![]()
Ambon Maluku,TRIBUNPRIBUMI.com -Menyongsong bulan suci Ramadhan dan Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Kota Ambon menegaskan komitmennya dalam menjaga ketersediaan serta stabilitas harga bahan kebutuhan pokok (sembako) bagi masyarakat. Di tengah kekhawatiran publik terhadap potensi lonjakan harga dan kelangkaan barang, Pemerintah Kota Ambon memilih hadir lebih awal bekerja sebelum keresahan tumbuh.
Kepastian tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Ambon, Ely Toisuta, saat melakukan pemantauan lapangan di sejumlah pasar tradisional dan sentra distribusi pangan di Kota Ambon. Kunjungan ini menjadi penanda bahwa pengawasan pemerintah tidak berhenti di ruang rapat, melainkan menyentuh langsung denyut kehidupan rakyat.
“Pemerintah Kota Ambon memastikan stok sembako dalam kondisi aman dan mencukupi hingga Ramadhan dan Lebaran. Kami tidak ingin masyarakat resah, apalagi sampai kesulitan memenuhi kebutuhan dasar,” tegas Ely Toisuta di sela-sela kunjungannya.
Turun ke Pasar, Menyapa Realitas
Hasil pemantauan menunjukkan ketersediaan bahan pokok seperti beras, cabai, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, gula pasir, dan kebutuhan dapur lainnya masih dalam kondisi terjaga. Aktivitas distribusi berjalan normal, pasokan tersedia, dan harga relatif stabil.
Tumpukan komoditas pangan di lapak-lapak pedagang menjadi indikator bahwa rantai pasok di Ambon masih terkendali. Lebih dari itu, kehadiran langsung Wali Kota di pasar menjadi simbol kepemimpinan yang tidak berjarak dengan realitas sosial.
Langkah tersebut dinilai bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk tanggung jawab moral seorang pemimpin dalam memastikan kebijakan publik benar-benar berdampak bagi masyarakat.
Tegas Lawan Penimbunan dan Permainan Harga
Dalam keterangannya, Wali Kota Ambon juga menegaskan tidak ada toleransi bagi praktik penimbunan dan spekulasi harga yang merugikan rakyat, terutama menjelang hari besar keagamaan.
“Kami bekerja sama dengan dinas terkait, distributor, dan aparat pengawasan untuk memastikan tidak ada spekulan yang memanfaatkan momentum Ramadhan demi keuntungan sepihak. Integritas adalah fondasi kami,” ujarnya. Jum’at, (30/01/2026).
Pemerintah Kota Ambon telah menginstruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan serta instansi teknis lainnya untuk melakukan pengawasan intensif, termasuk pemantauan harga dan distribusi secara berkala guna menutup celah praktik curang di pasar.
Menjaga Daya Beli, Melindungi Kelompok Rentan
Tak hanya fokus pada ketersediaan barang, Pemerintah Kota Ambon juga menaruh perhatian serius pada daya beli masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti masyarakat berpenghasilan rendah, lansia, dan pelaku usaha kecil.
Sejumlah langkah antisipatif telah disiapkan, mulai dari operasi pasar murah, penguatan koordinasi dengan Bulog, hingga strategi pengendalian inflasi daerah.
“Ramadhan adalah bulan ibadah dan solidaritas. Negara harus memastikan tidak ada rakyat yang terpinggirkan hanya karena harga kebutuhan pokok melonjak,” tambah Ely Toisuta.
Sambut Ramadhan dengan Optimisme dan Solidaritas
Di saat sejumlah daerah masih dibayangi ketidakpastian harga pangan, Kota Ambon memilih menyambut Ramadhan dengan optimisme dan semangat kebersamaan. Pemerintah dan masyarakat diajak saling menjaga, saling mengawasi, dan saling menguatkan.
Lebih dari sekadar laporan stok sembako, langkah ini menjadi pesan kuat bahwa negara hadir, bekerja, dan berpihak pada rakyat. Ketika dapur rakyat tetap mengepul dan pasar tetap hidup, di situlah makna kehadiran negara benar-benar terasa.
Apresiasi Tokoh Masyarakat
Tokoh masyarakat Kota Ambon, H. Abdul Rahman Latuconsina, mengapresiasi langkah Wali Kota yang dinilainya berpihak pada rakyat kecil.
“Turunnya Wali Kota langsung ke pasar bukan pencitraan. Ini pesan moral bahwa pemerintah hadir sebelum rakyat menjerit. Stok sembako aman berarti dapur rakyat tetap hidup,” ujarnya.
Menurutnya, stabilitas pangan menjelang Ramadhan adalah isu sensitif yang berkaitan langsung dengan ketenangan sosial dan keharmonisan umat.
“Kalau sembako aman, ibadah pun tenang. Ini soal kemanusiaan, bukan sekadar angka statistik,” tambahnya.
Akademisi: Langkah Preventif yang Bermartabat
Pengamat ekonomi Universitas Pattimura Ambon, Dr. Samuel Titaley, M.Si, menilai kebijakan Pemerintah Kota Ambon sebagai langkah preventif yang cerdas dan bermartabat.
“Dalam ekonomi publik, memastikan distribusi pangan sebelum terjadi gejolak harga adalah ciri tata kelola pemerintahan yang sehat. Pemerintah Kota Ambon sedang menjalankan fungsi itu,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa kehadiran negara di sektor pangan merupakan mandat konstitusional.
“Pasal 33 UUD 1945 menegaskan pangan sebagai hajat hidup orang banyak. Apa yang dilakukan Wali Kota Ambon sejalan dengan spirit konstitusi,” tegasnya.
Aktivis Sosial: Integritas Diuji di Pasar
Aktivis sosial Ambon, Maria Leiwakabessy, menilai pengawasan langsung ke pasar sebagai indikator nyata integritas pemerintahan.
“Integritas itu diuji di pasar, bukan di podium. Ketika pemerintah berani mencegah penimbunan dan permainan harga, di situlah kepercayaan publik tumbuh,” katanya.
Ia mengingatkan agar pengawasan dilakukan secara konsisten, tidak hanya bersifat musiman.
“Rakyat tidak butuh janji tahunan, tapi kehadiran negara yang berkelanjutan,” pungkasnya.
Ambon kini bersiap menyambut Ramadhan dengan stok pangan aman, harga terjaga, dan kepedulian yang nyata bukan sekadar janji, melainkan kerja konkret yang dirasakan rakyat. (Afria Sugianto)
