![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Kepedulian Polri terhadap dunia pendidikan kembali ditunjukkan melalui kegiatan pembinaan kepada para pelajar. Kapolsek Sukawening, AKP Budiman Suhardiana, S.H., hadir sebagai pemateri dalam kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026 di SMAN 14 Garut, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (15/07/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WIB tersebut diikuti sekitar 400 siswa-siswi baru. Kehadiran Kapolsek tidak hanya memberikan edukasi tentang hukum, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, etika, tanggung jawab, serta semangat meraih prestasi sejak dini.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala SMAN 14 Garut, jajaran guru dan tenaga pendidik, serta seluruh peserta didik baru yang mengikuti rangkaian MPLS.
Mengusung tema “Pengenalan Bahaya Penyalahgunaan Narkoba, Tata Tertib Berlalu Lintas, Knalpot Brong, dan Anti-Bullying,” kegiatan berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para siswa.
Dalam penyampaiannya, AKP Budiman Suhardiana menegaskan bahwa sekolah merupakan tempat membangun masa depan. Oleh karena itu, setiap siswa harus memiliki karakter yang kuat, disiplin, jujur, bertanggung jawab, serta mampu menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, dan sekolah.
“Keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh karakter, disiplin, etika, dan kepatuhan terhadap aturan. Itulah yang harus mulai dibangun sejak kalian memasuki lingkungan sekolah,” ujarnya.
Kapolsek menjelaskan bahwa disiplin merupakan pondasi utama dalam membentuk generasi muda yang berkualitas. Kebiasaan sederhana seperti datang tepat waktu, menghormati guru, menaati tata tertib sekolah, serta menjaga sopan santun akan menjadi bekal penting dalam kehidupan bermasyarakat.
Selain membangun karakter, AKP Budiman juga memberikan motivasi kepada para siswa agar memiliki cita-cita tinggi dan tidak mudah menyerah menghadapi berbagai tantangan. Ia mengajak para pelajar untuk memanfaatkan masa sekolah sebagai kesempatan emas dalam mengembangkan kemampuan, prestasi, dan kepribadian.
Dalam materi mengenai keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), Kapolsek mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan sekolah tetap aman, nyaman, dan kondusif. Menurutnya, pelajar memiliki peran penting dalam menciptakan budaya saling menghormati serta menjauhi berbagai bentuk kenakalan remaja.
Pada sesi tertib berlalu lintas, AKP Budiman mengajak para siswa untuk menjadi pelopor keselamatan di jalan raya. Ia menekankan bahwa kepatuhan terhadap aturan lalu lintas bukan semata-mata karena takut ditilang, melainkan sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Kapolsek juga menyoroti maraknya penggunaan knalpot brong di kalangan remaja. Ia menegaskan bahwa penggunaan knalpot yang tidak sesuai spesifikasi teknis melanggar ketentuan hukum sekaligus mengganggu kenyamanan masyarakat.
“Knalpot brong bukan kebanggaan. Justru dapat meresahkan masyarakat dan berpotensi menimbulkan tindakan penegakan hukum. Jadilah pelajar yang menjadi contoh dalam tertib berlalu lintas,” tegasnya.
Tidak hanya itu, AKP Budiman memberikan perhatian serius terhadap persoalan bullying yang masih menjadi tantangan di dunia pendidikan. Ia mengingatkan bahwa perundungan, baik secara fisik, verbal maupun melalui media sosial, dapat meninggalkan trauma mendalam bagi korbannya.
Ia mengajak seluruh siswa untuk membangun budaya saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman bagi seluruh warga sekolah.
“Jangan pernah menjadi pelaku bullying. Sebaliknya, jadilah teman yang saling mendukung dan menguatkan agar semua bisa belajar dengan nyaman,” pesannya.
Materi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba menjadi salah satu fokus utama dalam kegiatan tersebut. Kapolsek menjelaskan bahwa narkoba merupakan ancaman serius bagi masa depan generasi muda karena dapat merusak kesehatan, menghancurkan cita-cita, bahkan berujung pada proses hukum.
Ia mengingatkan bahwa para pelajar sering menjadi target peredaran narkoba sehingga diperlukan kewaspadaan dalam memilih lingkungan pergaulan. Menurutnya, keberanian menolak ajakan negatif merupakan bentuk perlindungan terhadap masa depan diri sendiri.
“Jangan pernah mencoba narkoba, walaupun hanya sekali. Masa depan kalian jauh lebih berharga daripada rasa penasaran sesaat,” tegas AKP Budiman.
Agar penyampaian materi lebih efektif, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Para siswa tampak antusias mengajukan berbagai pertanyaan mengenai keselamatan berlalu lintas, bahaya narkoba, bullying, hingga peran kepolisian dalam menjaga keamanan masyarakat.
Kepala SMAN 14 Garut mengapresiasi kehadiran Kapolsek Sukawening dalam kegiatan MPLS. Menurutnya, materi yang diberikan sangat relevan dengan pembentukan karakter peserta didik baru sehingga dapat menjadi bekal dalam menjalani kehidupan sekolah.
Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa tidak hanya mengenal lingkungan sekolah, tetapi juga memiliki pemahaman yang kuat tentang pentingnya disiplin, etika, kepatuhan terhadap hukum, serta menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan.
Sinergi antara Polri dan dunia pendidikan diharapkan terus terjalin dalam menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, berakhlak mulia, serta menjadi pelopor keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kedamaian di tengah masyarakat. (DIX)













Leave a Reply