Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

Maulid Nabi di MT Al-Barokah Cimahi Dikemas Semarak, Dari Imtihan, Nasyid hingga Tausiah dan Pesan Kepedulian Sosial

Loading

Cimahi,TRIBUNPRIBUMI.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Majelis Ta’lim (MT) Al-Barokah, Jalan Cihanjuang (Babut), RT 04/RW XIX, Kelurahan Cibabat, Kecamatan Cimahi Utara, Kota Cimahi,Jawa Barat berlangsung semarak dan penuh nuansa keagamaan.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk Tablig Akbar tersebut digelar pada Sabtu (05/09/2026), mulai sekitar pukul 12.00 WIB. Sejumlah agenda bernuansa Islami disiapkan panitia untuk memeriahkan peringatan sekaligus memberikan ruang pembelajaran keagamaan bagi para peserta didik dan masyarakat yang hadir.

Tidak hanya diisi dengan ceramah keagamaan, kegiatan tersebut juga dirangkai dengan Imtihan atau ujian bagi peserta didik MT Al-Barokah, penampilan seni Islami, Nasyid Almu Voice, hingga penampilan duet da’iyah muda, Shakira dan Syifa.Rangkaian acara tersebut kemudian dilanjutkan dengan tausiah yang disampaikan KH. Dede Saepudin, S.Pd.I., M.Pd., pimpinan Pondok Pesantren Al-Muawanah, Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat.

Kehadiran berbagai rangkaian kegiatan tersebut membuat peringatan Maulid Nabi di MT Al-Barokah tidak sekadar menjadi agenda keagamaan yang bersifat seremonial, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran, hiburan bernuansa Islami, sekaligus ajang mempererat silaturahmi antara pengelola majelis ta’lim, peserta didik, orang tua, dan masyarakat sekitar.

Momentum Menanamkan Kecintaan kepada Rasulullah SAW

Panitia pelaksana Tablig Akbar, Ustaz Muhamad Kosim, mengatakan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW hendaknya dimaknai secara lebih luas. Menurutnya, Maulid bukan hanya momentum untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW, tetapi juga kesempatan bagi umat Islam untuk kembali mengingat perjuangan, akhlak, dan keteladanan Rasulullah SAW.

Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana meningkatkan rasa syukur kepada Allah SWT sekaligus memperkuat kecintaan umat kepada Rasulullah SAW.

“Peringatan Maulid Nabi ini bukan sekadar rutinitas atau seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan wujud syukur atas rahmat dan karunia Allah SWT dengan diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai rahmatan lil ‘alamin,” ujar Muhamad Kosim saat di wawancarai awak media, Minggu (06/09/2026).

Menurut Kosim, kecintaan kepada Rasulullah SAW tidak cukup hanya diwujudkan melalui ucapan. Nilai yang jauh lebih penting adalah bagaimana umat Islam mampu menerapkan keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.

Hal tersebut, kata dia, menjadi semakin penting ketika pendidikan keagamaan diberikan kepada anak-anak sejak usia dini. Anak-anak tidak hanya membutuhkan pengetahuan keagamaan, tetapi juga figur teladan yang dapat menjadi pedoman dalam membentuk karakter dan perilaku.

Karena itu, pihaknya berharap para peserta didik MT Al-Barokah dapat mengenal lebih dekat sosok Nabi Muhammad SAW serta menjadikan Rasulullah sebagai salah satu teladan utama dalam kehidupan mereka.

“Besar harapan kami anak-anak Majelis Ta’lim Al-Barokah dapat meneladani dan mengidolakan Nabi Muhammad SAW. Sebab, kelak di akhirat kita akan bersama dengan orang-orang yang kita cintai dan kita jadikan teladan,” katanya.

Pendidikan Keagamaan Tidak Hanya di Ruang Belajar

Pelaksanaan Imtihan dalam rangkaian kegiatan Maulid Nabi juga menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bagi peserta didik untuk menunjukkan hasil pembelajaran yang telah mereka jalani di Majelis Ta’lim Al-Barokah.

Bagi pengelola majelis ta’lim, pendidikan agama tidak semata-mata menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga membangun kebiasaan dan karakter peserta didik melalui berbagai kegiatan positif.

Peringatan hari besar Islam menjadi salah satu sarana untuk menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sosial. Anak-anak dapat dilibatkan dalam kegiatan keagamaan, menyaksikan penampilan seni Islami, mendengarkan tausiah, serta berinteraksi dengan masyarakat.

Dalam konteks tersebut, kehadiran nasyid dan penampilan da’iyah muda turut memberikan warna tersendiri. Seni Islami dapat menjadi media penyampaian pesan-pesan keagamaan dengan pendekatan yang lebih dekat dengan generasi muda.

Penampilan Nasyid Almu Voice menjadi salah satu bagian acara yang turut menghidupkan suasana. Sementara penampilan duet da’iyah muda, Shakira dan Syifa, menjadi bagian lain dari rangkaian kegiatan yang menunjukkan adanya ruang bagi generasi muda untuk tampil dalam kegiatan keagamaan.

Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan seperti ini dinilai penting agar aktivitas keagamaan tidak hanya diikuti oleh kalangan orang dewasa, tetapi juga memberikan kesempatan kepada anak-anak dan remaja untuk mengambil peran.

Menguatkan Kepedulian kepada Sesama

Selain berbicara mengenai kecintaan kepada Rasulullah SAW, Muhamad Kosim juga mengingatkan pentingnya menerjemahkan nilai-nilai keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sosial.

Salah satunya melalui kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Ia mengajak umat Islam agar tidak melupakan fakir miskin dan kelompok masyarakat kurang mampu. Menurutnya, kepedulian sosial merupakan bagian penting dari pengamalan nilai-nilai keislaman.

Kosim mendorong masyarakat untuk memperbanyak sedekah dan berbagi kepada sesama sebagai salah satu bentuk nyata kepedulian.

“Rasulullah SAW merupakan sosok yang sangat dermawan dan peduli kepada fakir miskin. Karena itu, kecintaan kepada beliau hendaknya diwujudkan melalui kepedulian dan keberanian berbagi kepada sesama,” tuturnya.

Pesan tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan Maulid Nabi karena peringatan tersebut tidak hanya berbicara mengenai aspek hubungan manusia dengan Allah SWT, tetapi juga hubungan manusia dengan sesamanya.

Semangat berbagi, kepedulian, saling membantu, dan memperhatikan kondisi masyarakat sekitar menjadi nilai sosial yang dapat terus dikembangkan melalui berbagai kegiatan keagamaan.

Mendapat Dukungan Lingkungan

Pelaksanaan Tablig Akbar di MT Al-Barokah juga mendapat sambutan positif dari lingkungan setempat.Ketua RT 04/RW XIX Kelurahan Cibabat, Hendi Alias Item, menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. Ia menilai kegiatan keagamaan yang melibatkan masyarakat dapat memberikan dampak positif terhadap kehidupan sosial dan keagamaan warga.

Menurut Hendi, keberadaan kegiatan keagamaan di lingkungan masyarakat dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkuat silaturahmi. Warga memiliki kesempatan untuk berkumpul dalam suasana yang positif sekaligus mengikuti kegiatan yang memberikan nilai edukatif dan spiritual.

“Saya sebagai Ketua RT 04/RW XIX merasa bangga dengan dilaksanakannya kegiatan Tablig Akbar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW di Majelis Ta’lim Al-Barokah. Saya sangat mendukung kegiatan seperti ini,” ujar Hendi.

Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Bukan hanya pada momentum Maulid Nabi, tetapi juga melalui berbagai kegiatan keagamaan lainnya yang dapat melibatkan masyarakat secara luas.

Menurutnya, kesinambungan kegiatan keagamaan penting untuk menjaga kebersamaan warga sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengenal dan memahami nilai-nilai agama.

Syiar Islam dengan Pendekatan yang Beragam

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di MT Al-Barokah memperlihatkan bagaimana kegiatan syiar Islam dapat dikemas melalui berbagai pendekatan.Rangkaian acara yang memadukan Imtihan, seni Islami, nasyid, penampilan da’iyah muda, dan tausiah memberikan variasi kegiatan bagi peserta yang hadir.

Di satu sisi, Imtihan menjadi bagian dari evaluasi pembelajaran peserta didik. Di sisi lain, seni Islami dan nasyid menjadi media yang memberikan suasana berbeda dalam kegiatan keagamaan. Sementara tausiah menjadi bagian utama untuk menyampaikan pesan dan nilai-nilai keislaman kepada masyarakat.

Pola kegiatan seperti ini juga membuka ruang partisipasi yang lebih luas. Anak-anak dapat mengikuti kegiatan pembelajaran, generasi muda memperoleh kesempatan tampil, sementara masyarakat dapat mengikuti tausiah dan mempererat silaturahmi.

Lebih dari itu, pesan yang disampaikan dalam peringatan Maulid Nabi diarahkan pada nilai-nilai yang bersifat universal, seperti keteladanan, kepedulian, kedermawanan, persaudaraan, dan kebersamaan.

Bukan Sekadar Seremonial

Pada akhirnya, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di MT Al-Barokah diharapkan tidak berhenti sebagai agenda tahunan.

Nilai utama dari kegiatan tersebut justru terletak pada bagaimana pesan yang disampaikan selama kegiatan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dapat diwujudkan melalui upaya meneladani akhlak beliau. Kepedulian kepada fakir miskin dapat diwujudkan melalui sedekah dan berbagi. Sementara semangat persaudaraan dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan dan sesama warga.

Bagi peserta didik, peringatan tersebut juga menjadi bagian dari proses pendidikan karakter. Mereka tidak hanya diajak mengetahui sejarah dan keteladanan Rasulullah SAW, tetapi juga diharapkan mampu menjadikannya sebagai pedoman dalam bersikap.

Dengan demikian, Tablig Akbar yang digelar MT Al-Barokah dalam rangka Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah menjadi momentum untuk mempertemukan pendidikan, dakwah, seni Islami, dan kehidupan sosial masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, semangat memperkuat pendidikan keagamaan sekaligus membangun kepedulian sosial diharapkan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. (Achmad Syafei)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *