Direktur PDAM Tirta Intan Garut, Dr. H. Dadan Hidayatulloh: Upaya Tekan Kemiskinan Ekstrem, Wujud Nyata Kepedulian dengan Salurkan Bantuan Sosial untuk Warga Jayawaras

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Dalam upaya menekan angka kemiskinan ekstrem di Kabupaten Garut terus digencarkan melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satu langkah nyata ditunjukkan oleh Perumda Air Minum Tirta Intan Garut yang menyalurkan bantuan sosial kepada Novi Megawati, warga Kampung Astana Hilir RT 001/RW 008, Kelurahan Jayawaras, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Bantuan tersebut disalurkan sebagai bagian dari program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan daerah, yang difokuskan untuk membantu masyarakat kategori rentan, khususnya mereka yang masuk dalam kelompok desil 1 atau tingkat kesejahteraan paling rendah.

Direktur PDAM Tirta Intan Garut, Dr. H. Dadan Hidayatulloh, S.Ag., M.I.Poll.,dirinya  menegaskan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kepedulian sosial perusahaan terhadap masyarakat yang membutuhkan.

“Dalam upaya menekan kemiskinan ekstrem tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah saja. Semua pihak harus terlibat, termasuk kami sebagai BUMD. Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama, kami memberikan bantuan sosial kepada Ibu Novi Megawati,” ujar Dadan saat penyaluran bantuan. Rabu, (15/04/2026).

Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan berupa perbaikan rumah tidak layak huni (rutilahu) senilai Rp6 juta. Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas hunian Novi Megawati yang sebelumnya dinilai kurang layak untuk ditempati.

Menurutnya, program CSR ini tidak hanya sebatas bantuan materi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

“Kami ingin kehadiran Perumda Tirta Intan Garut benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Bantuan ini mungkin tidak besar, tetapi kami berharap dapat memberikan perubahan yang signifikan bagi kehidupan penerima,” jelasnya.

Penyaluran bantuan ini juga merupakan hasil sinergi antara Perumda Tirta Intan Garut dengan Anggota DPRD Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan, serta melibatkan berbagai instansi terkait, seperti Dinas Sosial, Dinas Ketahanan Pangan, pihak kecamatan, hingga pemerintah kelurahan.

Dadan mengungkapkan bahwa bantuan tersebut berawal dari usulan yang disampaikan dalam forum pembahasan pembangunan daerah, yang kemudian ditindaklanjuti oleh pihak perusahaan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial.

“Kami menerima masukan dari berbagai pihak, termasuk anggota dewan. Setelah dilakukan verifikasi, kami menilai bahwa Ibu Novi memang sangat layak menerima bantuan ini,” ungkapnya.

Ia menekankan pentingnya kolaborasi antar stakeholder dalam upaya percepatan penanganan kemiskinan ekstrem. Menurutnya, tanpa kerja sama yang kuat, program bantuan sosial akan sulit menjangkau seluruh masyarakat yang membutuhkan.

“Sinergi adalah kunci. Dengan melibatkan banyak pihak, kita bisa memastikan bahwa bantuan tepat sasaran dan benar-benar berdampak,” katanya.

Sementara itu, Novi Megawati diketahui merupakan seorang ibu yang masuk dalam kategori wanita rawan sosial ekonomi. Ia harus berjuang memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membiayai pendidikan anak-anaknya yang masih duduk di bangku sekolah dasar dan menengah pertama.

Kondisi rumah yang sebelumnya tidak layak huni menjadi salah satu faktor yang memperberat beban hidupnya. Dengan adanya bantuan rutilahu ini, diharapkan Novi dan keluarganya dapat tinggal di tempat yang lebih aman dan nyaman.

Selain bantuan perbaikan rumah, dukungan juga datang dari Dinas Sosial dan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut dalam bentuk bantuan sembako untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar keluarga.

Pemerintah daerah sendiri saat ini tengah fokus pada penanganan masyarakat kategori desil 1 yang jumlahnya mencapai ratusan ribu jiwa. Kelompok ini dinilai sangat rentan terhadap kemiskinan ekstrem, sehingga membutuhkan perhatian dan intervensi serius dari berbagai pihak.

Pendekatan kolaboratif atau pentahelix yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan media menjadi strategi yang terus didorong agar penanganan kemiskinan dapat berjalan lebih efektif.

Dadan berharap, langkah yang dilakukan Perumda Tirta Intan Garut dapat menjadi inspirasi bagi lembaga lain untuk turut ambil bagian dalam membantu masyarakat kurang mampu.

“Kami berharap apa yang kami lakukan ini bisa menjadi pemicu bagi pihak lain untuk ikut berkontribusi. Jika semua bergerak bersama, maka upaya menekan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Garut akan lebih cepat terwujud,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *