![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Polres Garut terus mendorong penguatan mental dan spiritual personelnya sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Ngaji Kebangsaan yang dirangkaikan dengan pembinaan rohani dan mental (Binrohtal) tingkat Polres Garut.
Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Nurul Hakim Polres Garut, Jalan Jenderal Sudirman No. 204, Sucikaler, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut, Sabtu (26/09/2026).
Ngaji Kebangsaan diikuti Wakapolres Garut Kompol Deny Rahmanto, S.S., S.I.K., M.M., jajaran Kabag, Kasat, Kasi, para Kapolsek, perwira, personel Polri hingga ASN di lingkungan Polres Garut.
Kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual bersama Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., serta Pengasuh Pondok Pesantren LP3IA Narukan, KH. Ahmad Bahauddin Nurzalim atau Gus Baha.
Kegiatan tidak sekadar menjadi agenda pembinaan keagamaan internal kepolisian. Lebih dari itu, Ngaji Kebangsaan menjadi ruang untuk menguatkan keimanan dan ketakwaan sekaligus menanamkan kembali nilai kebangsaan dalam pelaksanaan tugas.
Bagi anggota Polri dan ASN, penguatan rohani dinilai memiliki keterkaitan erat dengan pelaksanaan tugas yang bersentuhan langsung dengan masyarakat. Nilai-nilai keagamaan diharapkan dapat menjadi landasan moral dalam menjalankan kewenangan, memberikan pelayanan, serta menghadapi berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.
Kapolri Tekankan Sinergi Ulama dan Umara
Dalam kegiatan tersebut, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa kegiatan mengaji bersama merupakan kesempatan yang perlu dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya.
Menurut Kapolri, kegiatan tersebut dapat menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperluas wawasan melalui ilmu dan nilai-nilai kebaikan yang disampaikan para ulama.
Kapolri juga menekankan pentingnya hubungan yang harmonis antara ulama dan umara dalam perjalanan kehidupan bangsa Indonesia. Ulama memiliki posisi penting dalam memberikan tuntunan moral dan keagamaan kepada masyarakat.
Sementara itu, umara memiliki amanah untuk menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik demi membangun bangsa serta mewujudkan kehidupan masyarakat yang adil dan makmur.
“Ulama ibarat lentera yang selalu menunjukkan jalan kepada kita,” demikian pesan Kapolri dalam kegiatan tersebut.
Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa pelaksanaan tugas negara tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga membutuhkan landasan moral, integritas dan tanggung jawab.
Polri Didorong Terus Hadir di Tengah Masyarakat
Kapolri juga menegaskan tanggung jawab Polri untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui tugas perlindungan, pengayoman dan pelayanan, sekaligus menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Tugas tersebut berlangsung di tengah situasi yang terus berkembang. Persoalan keamanan, dinamika global, tantangan ketahanan pangan dan energi, hingga dampaknya terhadap kondisi perekonomian menjadi bagian dari persoalan yang membutuhkan perhatian seluruh elemen bangsa.
Dalam kondisi demikian, persatuan dan kebersamaan menjadi bagian penting yang harus terus dijaga.
Keberagaman Indonesia juga menjadi kekuatan yang harus dirawat. Perbedaan suku, agama, budaya dan latar belakang masyarakat tidak semestinya menjadi sumber perpecahan, melainkan dapat menjadi modal sosial untuk menghadapi berbagai tantangan bangsa.
Wakapolres Garut: Keimanan dan Pengabdian Harus Berjalan Seiring
Wakapolres Garut Kompol Deny Rahmanto menyampaikan bahwa pelaksanaan Ngaji Kebangsaan di lingkungan Polres Garut diharapkan mampu memberikan penguatan spiritual kepada seluruh personel.
Menurutnya, nilai keimanan, kebangsaan dan pengabdian merupakan tiga hal yang perlu berjalan beriringan dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Kegiatan Ngaji Kebangsaan di lingkungan Polres Garut diharapkan dapat memberikan penguatan spiritual kepada seluruh personel, sehingga nilai-nilai keimanan, kebangsaan dan pengabdian dapat berjalan seiring dalam pelaksanaan tugas sehari-hari,” ujar Kompol Deny Rahmanto saat ditemui awak media.
Ia menambahkan, pembinaan rohani dan mental merupakan bagian penting dalam membangun personel yang tidak hanya memiliki kemampuan dalam menjalankan tugas kepolisian, tetapi juga memiliki kesadaran moral dan tanggung jawab dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Polres Garut berharap semangat pengabdian personel semakin kuat, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan tugas di lapangan.
Ngaji Kebangsaan pun diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat diimplementasikan dalam perilaku sehari-hari, baik dalam menjalankan tugas kedinasan maupun ketika berinteraksi dengan masyarakat.
Dengan demikian, penguatan spiritual dapat berjalan beriringan dengan penguatan semangat kebangsaan, sehingga personel Polri dan ASN mampu menjalankan tugas secara humanis, bertanggung jawab dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
(DIX)















Leave a Reply