Dugaan Tekanan Terhadap Ketua RT di Bekasi, Warga Minta Penanganan Tegas

Loading

Bekasi,TRIBUNPRIBUMI.com – Dugaan tindakan intimidasi terhadap seorang Ketua RT di Desa Kalijaya, Kecamatan Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, menjadi sorotan publik setelah video peristiwa tersebut viral di berbagai platform media sosial seperti TikTok, Facebook, Instagram, hingga grup WhatsApp.

Peristiwa yang terjadi di Kampung Ketapang RT 03 RW 02 itu memicu keresahan warga. Dalam video yang beredar, tampak seorang pria berinisial SB bersama sejumlah orang mendatangi rumah Ketua RT dan terlibat perdebatan yang dinilai bernada tinggi.

Ketua RT setempat membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa kedatangan SB bersama warga sebenarnya untuk menyampaikan aspirasi terkait tenaga kerja di dapur SPPG yang masih dalam tahap pembangunan di wilayah tersebut.

“SB datang membawa nama masyarakat dan menyampaikan bahwa dirinya resmi berbadan hukum dari Kemenkumham,” ujar Ketua RT saat memberikan keterangan kepada awak media, Minggu (15/04/2026).

Namun, dalam pertemuan itu, situasi disebut memanas. Ketua RT menilai SB berbicara dengan nada yang tidak semestinya dan cenderung mengatur, bahkan terekam dalam video yang kini beredar luas.

“Yang bersikap arogan itu SB. Saya tidak pernah menggebrak meja seperti yang dituduhkan. Saya punya bukti rekaman percakapan saat mereka datang ke rumah,” tegasnya.

Ketua RT juga menegaskan bahwa dirinya hanya berupaya membantu warga setempat yang membutuhkan pekerjaan. Ia mengaku telah mendata dan akan mengusulkan nama-nama warga kepada pihak pengelola dapur MBG agar diprioritaskan.

“Saya hanya ingin membantu warga sini, karena banyak yang belum bekerja. Nanti tetap pihak MBG yang memiliki kewenangan penuh,” tambahnya.

Ia menyayangkan cara penyampaian aspirasi yang dinilai tidak kondusif. Menurutnya, seharusnya persoalan dapat dibicarakan dengan baik tanpa adanya tekanan atau sikap yang menimbulkan ketakutan.

“Harusnya disampaikan baik-baik, bukan datang beramai-ramai dengan emosi, bahkan sampai menunjuk-nunjuk,” ungkapnya.

Hingga berita ini diturunkan, Ketua RT menyebut belum ada itikad baik berupa permintaan maaf dari pihak SB. Ia pun berharap kejadian serupa tidak terulang kembali.

“Kalau sampai terulang, ini sudah masuk ranah aparat penegak hukum. Demi menjaga ketertiban dan kenyamanan warga, saya akan mempertimbangkan langkah hukum,” tandasnya.

Warga setempat pun berharap adanya penanganan tegas dari pihak berwenang agar situasi tetap kondusif dan tidak menimbulkan konflik berkepanjangan di lingkungan masyarakat. (T.Wahyudi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *