Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

Apel Kebangsaan di Mapolres Garut Perkuat Sinergi Tiga Pilar, Lurah Sukamenteri: Kebersamaan Aparat dan Masyarakat Harus Terus Dijaga

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Upaya memperkuat persatuan, keamanan dan ketertiban masyarakat terus dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Apel Kebangsaan yang digelar di Mapolres Garut, Jawa Barat. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antara unsur pemerintahan, TNI, Polri dan masyarakat dalam menjaga kondusivitas wilayah. 

Sementara apel Kebangsaan juga menjadi ruang untuk menyatukan komitmen agar seluruh elemen masyarakat dapat bersama-sama menjaga persatuan dan keamanan di lingkungan masing-masing.

Sejumlah unsur pemerintahan kewilayahan turut ambil bagian dalam kegiatan tersebut. Salah satunya Lurah Sukamenteri, Wijiyono, S.E., M.Si., yang menilai kegiatan Apel Kebangsaan memiliki makna strategis dalam memperkuat komunikasi serta koordinasi antaraparat dan masyarakat.

Menurut Wijiyono, keberadaan tiga pilar tidak hanya sebatas simbol sinergitas, tetapi harus diwujudkan melalui kerja nyata di lapangan. Pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat harus memiliki komunikasi yang terbuka agar berbagai persoalan yang muncul di lingkungan dapat segera diantisipasi.

“Ini wujud kebersamaan yang mengedepankan sinergi antar aparat dan masyarakat. Kita harus terus membangun komunikasi dan koordinasi, sehingga setiap persoalan yang ada di wilayah dapat dihadapi secara bersama-sama,” ujar Wijiyono.

Sinergi Tiga Pilar Harus Diperkuat

Wijiyono menjelaskan, konsep tiga pilar memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di tingkat kewilayahan. Unsur pemerintahan bersama TNI dan Polri memiliki tugas dan fungsi masing-masing, namun semuanya memiliki tujuan yang sama, yakni memberikan rasa aman dan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Karena itu, menurutnya, kolaborasi harus dilakukan secara berkelanjutan dan tidak hanya ketika terjadi persoalan.

“Sinergi itu bukan hanya dilakukan ketika ada permasalahan. Justru sebelum terjadi persoalan, komunikasi harus sudah dibangun. Dengan begitu, potensi gangguan keamanan maupun persoalan sosial dapat diketahui lebih awal,” katanya.

Ia menilai masyarakat merupakan bagian penting dalam sistem keamanan lingkungan. Aparat memiliki keterbatasan apabila tidak mendapatkan dukungan dari masyarakat. Sebaliknya, masyarakat juga membutuhkan kehadiran aparat untuk memberikan perlindungan, pelayanan dan rasa aman.

Kondisi tersebut membuat hubungan antara aparat dan masyarakat harus terus dipelihara melalui komunikasi dan kegiatan bersama.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Aparat keamanan juga tidak bisa bekerja sendiri. Masyarakat memiliki peranan yang sangat besar. Semuanya harus saling mendukung,” ungkapnya.

Kebersamaan Menjadi Modal Menjaga Kondusivitas

Menurut Wijiyono, suasana aman dan kondusif merupakan salah satu modal utama bagi keberlangsungan pembangunan. Masyarakat akan lebih nyaman menjalankan aktivitas ekonomi, sosial maupun kegiatan kemasyarakatan apabila kondisi lingkungan terjaga.

Karena itu, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak bersikap apatis terhadap kondisi lingkungan.

Kepedulian masyarakat, kata dia, dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Misalnya dengan menjaga komunikasi antartetangga, mengaktifkan kembali kegiatan ronda, memperhatikan kondisi lingkungan, serta segera berkoordinasi dengan aparat apabila menemukan persoalan yang berpotensi mengganggu keamanan.

“Keamanan lingkungan merupakan tanggung jawab kita bersama. Jangan sampai ketika sudah terjadi persoalan baru kita bergerak. Lebih baik kita melakukan pencegahan dan membangun komunikasi sejak awal,” ujarnya saat di wawancarai awak media di Halaman Mapolres Garut, Sabtu (15/08/2026).

Ia juga menyebut keberadaan Ketua RW, Ketua RT, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan organisasi kemasyarakatan memiliki posisi penting sebagai penghubung antara masyarakat dengan pemerintah dan aparat keamanan.

Mereka berada paling dekat dengan masyarakat sehingga dapat membantu menyampaikan informasi, aspirasi maupun berbagai persoalan yang berkembang di lingkungan.

Apel Kebangsaan Tidak Sekadar Seremonial

Lebih lanjut, Wijiyono berharap kegiatan Apel Kebangsaan tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai-nilai yang disampaikan dalam apel tersebut harus diterjemahkan menjadi tindakan nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

Menurutnya, semangat kebangsaan harus diwujudkan melalui sikap saling menghargai, menjaga toleransi, menghindari konflik serta mengutamakan kepentingan bersama.

“Semangat kebangsaan harus kita bawa dalam kehidupan sehari-hari. Jangan hanya pada saat apel. Kita harus menunjukkan bahwa persatuan dan kebersamaan itu benar-benar ada di tengah masyarakat,” tuturnya.

Ia menambahkan, masyarakat memiliki latar belakang dan kepentingan yang beragam. Perbedaan tersebut merupakan bagian dari kehidupan sosial yang harus dikelola dengan baik.

Dengan komunikasi yang sehat, berbagai perbedaan dapat menjadi kekuatan, bukan justru menjadi sumber konflik.

“Perbedaan pasti ada. Yang terpenting bagaimana kita menyikapinya. Jangan sampai perbedaan membuat kita terpecah. Kita harus tetap menjaga persaudaraan dan mengedepankan kepentingan masyarakat,” katanya.

Dorong Kolaborasi Hingga Tingkat RW dan RT

Sebagai Lurah Sukamenteri, Wijiyono juga menekankan pentingnya meneruskan semangat sinergi tersebut sampai ke tingkat lingkungan.

Menurutnya, keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah atau kegiatan aparat di tingkat kabupaten. Kondisi lingkungan di tingkat RW dan RT juga sangat menentukan.

Karena itu, koordinasi antara kelurahan, Babinsa, Bhabinkamtibmas, RW, RT, tokoh masyarakat, pemuda dan warga harus terus diperkuat.

“Kalau koordinasi di tingkat bawah berjalan dengan baik, maka berbagai persoalan akan lebih mudah ditangani. Kita bisa mengetahui kondisi masyarakat secara langsung dan bersama-sama mencari jalan keluarnya,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan masyarakat dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan yang selama ini berjalan di wilayah Kelurahan Sukamenteri.

Menurutnya, budaya gotong royong harus terus dipertahankan karena menjadi salah satu kekuatan masyarakat Indonesia.

Bangun Komunikasi dan Kepercayaan

Wijiyono menilai komunikasi yang baik akan melahirkan kepercayaan. Ketika masyarakat memiliki kepercayaan kepada pemerintah dan aparat, berbagai program serta kebijakan akan lebih mudah disampaikan dan diterima.

Sebaliknya, pemerintah dan aparat juga harus membuka ruang komunikasi sehingga masyarakat dapat menyampaikan keluhan, masukan dan aspirasi.

“Yang kita bangun bukan hanya koordinasi, tetapi juga kepercayaan. Masyarakat harus merasa bahwa aparat hadir di tengah mereka, mendengar dan memberikan pelayanan,” ucapnya.

Ia berharap sinergitas yang ditunjukkan dalam Apel Kebangsaan dapat menjadi energi positif bagi seluruh unsur di Kabupaten Garut.

Menurutnya, tantangan sosial ke depan akan semakin kompleks. Karena itu, diperlukan kolaborasi yang kuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi.

Peran Generasi Muda Juga Penting

Dalam menjaga persatuan dan kondusivitas lingkungan, Wijiyono juga menyoroti pentingnya keterlibatan generasi muda.

Menurutnya, pemuda merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah. Energi dan kreativitas generasi muda harus diarahkan kepada kegiatan positif yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Karang Taruna dan berbagai komunitas kepemudaan, kata dia, dapat menjadi mitra pemerintah dan aparat dalam mengembangkan kegiatan sosial, olahraga, budaya maupun pemberdayaan ekonomi.

“Pemuda harus kita libatkan. Mereka memiliki energi dan kreativitas yang besar. Kalau diarahkan kepada kegiatan positif, tentu akan memberikan manfaat bagi lingkungan,” katanya.

Ia berharap semangat kolaborasi juga dapat mendorong semakin banyak kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung.

Dengan demikian, hubungan antara pemerintah, aparat dan masyarakat tidak hanya terbangun dalam situasi formal, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang menyentuh langsung kehidupan warga.

Jaga Persatuan, Ciptakan Garut Kondusif

Apel Kebangsaan di Mapolres Garut pada akhirnya menjadi momentum untuk kembali mengingatkan seluruh pihak mengenai pentingnya persatuan dan kebersamaan.

Keamanan bukan semata-mata tugas aparat. Pemerintah memiliki tanggung jawab dalam memberikan pelayanan dan menciptakan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat. Sementara masyarakat memiliki peran menjaga lingkungan serta mendukung terciptanya suasana yang aman dan tertib.

Wijiyono menegaskan bahwa sinergitas harus terus dijaga agar berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan baik.

“Kita ingin suasana yang aman, nyaman dan kondusif. Untuk mewujudkan itu, tentu membutuhkan kebersamaan. Mari kita jaga silaturahmi, perkuat sinergi dan terus membangun komunikasi dengan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan semangat tersebut, kolaborasi tiga pilar diharapkan tidak hanya menjadi slogan, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan masyarakat. Sinergi antara pemerintah, TNI, Polri dan masyarakat menjadi fondasi penting dalam menjaga keamanan sekaligus memperkuat persatuan di Kabupaten Garut.

Semangat Apel Kebangsaan pun diharapkan dapat terus bergema hingga tingkat kelurahan, RW dan RT, sehingga nilai kebersamaan, gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari. (DIX)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *