Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

Jelang Muscab Demokrat Cimahi, Ahmad Bajuri Soroti Konsistensi Program dan Kinerja Organisasi

Loading

Cimahi,TRIBUNPRIBUMI.com – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Demokrat Kota Cimahi, konsolidasi dan evaluasi internal organisasi menjadi perhatian. Di tengah dinamika menjelang pergantian kepengurusan, aktivitas Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kota Cimahi disebut masih berjalan melalui berbagai program organisasi dan kegiatan kemasyarakatan.

Kondisi tersebut mendapat apresiasi dari Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPD Partai Demokrat Jawa Barat, H. Ahmad Bajuri, S.E., M.M. Ia menilai, keberlangsungan kegiatan organisasi menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan dalam mengevaluasi kinerja kepengurusan di tingkat cabang.

Apresiasi itu disampaikan Bajuri saat menghadiri kegiatan pemberian cendera mata berupa tas kepada anggota Grup Qasidah Nur Al Ahyana, yang merupakan bagian dari Srikandi Demokrat Kota Cimahi. Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat DPC Partai Demokrat Kota Cimahi, Jalan Sangkuriang Barat II No. 4, Kelurahan Cipageran, Kecamatan Cimahi Utara, Sabtu (03/10/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bajuri menyoroti aktivitas organisasi di bawah kepemimpinan Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cimahi, H. Agung Budi Santoso. Menurutnya, konsistensi dalam menjalankan program serta kemampuan menghadirkan inovasi merupakan bagian penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi politik.

“Saya mengapresiasi DPC Partai Demokrat Kota Cimahi yang diketuai Mas Agung. Selalu ada inovasi dan konsistensi. Ketika sebuah program dinilai baik, kemudian terus dijalankan, itulah konsistensi. Bukan hanya sekali atau dua kali, tetapi terus berlanjut dengan berbagai inovasi,” ujar Bajuri saat di wawancarai awak media,Selasa (13/10/2026).

Menurutnya, organisasi politik tidak cukup hanya memiliki struktur kepengurusan dan menjalankan kegiatan secara administratif. Lebih dari itu, diperlukan aktivitas yang berkesinambungan, keterlibatan kader, serta program yang mampu menjaga hubungan di antara anggota organisasi.

Ia menilai, keberadaan sekretariat partai yang aktif digunakan untuk berbagai kegiatan juga menjadi salah satu aspek yang patut diperhatikan. Kantor partai, kata dia, semestinya tidak hanya menjadi tempat administrasi, tetapi juga ruang untuk membangun komunikasi, memperkuat kebersamaan, dan menggerakkan kegiatan organisasi.

“Tidak semua orang mampu membangun dan menghidupkan kantor partai dengan kegiatan yang dinamis. Ini menjadi bagian dari bagaimana kepemimpinan mampu menggerakkan organisasi dan memberikan manfaat bagi kader,” tuturnya.

Muscab Bukan Sekadar Pergantian Kepengurusan

Menjelang Muscab Partai Demokrat Kota Cimahi, Bajuri menegaskan pentingnya menjadikan forum tersebut sebagai ruang evaluasi terhadap perjalanan organisasi sekaligus menilai kinerja kepengurusan selama menjalankan amanah.

Menurutnya, proses evaluasi harus dilakukan secara rasional dan objektif dengan mempertimbangkan rekam kerja, program yang telah dilaksanakan, kesinambungan kegiatan, serta capaian yang dapat dipertanggungjawabkan.

Program yang dinilai memberikan manfaat bagi organisasi dapat dipertahankan dan dikembangkan. Sementara itu, berbagai kekurangan perlu dijadikan bahan pembenahan agar kepengurusan berikutnya dapat bekerja lebih terarah.

Bajuri juga mengingatkan bahwa dinamika menjelang Muscab merupakan hal yang wajar dalam sebuah organisasi. Perbedaan pandangan tidak seharusnya berkembang menjadi persoalan personal yang berpotensi mengganggu soliditas internal.

“Dalam organisasi, tentu ada dinamika dan perbedaan pandangan. Itu hal yang wajar. Yang penting bagaimana semuanya dibahas secara rasional, melalui diskusi, dan melihat kinerja yang sudah dilakukan,” katanya.

Pernyataan tersebut menekankan bahwa proses konsolidasi menjelang Muscab perlu mengedepankan dialog dan argumentasi berdasarkan fakta. Dengan demikian, evaluasi kepengurusan tidak semata-mata bertumpu pada perbedaan pendapat, melainkan juga mempertimbangkan pelaksanaan program dan kontribusi nyata terhadap organisasi.

Dedikasi, Loyalitas, dan Integritas Menjadi Perhatian

Selain menyoroti keberlangsungan program, Bajuri turut menekankan pentingnya dedikasi, loyalitas, dan integritas dalam membangun organisasi politik. Menurutnya, kader perlu memiliki ketahanan dalam menghadapi kritik maupun dinamika internal.

Ia berpandangan bahwa tanggapan terhadap kritik sebaiknya diwujudkan melalui kinerja dan kontribusi yang dapat dilihat secara nyata, bukan hanya melalui pernyataan atau pembelaan secara lisan.

Dalam konteks tersebut, Muscab menjadi momentum untuk menilai sejauh mana program organisasi telah berjalan, bagaimana kader dilibatkan, serta apa saja yang perlu diperbaiki dalam menghadapi tantangan ke depan.

Evaluasi juga diharapkan mampu memperkuat konsolidasi agar setiap unsur kepengurusan memiliki pemahaman yang sama mengenai arah dan tujuan organisasi.

Bajuri berharap Muscab Partai Demokrat Kota Cimahi dapat berlangsung sebagai forum organisasi yang mengedepankan kedewasaan dalam menyikapi perbedaan, keterbukaan dalam mengevaluasi kinerja, serta komitmen untuk menjaga kesinambungan program.

“Dedikasi, loyalitas, integritas dan kerja nyata harus menjadi fondasi dalam membangun organisasi ke depan,” pungkasnya.

Dihadiri Pengurus DPC dan Kader Demokrat Cimahi

Kegiatan pemberian cendera mata kepada anggota Grup Qasidah Nur Al Ahyana tersebut turut dihadiri Ketua DPC Partai Demokrat Kota Cimahi H. Agung Budi Santoso, Sekretaris DPC sekaligus Anggota DPRD Kota Cimahi Iwan Setiawan, Direktur Eksekutif Partai Demokrat Cimahi Bandon Yulianto, serta Bendahara DPC Yaya Sunarya.

Hadir pula Kepala Bakomstra Iwan Husniawan, Ketua Srikandi Demokrat Kota Cimahi Hj. Endah Winarti, S.H., Anggota DPRD Kota Cimahi dari Fraksi Demokrat Lilis Yusniawati, serta Ketua Grup Qasidah Nur Al Ahyana Hj. Siswanti bersama para anggota qasidah dan kader Partai Demokrat Kota Cimahi.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari aktivitas organisasi yang berlangsung di tengah persiapan menuju Muscab. Adapun evaluasi menyeluruh terhadap kepengurusan, arah konsolidasi, dan keberlanjutan program selanjutnya menjadi bagian dari proses organisasi yang perlu dibahas melalui mekanisme Muscab sesuai ketentuan partai.

Dengan demikian, perhatian menjelang Muscab tidak hanya tertuju pada proses pergantian atau penetapan kepengurusan, tetapi juga pada bagaimana organisasi mempertahankan kegiatan, meningkatkan keterlibatan kader, dan memastikan program yang telah berjalan dapat dievaluasi secara terbuka serta berkelanjutan. (Davin Yogi)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *