![]()
Jakarta,TRIBUNPRIBUMI.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan penyegaran organisasi melalui mutasi, rotasi, dan promosi jabatan terhadap 1.121 personel. Kebijakan yang ditetapkan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo tersebut menjadi bagian dari strategi pembinaan karier sekaligus memperkuat profesionalisme institusi dalam menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.
Salah satu sorotan dalam mutasi kali ini adalah promosi jabatan terhadap 11 Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) yang resmi memperoleh kenaikan pangkat menjadi Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol). Kenaikan pangkat tersebut diberikan seiring dengan penempatan mereka pada sejumlah jabatan strategis di lingkungan Polri.
Mutasi besar-besaran tersebut tertuang dalam tujuh Surat Telegram (ST) Kapolri tertanggal 25 Juni 2026. Ketujuh surat telegram itu mencakup perpindahan, promosi, dan rotasi sebanyak 1.121 personel yang terdiri atas perwira tinggi hingga perwira menengah.
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko, menjelaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus memperkuat efektivitas pelaksanaan tugas kepolisian.
Menurutnya, promosi jabatan bukan hanya bentuk penghargaan atas dedikasi personel, tetapi juga menjadi upaya regenerasi kepemimpinan agar organisasi Polri terus berkembang sesuai kebutuhan zaman.
“Mutasi dan promosi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi yang bertujuan meningkatkan profesionalisme, kapasitas kepemimpinan, serta efektivitas pelaksanaan tugas Polri dalam memberikan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat,” ujarnya, Senin (29/06/2026).
Dalam daftar promosi tersebut, Kombes Pol Iwan Saktiadi dipercaya mengemban amanah sebagai Wakapolda Banten setelah sebelumnya menjabat Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Timur. Penugasan itu menjadi salah satu promosi strategis yang menunjukkan kepercayaan pimpinan terhadap pengalaman dan kompetensinya.
Selain itu, Kombes Pol Raden Romdhon mendapat tugas baru sebagai Wakil Ketua Bidang Akademik STIK Lemdiklat Polri. Sementara Kombes Pol Bambang Widjanarko dipercaya menjadi Dosen Kepolisian Utama TK II STIK Lemdiklat Polri.
Di bidang pendidikan kepolisian, beberapa perwira lainnya juga mendapat promosi penting. Kombes Pol Hery Dian Dwiharto serta Kombes Pol Semmy Ronny Thabaa masing-masing dipercaya sebagai Widyaiswara Kepolisian Utama TK II di lingkungan Sespim Lemdiklat Polri.
Promosi juga diberikan kepada Kombes Pol Deddy Foury Millewa yang kini menjabat Kabagselbangyar Korpolairud Baharkam Polri, serta Kombes Pol Susilo Setiawan yang dipercaya sebagai Kepala Biro Perencanaan Polda Kalimantan Tengah.
Sementara itu, Kombes Pol Leo Andi Gunawan mendapat amanah sebagai Penerjemah Polri Madya TK I Divhubinter Polri. Kombes Pol Yudhi Wiratama dipercaya mengisi jabatan Kepala Biro Logistik Polda Maluku.
Untuk memperkuat jajaran operasional kewilayahan, Kombes Pol Mohammad Ali Kadhafi dipromosikan menjadi Kepala Biro Operasi Polda Aceh. Sedangkan Kombes Pol Kingkin Winisuda mendapat tugas baru sebagai Widyaiswara Kepolisian Madya TK I Sespimti Sespim Lemdiklat Polri.
Promosi terhadap sebelas perwira tersebut menunjukkan komitmen Polri dalam membangun organisasi yang adaptif, profesional, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Pengisian jabatan strategis melalui proses pembinaan karier diharapkan mampu melahirkan kepemimpinan yang tangguh serta siap menghadapi berbagai tantangan keamanan di tingkat nasional maupun daerah.
Mutasi juga menjadi bagian dari penyegaran organisasi agar setiap personel memperoleh kesempatan mengembangkan kompetensi sesuai bidang tugasnya. Dengan pengalaman yang dimiliki para perwira tersebut, Polri optimistis kinerja institusi akan semakin optimal dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, menegakkan hukum, serta memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan yang semakin berkualitas.
Kebijakan promosi jabatan ini sekaligus menjadi bukti bahwa Polri terus menjalankan sistem pembinaan karier secara berkesinambungan. Melalui regenerasi kepemimpinan yang terencana, institusi diharapkan semakin solid dalam menjawab tantangan tugas di era modern serta mampu meningkatkan kepercayaan publik terhadap kinerja kepolisian. (Megy)













Leave a Reply