Kades Mancagahar Endi: Kepemimpinan Terbuka dan Transparan Itu Wajib, Kebersamaan Jadi Nilai Berharga dalam Membangun Desa

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Komitmen terhadap keterbukaan dan transparansi terus digaungkan oleh Kepala Desa Mancagahar, Kecamatan Pameungpeuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Endi. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan yang terbuka bukan sekadar pilihan, melainkan sebuah kewajiban yang harus dijalankan demi mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan dan berpihak kepada masyarakat.

Menurut Endi, kemajuan sebuah desa tidak hanya ditentukan oleh program pemerintah semata, tetapi juga oleh sejauh mana masyarakat dilibatkan dalam setiap proses pembangunan. Ia meyakini bahwa kebersamaan antara pemerintah desa dan warga merupakan nilai yang sangat berharga dan menjadi fondasi utama dalam menciptakan perubahan positif.

“Kepemimpinan terbuka dan transparan itu wajib. Kemajuan dengan kebersamaan adalah sebuah nilai yang sangat berharga. Tanpa adanya sinergi antara pemerintah desa dan masyarakat, mustahil pembangunan bisa berjalan optimal,” ujar Endi saat diwawancarai awak media melalui sambungan Whatsapp miliknya,Selasa (24/3/2026).

Ia menjelaskan, dalam menjalankan pemerintahan, dirinya selalu berupaya membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan kritik, saran, maupun masukan. Baginya, partisipasi aktif warga merupakan bentuk kontrol sosial yang sangat penting dalam menjaga akuntabilitas dan kualitas pembangunan desa.

“Kami tidak pernah menutup diri. Justru kami mendorong masyarakat untuk aktif menyampaikan aspirasi. Kritik itu bukan untuk dihindari, tapi untuk dijadikan bahan evaluasi agar ke depan bisa lebih baik,” tegasnya.

Endi menambahkan, keterbukaan yang diterapkan di Desa Mancagahar tidak hanya dalam hal kebijakan, tetapi juga dalam pengelolaan anggaran dan pelaksanaan program. Ia ingin memastikan bahwa setiap warga mengetahui arah pembangunan desa serta dapat merasakan manfaatnya secara langsung.

Selain itu, pendekatan humanis juga menjadi ciri khas kepemimpinannya. Ia berusaha hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam forum resmi, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari. Hal tersebut dilakukan untuk membangun kedekatan emosional serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa.

“Seorang pemimpin harus bisa menjadi bagian dari masyarakat, bukan hanya sebagai pengambil kebijakan. Kita harus mendengar, memahami, dan merasakan apa yang dirasakan oleh warga,” ungkapnya.

Kepemimpinan Endi pun mendapat respon positif dari masyarakat. Warga menilai dirinya sebagai sosok yang sederhana, mudah ditemui, dan tidak berjarak dengan masyarakat.

Asep, salah satu warga Kampung Bunisari, mengungkapkan bahwa sosok Endi dikenal dekat dengan warga dan aktif dalam kehidupan sosial sehari-hari.

“Hampir setiap hari sebelum dan sesudah ke kantor, Pak Kades terlihat menyiram tanaman di halaman rumahnya. Tanamannya sering dibagikan ke warga. Itu menunjukkan beliau bukan hanya peduli pada pembangunan, tapi juga punya kepedulian sosial yang tinggi,” ujar Asep.

Ia juga menambahkan, sejak kepemimpinan Endi, Desa Mancagahar mengalami banyak perubahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Pembangunan infrastruktur desa semakin baik, pelayanan publik lebih cepat dan responsif, serta berbagai program pemberdayaan masyarakat mulai berjalan dengan optimal.

“Sekarang jalan-jalan desa sudah banyak yang diperbaiki, pelayanan juga lebih mudah. Kami merasa diperhatikan. Itu yang membuat warga semakin percaya,” katanya.

Di bidang ekonomi, pemerintah desa juga terus mendorong pemberdayaan masyarakat melalui berbagai program yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga. Endi menyebut, pembangunan tidak hanya berfokus pada fisik, tetapi juga harus menyentuh aspek ekonomi dan sosial.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga menjadi subjek. Artinya, mereka ikut terlibat dan merasakan manfaat dari setiap program yang dijalankan,” jelasnya.

Dengan mengedepankan prinsip transparansi, akuntabilitas, dan gotong royong, Desa Mancagahar kini mulai dikenal sebagai desa yang aktif dan progresif dalam pembangunan. Kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah desa pun terus meningkat seiring dengan berbagai capaian yang telah diraih.

Meski demikian, Endi mengaku masih banyak hal yang perlu dibenahi dan ditingkatkan ke depan. Ia berharap, semangat kebersamaan yang telah terbangun dapat terus dijaga agar Desa Mancagahar mampu berkembang menjadi desa yang mandiri dan berdaya saing.

“Kami tidak ingin berpuas diri. Pembangunan harus terus berjalan dan ditingkatkan. Yang paling penting adalah menjaga kebersamaan dan kepercayaan masyarakat. Karena itu adalah modal utama dalam membangun desa,” tuturnya.

Di akhir pernyataannya, Endi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersatu dan berperan aktif dalam pembangunan desa.

“Kami ingin setiap warga merasa memiliki desa ini. Dengan kebersamaan, transparansi, dan keterbukaan, insyaallah Desa Mancagahar bisa menjadi desa yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” tutupnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *