![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Respons cepat kembali ditunjukkan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kabupaten Garut dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Tidak hanya menangani kebakaran, Damkar Garut juga sigap merespons kondisi darurat non kebakaran, termasuk saat seorang warga mengalami ancaman begal di tengah malam, Kamis (19/03/2026).
Peristiwa ini bermula ketika seorang warga bernama Rangga tengah melakukan perjalanan dari wilayah Ciledug menuju kawasan Samarang. Dalam perjalanan, ia mulai merasa tidak aman setelah menyadari dirinya diikuti oleh beberapa pengendara sepeda motor yang mencurigakan. Situasi tersebut membuat pelapor merasa terancam dan berpotensi menjadi korban tindak kejahatan jalanan.
Dalam kondisi panik namun tetap berpikir cepat, Rangga memutuskan untuk mencari perlindungan dengan mendatangi Markas Komando (Mako) Damkar Garut. Langkah ini terbukti tepat, karena petugas yang menerima laporan langsung merespons dengan cepat dan terukur.
Berdasarkan laporan resmi, informasi diterima oleh petugas sekitar pukul 23.55 WIB. Tanpa menunggu lama, tim langsung diberangkatkan pada pukul 00.15 WIB dan tiba di lokasi pada pukul 00.25 WIB. Dengan waktu respons hanya 10 menit dan jarak tempuh sekitar 4,5 kilometer, Damkar Garut kembali membuktikan kesiapsiagaan mereka dalam menangani situasi darurat.
Lokasi kejadian berada di Kampung Gunung Lumbung, RT 04 RW 09, Kelurahan Kota Kulon, Kecamatan Garut Kota,Jawa Barat.
Dalam penanganan tersebut, Disdamkarmat menerjunkan satu unit kendaraan operasional dengan nomor polisi Z 9964 D yang diawaki oleh dua personel, yakni Komandan Regu (Danru) Tatang dan anggota Iman.
Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pengamanan dan memastikan kondisi pelapor dalam keadaan aman. Berkat kesigapan petugas, potensi tindak kejahatan dapat dicegah dan pelapor berhasil dievakuasi tanpa mengalami luka maupun kerugian fisik.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Garut, Usep Basuki Eko, menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk selalu hadir di tengah masyarakat dalam berbagai situasi darurat, baik kebakaran maupun non kebakaran.
Menurutnya, peran Damkar saat ini telah berkembang menjadi garda terdepan dalam pelayanan penyelamatan dan perlindungan masyarakat secara luas.
“Damkar bukan hanya bertugas memadamkan api, tetapi juga memberikan pelayanan penyelamatan dalam berbagai kondisi yang mengancam keselamatan warga. Ini adalah bagian dari tugas kemanusiaan yang harus kami jalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar Usep Basuki Eko.
Ia juga menekankan pentingnya kesadaran masyarakat untuk segera melapor ketika menghadapi situasi berbahaya. Kecepatan laporan dari warga, menurutnya, sangat menentukan keberhasilan penanganan di lapangan.
“Kami mengapresiasi langkah pelapor yang segera mencari bantuan. Ini sangat penting, karena semakin cepat laporan diterima, maka semakin cepat pula tindakan penyelamatan bisa dilakukan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Usep menjelaskan bahwa seluruh personel Damkar Garut telah dibekali dengan kemampuan tidak hanya dalam penanganan kebakaran, tetapi juga berbagai operasi penyelamatan, termasuk evakuasi, penanganan hewan berbahaya, hingga kondisi darurat sosial lainnya.
Kejadian ini sekaligus menjadi gambaran nyata bahwa keberadaan Damkar memiliki peran strategis dalam menciptakan rasa aman di tengah masyarakat. Di tengah meningkatnya potensi kejahatan jalanan, kehadiran petugas yang sigap dan responsif menjadi harapan bagi warga yang membutuhkan pertolongan cepat.
Beruntung, dalam insiden tersebut tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa. Situasi berhasil dikendalikan dengan baik, dan pelapor dapat melanjutkan aktivitasnya dengan aman.
Disdamkarmat Kabupaten Garut pun kembali mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak ragu menghubungi atau mendatangi kantor Damkar terdekat apabila mengalami kondisi darurat, baik kebakaran maupun non kebakaran.
Dengan semangat pelayanan tanpa batas, Damkar Garut terus berkomitmen menjadi garda terdepan dalam memberikan perlindungan, keselamatan, dan rasa aman bagi seluruh masyarakat Kabupaten Garut. (DIX)
