![]()
Bekasi,TRIBUNPRIBUMI.com – Kepedulian dan respons cepat kembali ditunjukkan jajaran Polsek Cikarang Timur dalam membantu masyarakat. Seorang lanjut usia (lansia) bernama Madio berhasil dipertemukan kembali dengan keluarganya setelah sempat tersesat dan lupa jalan pulang, pada Selasa (28/04/2026).
Peristiwa bermula sekitar pukul 12.11 WIB, ketika Madio diantarkan oleh warga ke Mako Polsek Cikarang Timur. Lansia tersebut ditemukan dalam kondisi kebingungan dan tidak mengetahui arah pulang. Saat dimintai keterangan oleh petugas, Madio hanya mampu mengingat daerah asalnya di Tanjung Anom, Purworejo, Jawa Tengah.
Mendapati laporan tersebut, personel piket Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Cikarang Timur di bawah pimpinan Perwira Pengendali (Padal) Iptu Eko Wahyu K. segera melakukan langkah cepat guna mengidentifikasi dan melacak keberadaan keluarga Madio.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyebarkan informasi terkait temuan lansia tersebut melalui jaringan komunikasi dan grup komunitas warga asal Purworejo. Langkah ini terbukti efektif, setelah informasi tersebut sampai kepada anak kandung Madio yang berdomisili di Perumahan Grama Puri.
Sekitar pukul 17.50 WIB, pihak keluarga akhirnya datang langsung ke Mapolsek Cikarang Timur untuk menjemput Madio. Suasana haru pun mewarnai momen pertemuan tersebut, setelah beberapa jam terpisah tanpa kepastian.
Kapolsek Cikarang Timur melalui petugas piket menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil sinergi antara kepolisian dan masyarakat dalam membantu sesama.
“Kami mengimbau kepada masyarakat, khususnya yang memiliki anggota keluarga lansia, agar selalu memberikan pengawasan lebih guna menghindari kejadian serupa. Jika menemukan warga yang tersesat, segera laporkan atau antarkan ke kantor polisi terdekat,” ujar petugas.
Madio kemudian diserahkan kepada pihak keluarga dalam kondisi sehat dan selamat untuk kembali ke kediamannya.
Kejadian ini menjadi bukti nyata bahwa kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat dalam situasi kemanusiaan. (Mardani Lubis)
