![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Peringatan Hari Air Sedunia Tahun 2026 menjadi momentum penting bagi PDAM Tirta Intan Garut untuk kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga keberlanjutan sumber daya air sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Direktur PDAM, Dr. H. Dadan Hidayatulloh,S.Ag,.M.I.Poll.
Dadan menegaskan bahwa keberlangsungan sumber mata air merupakan fondasi utama dalam penyediaan air bersih bagi masyarakat. Oleh karena itu, berbagai langkah strategis terus dilakukan, salah satunya melalui program penghijauan yang menyasar kawasan sumber mata air maupun daerah penyangga lainnya.
Menurutnya, kegiatan penghijauan tidak hanya dilakukan secara internal, tetapi juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM) penggiat lingkungan di Kabupaten Garut. Program ini telah menyasar sejumlah titik penting, seperti kawasan Bendung Copong dan wilayah Godog, yang dinilai memiliki peran vital dalam menjaga keseimbangan ekosistem air.
“Pelestarian lingkungan, khususnya di sekitar sumber mata air, menjadi prioritas kami. Tanpa upaya ini, keberlanjutan pasokan air bersih akan terancam,” ujar Dadan saat dimintai keterangan oleh awak media, Sabtu (28/03/2026).
Kualitas Air Terjaga, Minim Risiko Pencemaran
Selain fokus pada konservasi, PDAM juga memastikan bahwa kualitas air baku yang dikelola tetap berada dalam kondisi aman dan layak untuk dikonsumsi masyarakat. Hal ini didukung oleh lokasi sumber air yang relatif jauh dari kawasan industri, sehingga potensi pencemaran dapat diminimalisir.
Dadan menyebutkan, hingga saat ini belum ditemukan indikasi pencemaran serius yang dapat mengganggu kualitas air. Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pengawasan secara berkala untuk menjaga standar mutu air sesuai ketentuan yang berlaku.
Pelayanan Terus Dibenahi, Akses Masyarakat Diperluas
Dalam aspek pelayanan, PDAM Tirta Intan Garut terus melakukan berbagai pembenahan guna meningkatkan kepuasan pelanggan. Monitoring dan evaluasi dilakukan secara rutin untuk meminimalisir gangguan distribusi air yang kerap menjadi keluhan masyarakat.
Salah satu langkah nyata yang diapresiasi adalah kebijakan pemberian keringanan biaya pemasangan sambungan baru. Dalam program tertentu, biaya pemasangan yang semula mencapai Rp1,4 juta dapat ditekan hingga Rp700 ribu, bahkan pernah diturunkan menjadi Rp500 ribu.
“Kami ingin memastikan bahwa layanan air bersih dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat. Program diskon ini menjadi salah satu bentuk keberpihakan kami kepada masyarakat,” jelasnya.
Tarif Stabil, Namun Tantangan Kehilangan Air Masih Tinggi
Terkait kebijakan tarif, Dadan memastikan bahwa hingga saat ini belum ada rencana kenaikan tarif baru sejak penyesuaian terakhir pada tahun 2023. Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan tarif selalu mengacu pada regulasi yang berlaku serta mempertimbangkan kemampuan masyarakat.
Namun demikian, PDAM masih menghadapi tantangan serius dalam hal tingkat kehilangan air atau Non-Revenue Water (NRW) yang saat ini berada di angka sekitar 35 persen. Angka ini dinilai masih cukup tinggi dan menjadi fokus utama pembenahan ke depan.
Untuk menekan tingkat kehilangan tersebut, PDAM terus melakukan perbaikan jaringan distribusi dari hulu hingga hilir. Selain itu, transformasi digital juga mulai diterapkan, seperti pencatatan meter berbasis sistem digital serta pembayaran yang telah beralih ke sistem online.
Digitalisasi dan Respon Cepat Pengaduan
Dalam upaya meningkatkan pelayanan, PDAM juga tengah mengembangkan sistem pengaduan berbasis digital yang memungkinkan masyarakat menyampaikan keluhan secara real-time. Saat ini, layanan pengaduan dapat diakses melalui nomor resmi maupun secara langsung ke kantor cabang.
Dadan menegaskan bahwa pihaknya menargetkan respon cepat terhadap setiap laporan masyarakat, dengan estimasi waktu penanganan maksimal dua hingga empat jam sejak laporan diterima.
“Kami ingin memastikan setiap keluhan pelanggan dapat ditangani dengan cepat dan tepat. Ini bagian dari komitmen kami menuju pelayanan prima,” tegasnya.
Transparansi dan Pencegahan Korupsi Diperkuat
Dari sisi tata kelola, PDAM Tirta Intan Garut memastikan transparansi anggaran dan operasional melalui audit rutin yang dilakukan oleh akuntan publik serta pengawasan dari BPKP Provinsi Jawa Barat. Hasil audit tersebut dilaporkan kepada Bupati sebagai Kuasa Pemilik Modal (KPM).
Dalam beberapa tahun terakhir, PDAM Garut berhasil meraih predikat perusahaan sehat dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), yang menjadi indikator baiknya pengelolaan keuangan perusahaan.
Tak hanya itu, komitmen dalam mencegah praktik korupsi dan pungutan liar juga terus diperkuat melalui keberadaan Satuan Pengawasan Internal. Setiap indikasi pelanggaran dipastikan akan ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku.
Edukasi Lingkungan dan Peran Generasi Muda
Sebagai bagian dari tanggung jawab sosial, PDAM juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda. Salah satu program yang telah berjalan adalah kerja sama dengan komunitas Sekolah Sungai Cimanuk dalam memberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga kelestarian air.
Kegiatan ini tidak hanya sebatas sosialisasi, tetapi juga diwujudkan dalam aksi nyata seperti penanaman pohon di kawasan sumber mata air.
Pesan Hari Air Sedunia 2026
Mengakhiri pernyataannya, Dadan menegaskan bahwa isu strategis dalam peringatan Hari Air Sedunia 2026 adalah pentingnya menjaga keberlangsungan sumber mata air serta menggunakan air secara bijak.
“Air adalah sumber kehidupan. Menjaganya bukan hanya tugas PDAM, tetapi tanggung jawab kita semua. Mari kita gunakan air secara bijak dan bersama-sama menjaga kelestariannya,” pungkasnya. (*)
