, sekaligus mendorong semangat petani untuk terus produktif.

AKP Budiman Suhardiana menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung kegiatan pertanian masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan. Menurutnya, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.

“Kami dari Polri siap mendukung penuh kegiatan masyarakat yang berdampak positif, termasuk di sektor pertanian. Ketahanan pangan adalah tanggung jawab bersama, dan kami hadir untuk memastikan kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar,” ungkapnya.

Selain itu, Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) juga berperan besar dalam memberikan pendampingan teknis kepada para petani. Para penyuluh secara rutin turun ke lapangan untuk memberikan edukasi mengenai teknik budidaya yang efektif, penggunaan pupuk berimbang, hingga cara pengendalian hama dan penyakit tanaman yang tepat.

Pendampingan tersebut terbukti mampu meningkatkan kapasitas petani dalam mengelola lahan secara lebih profesional. Para petani tidak hanya mengandalkan pengalaman, tetapi juga mulai menerapkan pengetahuan modern dalam kegiatan pertanian mereka.

Di sisi lain, Perum Bulog menjadi mitra strategis dalam menyerap hasil panen petani. Dengan adanya kepastian pasar, para petani tidak lagi merasa khawatir terhadap fluktuasi harga yang kerap terjadi saat musim panen. Hal ini memberikan rasa aman dan kepastian ekonomi bagi petani, sekaligus mendorong mereka untuk terus meningkatkan produksi.

Sinergi antara Kapoktan Mekarjaya dan Bulog juga menjadi langkah konkret dalam menjaga ketersediaan stok pangan di wilayah Garut. Hasil panen yang terserap dengan baik akan memperkuat cadangan pangan dan membantu menjaga stabilitas harga di pasaran.

Capaian produksi sebesar 106 ton yang diraih Kapoktan Mekarjaya bukan hanya angka semata, melainkan simbol keberhasilan kolaborasi lintas sektor. Keberhasilan ini juga menunjukkan bahwa dengan pendampingan yang tepat dan kerja sama yang solid, sektor pertanian mampu berkembang secara signifikan.

Namun demikian, perjalanan menuju keberhasilan tersebut tidak lepas dari berbagai tantangan. Para petani harus menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu, potensi serangan hama, serta keterbatasan sarana dan prasarana pertanian. Meski begitu, berkat kerja sama yang kuat dan dukungan dari berbagai pihak, tantangan tersebut dapat diatasi dengan baik.

Ke depan, Kapoktan Mekarjaya berencana untuk terus meningkatkan kapasitas produksi dengan memanfaatkan teknologi pertanian yang lebih modern, seperti penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) dan penerapan sistem pertanian berbasis inovasi. Selain itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pelatihan dan pendampingan juga menjadi fokus utama.

Jajang Sumpena menyampaikan harapannya agar sinergi yang telah terjalin dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan. Ia optimistis bahwa dengan dukungan berkelanjutan dari pemerintah, Polri, BPP, dan Bulog, Kapoktan Mekarjaya dapat menjadi contoh bagi kelompok tani lainnya.

“Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut. Dengan kebersamaan, kami yakin bisa meningkatkan produksi lebih besar lagi ke depan dan memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan, khususnya di Kabupaten Garut,” pungkasnya.

Keberhasilan Kapoktan Mekarjaya ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam membangun kolaborasi yang kuat antara petani dan berbagai stakeholder. Dengan semangat gotong royong dan dukungan lintas sektor, upaya mewujudkan ketahanan pangan yang mandiri dan berkelanjutan bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai. (DIX)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *