Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

Hadiri Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lodaya 2026 di Mapolres Garut, Sekda Nurdin Yana Ingatkan Masyarakat Utamakan Keselamatan di Jalan Raya

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Drs. H. Nurdin Yana, M.H., menghadiri undangan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lodaya 2026 di Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Garut, Senin (26/10/2026). Kehadiran Sekda Garut dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan pemerintah daerah terhadap upaya meningkatkan kesadaran, kedisiplinan, dan kepatuhan masyarakat dalam berlalu lintas. 

Operasi Patuh Lodaya diharapkan menjadi momentum untuk mengingatkan seluruh pengguna jalan bahwa keselamatan merupakan kebutuhan bersama yang harus diutamakan dalam setiap perjalanan.

Usai menghadiri kegiatan apel, Nurdin Yana menyampaikan keterangannya kepada awak media saat diwawancarai di Mapolres Garut. Ia menekankan pentingnya menjadikan pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026 sebagai sarana informasi sekaligus pengingat bagi masyarakat agar senantiasa menaati peraturan lalu lintas.

Menurutnya, kepatuhan terhadap aturan bukan hanya berkaitan dengan kewajiban sebagai pengguna jalan, tetapi juga merupakan langkah mendasar untuk menjaga keselamatan diri sendiri dan orang lain.

Nurdin Yana mengingatkan bahwa setiap perjalanan memiliki risiko apabila pengendara mengabaikan aturan dan tidak memperhatikan aspek keselamatan. Karena itu, masyarakat diharapkan tidak menganggap remeh ketentuan berlalu lintas, termasuk penggunaan perlengkapan keselamatan dan kelengkapan administrasi berkendara.

“Gelar Operasi Patuh Lodaya ini menjadi informasi sekaligus pengingat bagi masyarakat agar patuh dan taat saat melakukan perjalanan. Patuhi peraturan lalu lintas demi menjaga keselamatan diri,” ujar Nurdin Yana kepada awak media, Senin (26/10/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya membangun kesadaran masyarakat agar tertib berlalu lintas tidak hanya dilakukan ketika ada petugas yang berjaga atau saat operasi kepolisian berlangsung, melainkan menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Sekda Garut Ingatkan Pengendara Gunakan Helm dan Lengkapi Dokumen

Dalam keterangannya, Nurdin Yana juga mengingatkan para pengendara, khususnya pengguna sepeda motor, agar tidak mengabaikan penggunaan helm ketika berkendara.

Helm merupakan salah satu perlengkapan keselamatan yang berperan penting dalam melindungi kepala apabila terjadi kecelakaan. Oleh sebab itu, penggunaannya harus menjadi perhatian utama, bukan sekadar untuk memenuhi kewajiban ketika berada di jalan raya.

Selain perlengkapan keselamatan, ia mengimbau masyarakat untuk memastikan kelengkapan dokumen sebelum melakukan perjalanan, termasuk membawa Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai jenis kendaraan yang dikemudikan serta dokumen kendaraan yang dipersyaratkan.

“Gunakan helm saat berkendara, bawa surat-surat lengkap maupun SIM agar terasa aman dan nyaman saat berkendara,” tuturnya.

Imbauan tersebut menjadi pengingat bahwa keselamatan berkendara perlu dipersiapkan sejak sebelum kendaraan digunakan. Pengendara harus memastikan dirinya memenuhi persyaratan berkendara, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta memahami dan mematuhi ketentuan yang berlaku.

Kelengkapan administrasi juga penting untuk memastikan pengendara dapat menunjukkan dokumen yang dipersyaratkan ketika dilakukan pemeriksaan oleh petugas berwenang.

Dengan demikian, masyarakat diharapkan tidak hanya berorientasi pada kelancaran perjalanan, tetapi juga memperhatikan aspek keselamatan dan tanggung jawab selama berada di jalan raya.

Operasi Patuh Lodaya Bukan Sekadar Penegakan Aturan

Pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026 menjadi momentum untuk memperkuat pesan bahwa ketertiban berlalu lintas membutuhkan kesadaran dari seluruh lapisan masyarakat.

Penegakan aturan oleh kepolisian merupakan salah satu instrumen untuk mendorong kepatuhan. Namun, perubahan perilaku pengguna jalan juga membutuhkan pemahaman mengenai risiko pelanggaran serta kesadaran bahwa setiap tindakan di jalan dapat berdampak terhadap keselamatan orang lain.

Pengendara yang mengabaikan rambu-rambu, tidak menggunakan perlengkapan keselamatan, atau melakukan tindakan berbahaya berpotensi menimbulkan risiko bagi dirinya maupun pengguna jalan di sekitarnya.

*Karena itu, kepatuhan terhadap peraturan seharusnya tidak dipandang semata-mata sebagai upaya menghindari teguran atau sanksi. Lebih dari itu, aturan lalu lintas merupakan pedoman untuk menjaga keteraturan dan mengurangi risiko kecelakaan,” ucap Nurdin.

Pesan yang disampaikan Sekda Garut tersebut relevan dengan kebutuhan membangun budaya berkendara yang lebih bertanggung jawab. Masyarakat perlu memahami bahwa keselamatan tidak dapat diserahkan sepenuhnya kepada petugas, melainkan harus dimulai dari sikap setiap individu ketika menggunakan jalan raya.

Keselamatan Berlalu Lintas Membutuhkan Kesadaran Bersama

Upaya menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib membutuhkan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, serta masyarakat. Masing-masing pihak memiliki peran dalam mendorong terciptanya lingkungan berkendara yang lebih aman.

Kepolisian menjalankan tugas sesuai kewenangannya dalam penegakan hukum dan pengaturan lalu lintas. Pemerintah daerah dapat mendukung upaya peningkatan kesadaran masyarakat melalui edukasi serta koordinasi sesuai kewenangannya. Sementara itu, masyarakat memiliki tanggung jawab untuk menaati aturan dan tidak melakukan tindakan yang membahayakan pengguna jalan lainnya.

Di sisi pengendara, langkah sederhana seperti menggunakan helm, mengenakan sabuk keselamatan bagi pengemudi dan penumpang mobil, membawa dokumen yang dipersyaratkan, mematuhi batas kecepatan, serta tidak menggunakan telepon seluler ketika mengemudi dapat menjadi bagian dari perilaku berkendara yang lebih bertanggung jawab.

Pengendara juga perlu memastikan kondisi fisik dalam keadaan layak untuk berkendara, menjaga jarak aman, memperhatikan kondisi kendaraan, dan tidak memaksakan diri ketika lelah.

Kebiasaan tersebut penting diterapkan secara konsisten, baik ketika melakukan perjalanan dekat maupun jauh. Sebab, risiko kecelakaan tidak hanya muncul pada perjalanan panjang, tetapi juga dapat terjadi dalam aktivitas sehari-hari.

Disiplin Berlalu Lintas Harus Menjadi Kebiasaan

Pesan Sekda Garut dalam momentum Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Lodaya 2026 mengarah pada satu hal mendasar, yakni pentingnya menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama.

Masyarakat diharapkan memahami bahwa tertib berlalu lintas bukan hanya kewajiban hukum, melainkan bagian dari tanggung jawab sosial. Setiap pengguna jalan memiliki hak untuk merasa aman, sekaligus kewajiban untuk tidak membahayakan orang lain.

Karena itu, kesadaran berlalu lintas perlu dibangun melalui tindakan nyata, bukan hanya melalui imbauan. Penggunaan helm harus dilakukan setiap kali berkendara dengan sepeda motor, dokumen yang dipersyaratkan harus dipenuhi, dan setiap ketentuan lalu lintas harus ditaati tanpa menunggu adanya pemeriksaan petugas.

Kepatuhan yang tumbuh dari kesadaran akan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat. Selain membantu menciptakan perjalanan yang tertib, perilaku berkendara yang bertanggung jawab juga menjadi bagian dari upaya melindungi keluarga dan sesama pengguna jalan.

Melalui pelaksanaan Operasi Patuh Lodaya 2026, masyarakat Kabupaten Garut diharapkan semakin memahami pentingnya disiplin berlalu lintas dan tidak mengabaikan aspek keselamatan dalam setiap perjalanan.

Sebagaimana diingatkan Nurdin Yana, kepatuhan terhadap aturan, penggunaan helm, serta kelengkapan dokumen berkendara merupakan hal yang harus diperhatikan agar perjalanan berlangsung dengan aman dan nyaman.

Pada akhirnya, keselamatan di jalan raya bukan hanya tanggung jawab aparat penegak hukum, melainkan tanggung jawab seluruh pengguna jalan. Kesadaran untuk mematuhi aturan harus dimulai dari diri sendiri, demi melindungi keselamatan pribadi, keluarga, dan masyarakat luas,” pungkas Nurdin Yana. (DIX)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *