Lapas Garut Hadirkan Layanan Kunjungan Khusus Idul Fitri 1447 H, Ribuan Momen Haru Warnai Pertemuan Warga Binaan dan Keluarga

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Momentum Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dimanfaatkan secara penuh oleh Lapas Kelas IIA Garut untuk menghadirkan layanan kunjungan khusus bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Pada hari pertama pelaksanaan yang berlangsung Sabtu (21/03/2026), suasana penuh haru, bahagia, dan kehangatan keluarga begitu terasa di lingkungan lapas.

Sejak pagi hari, antusiasme para pengunjung sudah terlihat memadati area Lapas Garut. Kegiatan kunjungan yang dimulai pukul 08.00 WIB hingga 15.30 WIB ini berjalan tertib dan lancar berkat kesiapan serta pengawasan maksimal dari petugas. Layanan kunjungan dipusatkan di ruang kunjungan utama serta pelataran Café Lasgar, yang telah disiapkan secara khusus guna memberikan kenyamanan bagi warga binaan dan keluarga yang datang.

Untuk memastikan seluruh proses berjalan optimal, sebanyak 20 petugas diterjunkan dan disiagakan di berbagai titik strategis. Mereka bertugas mengawal jalannya pelayanan mulai dari tahap pendaftaran, pemeriksaan keamanan, hingga pengawasan selama kunjungan berlangsung. Setiap pengunjung diwajibkan mengikuti prosedur yang telah ditetapkan, termasuk pencatatan identitas melalui Sistem Database Pemasyarakatan (SDP) serta verifikasi pada buku laporan kunjungan.

Berdasarkan data resmi, tercatat sebanyak 121 warga binaan menerima kunjungan dari total 521 orang pengunjung. Jumlah tersebut terdiri dari 161 laki-laki, 227 perempuan, serta 133 anak-anak. Kehadiran anak-anak dalam kunjungan ini turut menambah suasana emosional, di mana banyak warga binaan tampak tak kuasa menahan haru saat bertemu buah hati mereka setelah sekian lama terpisah.

Kepala Lapas Kelas IIA Garut, Rusdedy, menegaskan bahwa layanan kunjungan khusus Idul Fitri merupakan bagian dari komitmen lembaga pemasyarakatan dalam memenuhi hak dasar warga binaan. Menurutnya, menjaga hubungan emosional dengan keluarga merupakan salah satu faktor penting dalam proses pembinaan.

“Idul Fitri adalah momen yang sangat istimewa. Kami ingin memastikan warga binaan tetap dapat merasakan kehangatan keluarga meskipun sedang menjalani masa pembinaan. Layanan ini kami hadirkan secara humanis, transparan, dan tentunya gratis tanpa pungutan biaya,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya terus berupaya menjaga keseimbangan antara aspek keamanan dan pelayanan. Oleh karena itu, seluruh rangkaian kegiatan tetap dilaksanakan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku, tanpa mengurangi sisi kemanusiaan dalam pelayanan.

Suasana di lokasi kunjungan terlihat begitu menyentuh. Tangis haru pecah saat warga binaan akhirnya dapat bertatap muka langsung dengan keluarga tercinta. Pelukan hangat, saling berjabat tangan, hingga doa bersama menjadi pemandangan yang menghiasi setiap sudut area kunjungan.

Salah satu warga binaan mengungkapkan rasa syukur yang mendalam atas kesempatan tersebut. Ia mengaku pertemuan ini menjadi suntikan semangat untuk menjalani hari-hari pembinaan dengan lebih baik.

“Ini adalah kebahagiaan yang luar biasa bagi kami. Bisa bertemu keluarga di hari Lebaran memberi kekuatan dan motivasi untuk terus berubah menjadi pribadi yang lebih baik,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Di sisi lain, para keluarga yang datang juga menyampaikan apresiasi terhadap pelayanan yang diberikan oleh pihak lapas. Mereka menilai proses kunjungan berlangsung tertib, aman, dan nyaman.

Salah seorang pengunjung yang datang bersama anaknya mengaku terharu sekaligus bersyukur bisa bertemu anggota keluarganya.

“Pelayanannya sangat baik, petugasnya ramah dan membantu. Kami merasa diperhatikan dan nyaman selama berada di sini. Momen ini sangat berarti bagi keluarga kami,” ungkapnya.

Layanan kunjungan khusus ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga bagian dari pendekatan pembinaan yang lebih humanis. Dengan tetap terjalinnya hubungan keluarga, diharapkan warga binaan memiliki semangat baru untuk menjalani proses pembinaan serta mempersiapkan diri kembali ke masyarakat.

Secara keseluruhan, pelaksanaan hari pertama layanan kunjungan Idul Fitri di Lapas Garut berjalan dengan aman, tertib, dan kondusif. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pelayanan publik yang profesional dapat berjalan beriringan dengan pendekatan kemanusiaan.

Ke depan, Lapas Garut berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, tidak hanya dalam momentum hari besar keagamaan, tetapi juga dalam kegiatan pembinaan sehari-hari. Dengan demikian, fungsi pemasyarakatan sebagai sarana pembinaan dan reintegrasi sosial dapat berjalan secara optimal dan memberikan manfaat nyata, baik bagi warga binaan maupun masyarakat luas. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *