Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

​Sukses Kirim 119 Ton Jagung Ke Bulog, Poktan Mekar Jaya Sukawening Garut Jadi Garda Terdepan Ketahanan Pangan

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Di tengah tantangan pemenuhan stok pangan nasional, Kelompok Tani (Poktan) Mekar Jaya yang berlokasi di Desa Sudalarang, Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut, Jawa Barat, berhasil mencatatkan prestasi membanggakan. Hingga pertengahan Juli 2026, kelompok tani ini telah sukses menyerahkan 119 ton jagung ke pihak Bulog, sebuah pencapaian yang menempatkan mereka sebagai garda terdepan dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat daerah maupun nasional.

​Panen di Lahan Tadah Hujan: Bukti Ketangguhan Petani

​Semangat kolaborasi ini kembali terlihat saat pelaksanaan panen mandiri di lahan seluas 1 hektar yang terletak di Blok Panandaan, Desa Sudalarang, Sabtu (11/07/2026). Area yang digunakan kali ini merupakan lahan tadah hujan dengan tipe Non-LBS (Lahan Bukan Sawah).

​Meskipun lahan tadah hujan memiliki tantangan tersendiri terutama ketergantungan pada curah hujan,para petani di Poktan Mekar Jaya mampu mengelola potensi lahan tersebut secara maksimal. Hasil panen dari lahan seluas 1 hektar ini diproyeksikan mencapai angka 5 ton, yang menambah deretan keberhasilan kelompok tani dalam menjaga rantai pasok pangan.

​Sinergi Lintas Sektoral sebagai Motor Penggerak

​Keberhasilan ini tidak terjadi secara instan. Kapolsek Sukawening, AKP Budiman Suhardiana, S.H., yang memimpin langsung jalannya kegiatan panen, mengungkapkan bahwa keterlibatan Polri di sektor pertanian adalah bagian dari instruksi untuk mendukung program ketahanan pangan nasional.

​”Kegiatan panen mandiri ini adalah wujud nyata dukungan Polri. Kami melihat ada potensi besar di Desa Sudalarang. Capaian 119 ton yang telah masuk ke Bulog bukan sekadar angka, melainkan bukti bahwa petani kita mampu memenuhi standar kualitas yang ketat dari pemerintah,” ujar AKP Budiman.

​AKP Budiman menjelaskan bahwa pendampingan yang dilakukan jajarannya meliputi koordinasi teknis, pemantauan distribusi hasil panen, hingga memastikan bahwa setiap proses pemasaran hasil tani berjalan adil dan transparan. Kehadiran Polri di lapangan bertujuan untuk memberikan motivasi sekaligus meminimalisir kendala yang dihadapi petani, seperti akses distribusi ke Bulog.

​Pendampingan Teknis dan Standar Kualitas

​Di balik capaian 119 ton tersebut, terdapat proses panjang dalam menjaga kualitas jagung. Standar penerimaan di Bulog sangat memperhatikan kadar air dan tingkat kebersihan biji jagung. Oleh karena itu, sinergi antara Poktan Mekar Jaya dengan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sukawening menjadi krusial.

​Ketua Poktan Mekar Jaya, Jajang Sumpena, mengakui bahwa bimbingan teknis yang berkelanjutan telah mengubah pola pikir para anggota kelompoknya.

​”Tanpa dukungan dan bimbingan dari Bapak Kapolsek serta rekan-rekan dari BPP, kami mungkin kesulitan menjaga kualitas hasil panen agar sesuai kriteria Bulog. Pendampingan ini membuat kami lebih paham mengenai manajemen pascapanen, sehingga hasil panen kami selalu terserap dengan baik,” ungkap Jajang.

​Jajang menambahkan bahwa seluruh hasil panen dari Blok Panandaan ini akan segera melewati proses pengeringan dan pembersihan agar memenuhi standar akhir sebelum dikirimkan ke gudang Bulog.

​Dampak bagi Ekonomi Lokal

​Keberhasilan Poktan Mekar Jaya ini diharapkan dapat menjadi stimulan bagi kelompok tani lain di wilayah Garut, khususnya Sukawening, untuk lebih mengoptimalkan lahan tidur atau lahan tadah hujan menjadi lahan produktif. Dengan adanya kepastian serapan hasil panen oleh Bulog, petani kini memiliki motivasi lebih tinggi untuk terus menanam, karena rantai pemasaran telah terjamin.

​Kegiatan panen yang berlangsung khidmat pada Sabtu pagi tersebut turut dihadiri oleh jajaran personel Polsek Sukawening, perwakilan BPP Kecamatan Sukawening, jajaran Pol-PP Kecamatan Sukawening, serta seluruh anggota kelompok tani Mekar Jaya.

​Di akhir kunjungannya, pihak kepolisian menegaskan komitmennya untuk terus mengawal petani hingga musim panen berikutnya. “Kami akan terus mendampingi. Fokus kita ke depan adalah meningkatkan efisiensi lahan agar produktivitas per hektar bisa terus meningkat, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan para petani kita sendiri,” tutup AKP Budiman. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *