![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Tidak hanya fokus pada penanggulangan kebakaran, Damkar Garut juga sigap dalam berbagai operasi penyelamatan (rescue), termasuk evakuasi hewan ternak yang mengalami kondisi darurat.
Hal tersebut di pimpin langsung oleh Kepala Dinas Damkar Garut, Usep Basuki Eko,S.H,.M.H, di sisi lain menyusul adanya keberhasilan dari tim UPT Wilayah 3 Pameungpeuk dalam mengevakuasi seekor sapi milik warga yang terperosok ke dalam Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Kampung Simpang Sari, Desa Mekarsari, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat pada Kamis, (19/03/2026).
Peristiwa bermula saat pemilik sapi, Yanus (52), mendapati hewan ternaknya terperosok ke dalam IPAL yang berada di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. Kondisi tersebut sontak membuat panik, mengingat posisi sapi yang terjebak cukup dalam dan sulit dijangkau.
Upaya evakuasi secara mandiri sempat dilakukan oleh pemilik bersama warga sekitar. Namun, karena keterbatasan peralatan serta minimnya pengalaman dalam menangani kondisi seperti itu, usaha tersebut tidak membuahkan hasil. Bahkan, jika dipaksakan, dikhawatirkan justru dapat membahayakan keselamatan sapi maupun warga.
Menyadari situasi yang semakin sulit, warga akhirnya menghubungi petugas Damkar UPT Wilayah 3 Pameungpeuk. Laporan diterima pada pukul 09.24 WIB, dan hanya dalam waktu empat menit, tim langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
“Begitu laporan masuk, anggota kami langsung bergerak cepat. Respon time sekitar 8 menit hingga penanganan dimulai. Ini merupakan bentuk kesiapsiagaan dan komitmen kami dalam memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat,” ujar Usep Basuki Eko.
Tim tiba di lokasi pada pukul 09.36 WIB dan langsung melakukan asesmen kondisi di lapangan. Dengan menggunakan satu unit kendaraan pancar serta perlengkapan pendukung, personel Regu 2 yang dipimpin oleh Danru Hendra Santoso segera menyusun strategi evakuasi.
Proses evakuasi tidak berlangsung mudah. Posisi sapi yang terperosok di dalam IPAL dengan ruang yang terbatas memerlukan teknik khusus serta kehati-hatian tinggi agar tidak melukai hewan tersebut. Selain itu, kondisi tanah di sekitar lokasi yang licin juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.
Meski demikian, berkat pengalaman dan profesionalisme tim Damkar, serta dukungan penuh dari warga setempat, proses evakuasi dapat berjalan dengan lancar. Setelah upaya yang cukup intens, akhirnya sapi berhasil diangkat dan diselamatkan dalam kondisi selamat pada pukul 10.20 WIB.
Setelah memastikan kondisi aman, tim kemudian melakukan pengecekan peralatan dan kembali ke markas pada pukul 10.45 WIB.
Menurut Usep Basuki Eko, keberhasilan ini menjadi bukti nyata pentingnya sinergi antara petugas dan masyarakat dalam setiap penanganan kejadian darurat.
“Kami sangat mengapresiasi peran aktif warga yang turut membantu proses evakuasi. Sinergi seperti ini sangat penting agar setiap penanganan bisa berjalan lebih cepat dan efektif,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa Damkar Garut terus berupaya meningkatkan kesiapsiagaan dan kualitas pelayanan, baik dari sisi sumber daya manusia maupun peralatan pendukung.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Damkar benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Tidak hanya saat terjadi kebakaran, tetapi juga dalam berbagai kondisi darurat lainnya, termasuk penyelamatan hewan dan bantuan kemanusiaan,” tegasnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu untuk segera melaporkan setiap kejadian darurat kepada Damkar, sehingga dapat ditangani secara cepat, tepat, dan profesional.
Keberhasilan evakuasi sapi di Cibalong ini menjadi salah satu contoh nyata dedikasi Disdamkarmat Kabupaten Garut dalam menjalankan tugas kemanusiaan. Dengan semangat respons cepat dan sinergi yang kuat, Damkar Garut terus hadir sebagai garda terdepan dalam memberikan perlindungan dan rasa aman bagi masyarakat. (DIX)
