![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Komitmen menciptakan lingkungan pemerintahan yang bersih, sehat, nyaman, dan tertata terus diperkuat jajaran Kelurahan Sukakarya. Salah satu langkah nyata yang dilakukan yakni dengan menjadikan kegiatan Jumat Bersih sebagai bagian dari program prioritas di lingkungan Kantor Kelurahan Sukakarya.
Kegiatan Jumat Bersih tidak sekadar dimaknai sebagai aktivitas membersihkan halaman maupun lingkungan kantor. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi sarana untuk membangun kesadaran, kedisiplinan, kebersamaan, serta budaya gotong royong di kalangan aparatur pemerintahan.
Lurah Sukakarya, EA Rustandi, S.I.P., M.AP., menegaskan bahwa kebersihan lingkungan kantor merupakan tanggung jawab seluruh pegawai. Oleh karena itu, dirinya menginstruksikan agar kegiatan Jumat Bersih tidak hanya dilaksanakan sebagai kegiatan seremonial, tetapi benar-benar menjadi kebiasaan yang melekat dalam keseharian seluruh pegawai.
Menurut EA Rustandi, lingkungan kantor merupakan salah satu wajah pemerintahan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Ketika masyarakat datang ke kantor kelurahan untuk memperoleh pelayanan administrasi maupun menyampaikan berbagai aspirasi, kondisi lingkungan kantor yang bersih dan nyaman tentu akan memberikan kesan positif.
“Kami instruksikan agar kegiatan ini menjadi kebiasaan seluruh pegawai di Kelurahan Sukakarya. Jangan hanya dilakukan pada hari Jumat atau ketika ada instruksi, tetapi kesadaran untuk menjaga kebersihan harus tumbuh dari diri masing-masing,” ujar EA Rustandi saat di wawancarai awak media di ruang kerjanya,Jum’at (07/08/2026).
Ia menekankan, kebersihan bukan hanya persoalan bagaimana lingkungan terlihat bersih secara fisik. Kebersihan juga berkaitan erat dengan kedisiplinan dan karakter seseorang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Karena itu, menurutnya, membangun budaya bersih harus dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk dari kantor pemerintahan.
“Mari kita jaga kebersihan, mulai dari kita untuk semua. Kalau lingkungan kita bersih, suasana kerja juga akan terasa lebih nyaman. Masyarakat yang datang ke kantor pun tentu akan merasa lebih nyaman ketika mendapatkan pelayanan,” katanya.
Bangun Kesadaran dari Lingkungan Kantor
Dalam pelaksanaan Jumat Bersih, seluruh pegawai di lingkungan Kelurahan Sukakarya didorong untuk terlibat secara aktif. Kegiatan dapat dilakukan dengan membersihkan halaman kantor, menyapu area lingkungan, merapikan taman, membersihkan saluran air, menata berbagai fasilitas kantor, serta memastikan tidak terdapat sampah yang berserakan.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk melakukan pengecekan terhadap berbagai bagian lingkungan kantor yang selama aktivitas pelayanan sehari-hari terkadang luput dari perhatian.
Lingkungan yang bersih dan tertata diharapkan dapat menciptakan suasana kerja yang lebih kondusif. Para pegawai dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan lebih nyaman, sementara masyarakat memperoleh pelayanan dalam suasana yang lebih baik.
EA Rustandi juga mengingatkan agar kebiasaan menjaga kebersihan tidak berhenti setelah kegiatan Jumat Bersih selesai.
Menurutnya, Jumat Bersih hanyalah momentum untuk mengingatkan kembali seluruh pegawai tentang pentingnya menjaga kebersihan. Hal terpenting adalah bagaimana semangat tersebut dapat diterapkan setiap hari.
“Jumat Bersih ini menjadi pengingat bagi kita semua. Setelah kegiatan selesai, bukan berarti kita kemudian kembali membiarkan lingkungan kotor. Justru setelah itu harus ada kesadaran untuk mempertahankan kebersihan,” ungkapnya.
Gotong Royong Perkuat Kebersamaan
Selain menciptakan lingkungan yang bersih, kegiatan Jumat Bersih juga memiliki nilai penting dalam memperkuat kebersamaan antarpegawai.
Ketika seluruh unsur di lingkungan kelurahan bersama-sama membersihkan lingkungan, tidak ada sekat antara satu dengan yang lainnya. Semua bergerak dengan tujuan yang sama, yakni menciptakan lingkungan kerja yang nyaman.
Semangat tersebut dinilai sejalan dengan nilai gotong royong yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia.
Kebersamaan seperti itu juga diharapkan dapat terbawa dalam pelaksanaan tugas pemerintahan. Sebab, pelayanan kepada masyarakat membutuhkan kerja sama dan koordinasi seluruh unsur yang ada.
“Yang kita bangun bukan hanya lingkungan yang bersih, tetapi juga kebersamaan. Dengan gotong royong, pekerjaan yang berat bisa menjadi ringan. Ini juga menjadi bagian dari membangun kekompakan di antara kita,” tutur EA Rustandi.
Ia berharap para pegawai tidak melihat kegiatan Jumat Bersih sebagai beban tambahan. Sebaliknya, kegiatan tersebut harus dipahami sebagai bentuk kepedulian bersama terhadap lingkungan tempat bekerja.
Pemerintah Kelurahan Harus Memberikan Contoh
Lebih jauh, EA Rustandi menilai aparatur pemerintahan harus mampu menjadi contoh bagi masyarakat. Menurutnya, pemerintah kelurahan tidak cukup hanya memberikan imbauan kepada masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungan.
Aparatur juga harus terlebih dahulu menunjukkan praktik nyata.
“Kalau kita mengajak masyarakat menjaga kebersihan, tentu kita harus memberikan contoh terlebih dahulu. Mulai dari kantor kita, lingkungan kita, dan dari diri kita sendiri,” tegasnya.
Semangat tersebut diharapkan dapat memberikan dampak lebih luas. Ketika lingkungan kantor kelurahan terlihat bersih dan tertata, masyarakat yang datang diharapkan ikut tergerak untuk menerapkan hal yang sama di lingkungan masing-masing.
Terlebih, kelurahan merupakan salah satu unsur pemerintahan yang berada paling dekat dengan masyarakat. Interaksi antara aparatur kelurahan dengan masyarakat berlangsung hampir setiap hari.
Karena itu, setiap kebiasaan positif yang dibangun di lingkungan kantor berpotensi menjadi contoh dan inspirasi bagi masyarakat.
Kebersihan Bagian dari Pelayanan Publik
Kebersihan lingkungan juga tidak dapat dipisahkan dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik. Kantor pemerintahan yang bersih, tertib, dan nyaman akan mendukung terciptanya suasana pelayanan yang lebih baik.
Masyarakat yang datang untuk mengurus berbagai kebutuhan administrasi tentu membutuhkan tempat yang nyaman. Karena itu, menjaga kebersihan kantor bukan hanya persoalan estetika, tetapi juga bagian dari upaya memberikan pelayanan yang optimal.
EA Rustandi berharap seluruh pegawai memiliki kesadaran bahwa memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat harus dilakukan secara menyeluruh.
Tidak hanya melalui kecepatan dan ketepatan dalam menyelesaikan administrasi, tetapi juga dengan menciptakan lingkungan pelayanan yang nyaman dan bersih.
“Pelayanan itu bukan hanya bagaimana kita melayani secara administrasi. Lingkungan tempat masyarakat mendapatkan pelayanan juga harus kita perhatikan. Karena itu, kebersihan menjadi bagian dari pelayanan kita kepada masyarakat,” jelasnya.
Dorong Budaya Bersih Berkelanjutan
Ke depan, kegiatan Jumat Bersih di lingkungan Kelurahan Sukakarya diharapkan terus dipertahankan dan ditingkatkan. Program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan rutin mingguan, tetapi berkembang menjadi budaya bersih yang dilakukan secara sadar oleh seluruh pegawai.
Kesadaran menjaga kebersihan juga diharapkan dapat diterapkan mulai dari ruang kerja masing-masing. Setiap pegawai diharapkan mampu menjaga meja kerja, ruangan, halaman, fasilitas umum, serta lingkungan sekitar kantor agar tetap bersih dan tertata.
Dengan demikian, kebersihan tidak lagi bergantung pada ada atau tidaknya kegiatan Jumat Bersih.
“Target kita bukan hanya kantor terlihat bersih pada hari Jumat. Target kita adalah bagaimana setiap hari lingkungan Kelurahan Sukakarya tetap bersih, tertata, dan nyaman,” kata EA Rustandi.
Ia pun kembali mengajak seluruh jajaran Kelurahan Sukakarya untuk menjaga komitmen tersebut secara bersama-sama.
“Mari kita mulai dari diri kita sendiri. Mulai dari hal kecil, mulai dari lingkungan kantor, dan kemudian kita tularkan kepada masyarakat. Jaga kebersihan mulai dari kita untuk semua.”
Menjadi Gerakan Bersama
Komitmen Kelurahan Sukakarya menjadikan Jumat Bersih sebagai program prioritas menjadi salah satu langkah sederhana namun memiliki makna besar. Sebab, perubahan lingkungan tidak selalu harus dimulai dari program besar. Kesadaran, kedisiplinan, dan konsistensi dalam melakukan hal-hal kecil juga dapat menghasilkan perubahan positif.
Melalui kegiatan tersebut, jajaran Kelurahan Sukakarya ingin membangun kesadaran bahwa lingkungan bersih merupakan kebutuhan bersama. Tidak hanya untuk kepentingan aparatur pemerintahan, tetapi juga untuk masyarakat secara luas.
Semangat gotong royong yang dibangun melalui Jumat Bersih diharapkan menjadi energi positif dalam menjalankan berbagai tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Pada akhirnya, kantor kelurahan bukan hanya menjadi tempat bekerja bagi aparatur, tetapi juga menjadi ruang pelayanan publik yang harus mampu memberikan rasa nyaman kepada setiap warga.
Dengan lingkungan yang bersih, suasana kerja yang nyaman, serta aparatur yang memiliki kepedulian terhadap kebersihan, diharapkan kualitas pelayanan di Kelurahan Sukakarya dapat terus meningkat.
Jumat Bersih pun diharapkan bukan sekadar rutinitas, melainkan menjadi gerakan bersama untuk membangun budaya hidup bersih, memperkuat gotong royong, dan menghadirkan lingkungan pemerintahan yang nyaman. Dari Kelurahan Sukakarya, semangat tersebut dimulai dari satu pesan sederhana: kebersihan dimulai dari kita, untuk kebaikan semua. (DIX)














Leave a Reply