Direktur Perumda Tirta Intan Garut, Dr. H. Dadan Hidayatulloh, M.I.Pol: Ramadhan Momentum Kendalikan Hawa Nafsu dan Jaga Lisan demi Pelayanan Lebih Humanis

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Bulan suci Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai ibadah ritual semata, tetapi juga sebagai momentum refleksi dan pembenahan diri, terutama bagi para pelayan publik. Hal itu disampaikan Direktur Perumda Tirta Intan Garut, Dr. H. Dadan Hidayatulloh, M.I.Pol, dalam pesannya kepada seluruh jajaran pegawai dan masyarakat Kabupaten Garut. Jum’at  (27/02/2026).

Menurut Dadan, esensi Ramadhan jauh lebih luas dibanding sekadar menahan lapar dan haus dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Ia menekankan bahwa puasa sejatinya adalah latihan pengendalian diri, termasuk menahan hawa nafsu dan menjaga lisan agar tidak menyakiti orang lain.

“Jadikan bulan Ramadhan ini bukan hanya menahan lapar dan haus. Di sini kita wajib menghindari hawa nafsu dan menjaga perkataan agar tidak menyakitkan orang lain. Ramadhan adalah waktu terbaik untuk memperbaiki diri dan memperbaiki hubungan dengan sesama,” ujarnya saat di wawancarai Media Tribunpribumi.com melalui sambungan Whatsapp miliknya. Sabtu, (28/02/2026).

Sebagai pimpinan di perusahaan daerah yang bergerak di sektor pelayanan kebutuhan dasar masyarakat, Dadan menilai nilai-nilai Ramadhan harus tercermin dalam cara bekerja dan melayani. Perumda Tirta Intan Garut, katanya, memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan distribusi air bersih berjalan optimal, terlebih di bulan suci ketika kebutuhan masyarakat meningkat.

Ia mengingatkan bahwa setiap keluhan pelanggan harus dihadapi dengan kesabaran dan empati. Tidak boleh ada sikap arogan atau ucapan yang menyinggung perasaan masyarakat, karena pada hakikatnya perusahaan daerah hadir untuk melayani, bukan untuk dilayani.

“Sebagai insan pelayanan publik, kita harus mampu mengedepankan kesabaran, ketulusan, dan komunikasi yang santun. Jangan sampai ucapan kita melukai hati pelanggan. Jangan sampai respons kita terkesan tidak peduli. Justru Ramadhan ini menjadi penguat karakter kita sebagai pelayan masyarakat,” tegasnya.

Dadan juga mengajak seluruh pegawai menjadikan Ramadhan sebagai “madrasah kehidupan” yang melatih kedisiplinan, kejujuran, dan integritas. Ia menilai, nilai-nilai spiritual yang ditanamkan selama bulan suci harus berdampak langsung pada peningkatan etos kerja dan profesionalisme.

Menurutnya, tantangan pelayanan publik di era modern tidak hanya soal teknis dan infrastruktur, tetapi juga soal sikap dan pendekatan humanis. Pelayanan yang baik bukan hanya menyelesaikan persoalan teknis, tetapi juga memberikan rasa dihargai kepada masyarakat.

“Air bersih adalah kebutuhan dasar. Maka kita harus melayani dengan hati. Ramadhan ini momentum untuk membersihkan hati kita terlebih dahulu, agar pelayanan yang kita berikan juga bersih dari sikap buruk, emosi berlebihan, dan perkataan yang menyakitkan,” ungkapnya.

Ia pun berharap semangat Ramadhan tidak berhenti setelah bulan suci usai, tetapi menjadi budaya kerja yang terus terjaga di lingkungan Perumda Tirta Intan Garut. Dengan demikian, kepercayaan publik terhadap perusahaan daerah semakin kuat dan citra pelayanan semakin positif.

“Jika kita mampu menjaga diri, menjaga lisan, dan menjaga sikap selama Ramadhan, insya Allah itu akan berdampak besar pada kualitas pelayanan kita. Mari jadikan bulan penuh berkah ini sebagai titik balik untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan pelayan publik yang lebih profesional,” pungkasnya.

Melalui pesan tersebut, Dadan Hidayatulloh menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang ibadah personal, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial dan moral dalam melayani masyarakat dengan penuh kesadaran, kesabaran, dan kepedulian. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *