![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui langkah nyata yang dilakukan jajaran Polsek Sukawening Polres Garut bersama Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sukawening, Perum Bulog Kabupaten Garut, dan Kelompok Tani (Poktan). Kolaborasi lintas sektor yang dibangun secara konsisten tersebut kini membuahkan hasil membanggakan dengan total serapan jagung pipil mencapai 129 ton, sebuah capaian yang menunjukkan semakin kuatnya sinergi antara aparat kepolisian, penyuluh pertanian, Bulog, dan para petani dalam mendukung swasembada pangan nasional.
Capaian tersebut kembali bertambah melalui kegiatan penyerapan hasil panen jagung pipil sebanyak 5 ton milik petani binaan Polsek Sukawening yang dikirim ke Gudang Bulog Copong Mandala, Desa Sukamantri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Jawa Barat,Selasa (04/08/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 11.30 WIB hingga selesai itu berlangsung lancar dan penuh semangat kebersamaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kabag SDM Polres Garut Kompol Eka Anggriana, S.H., M.A.P., Kapolsek Sukawening AKP Budiman Suhardiana, S.H., Paurbinkar Bag SDM Polres Garut Ipda Galih Yuliansyah, S.H., C.P.H.R., Penanggung Jawab Gudang Bulog Kabupaten Garut Riki, para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Sukawening, serta perwakilan Kelompok Tani binaan Polsek Sukawening.
Bagi Polsek Sukawening, kegiatan tersebut bukan sekadar mengantar hasil panen ke gudang Bulog. Lebih dari itu, penyerapan hasil panen merupakan bentuk kepastian pasar bagi petani sekaligus upaya menjaga stabilitas harga dan memperkuat cadangan pangan nasional.
Kapolsek Sukawening AKP Budiman Suhardiana, S.H., mengatakan capaian serapan 129 ton jagung pipil merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang selama ini memiliki komitmen yang sama untuk memajukan sektor pertanian.
“Hingga hari ini jumlah serapan jagung yang difasilitasi Polsek Sukawening telah mencapai 129 ton. Angka ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara Polri, BPP, Bulog, dan kelompok tani berjalan sangat baik dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Kami akan terus mengawal program ini agar manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat,” ujar AKP Budiman.
Ia menjelaskan bahwa keterlibatan Polri dalam sektor pertanian merupakan implementasi dari arahan pemerintah agar seluruh elemen bangsa turut mendukung program swasembada pangan. Karena itu, Polsek Sukawening tidak hanya menjalankan fungsi pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga aktif hadir mendampingi para petani.
Menurutnya, kesejahteraan petani akan meningkat apabila hasil panennya memiliki kepastian penyerapan. Dengan adanya Bulog sebagai mitra penyerapan, petani tidak lagi khawatir terhadap fluktuasi harga saat panen raya.
“Kami ingin petani merasa tenang. Mereka fokus meningkatkan produksi, sementara kami bersama BPP dan Bulog membantu memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik. Ketika petani sejahtera, ketahanan pangan nasional juga akan semakin kuat,” katanya.
AKP Budiman menambahkan bahwa keberhasilan tersebut tidak mungkin tercapai tanpa adanya komunikasi yang baik di antara seluruh pihak. Pendampingan yang dilakukan secara intensif sejak awal masa tanam hingga proses pascapanen menjadi faktor penting yang mendorong peningkatan kualitas dan produktivitas jagung di wilayah Sukawening.
Sementara itu, Kabag SDM Polres Garut Kompol Eka Anggriana, S.H., M.A.P., mengapresiasi inovasi dan dedikasi Polsek Sukawening dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.
Menurutnya, kehadiran anggota Polri di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak pembangunan, termasuk dalam sektor pertanian yang menjadi salah satu penopang perekonomian masyarakat.
“Kami mengapresiasi langkah Polsek Sukawening yang mampu membangun kolaborasi dengan BPP, Bulog, dan kelompok tani. Sinergi seperti ini harus terus dipertahankan karena manfaatnya sangat besar bagi masyarakat maupun negara,” ujarnya.
Peran Badan Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Sukawening juga menjadi salah satu kunci keberhasilan program tersebut. Melalui para Penyuluh Pertanian Lapangan, petani memperoleh pendampingan secara berkelanjutan mulai dari penggunaan benih unggul, teknik penanaman yang baik, pola pemupukan yang tepat, pengendalian hama dan penyakit tanaman, hingga penanganan hasil panen agar kualitas jagung memenuhi standar yang ditetapkan Bulog.
Pendampingan tersebut terbukti meningkatkan kualitas produksi jagung para petani. Selain menghasilkan panen yang lebih baik, produktivitas lahan juga mengalami peningkatan sehingga mampu memberikan nilai ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat.
Penanggung Jawab Gudang Bulog Kabupaten Garut, Riki, menyampaikan bahwa Bulog memiliki komitmen kuat untuk terus menyerap hasil panen petani sebagai bagian dari upaya menjaga cadangan pangan pemerintah sekaligus melindungi petani dari gejolak harga.
Menurutnya, kerja sama yang terjalin dengan Polsek Sukawening dan BPP merupakan contoh sinergi yang efektif dalam membangun rantai pasok pangan yang sehat dan berkelanjutan.
“Kami siap terus bersinergi dengan seluruh pihak agar hasil panen petani dapat terserap secara optimal. Dengan demikian, petani memperoleh kepastian pasar dan pemerintah memiliki cadangan pangan yang memadai,” katanya.
Di sisi lain, para petani merasakan manfaat nyata dari program tersebut. Perwakilan Kelompok Tani binaan Polsek Sukawening, Jajang, mengungkapkan rasa syukur atas perhatian yang diberikan pemerintah bersama jajaran kepolisian.
Ia mengatakan bahwa selama ini para petani tidak hanya memperoleh pendampingan teknis dari penyuluh pertanian, tetapi juga dukungan moril dari Polsek Sukawening yang terus memberikan motivasi agar petani tetap semangat meningkatkan produksi.
“Kami merasa sangat terbantu. Pendampingan dari BPP dan Polsek membuat hasil panen kami semakin baik, sementara Bulog memberikan kepastian pembelian. Hal ini tentu menambah semangat kami untuk terus menanam jagung,” ungkapnya.
Keberhasilan penyerapan jagung hingga mencapai 129 ton menunjukkan bahwa kolaborasi lintas sektor mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan pertanian di Kabupaten Garut. Program ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan daerah yang pada akhirnya berkontribusi terhadap ketahanan pangan nasional.
Lebih dari sekadar angka, capaian tersebut mencerminkan semangat gotong royong yang masih terpelihara dengan baik. Polri, pemerintah melalui BPP, Bulog, dan masyarakat tani mampu berjalan beriringan dalam mewujudkan tujuan bersama, yakni menghadirkan sektor pertanian yang maju, mandiri, dan berdaya saing.
Ke depan, Polsek Sukawening berkomitmen untuk terus memperluas pendampingan kepada kelompok tani agar produktivitas jagung terus meningkat. Melalui kerja sama yang semakin erat dengan seluruh pemangku kepentingan, Kecamatan Sukawening diharapkan dapat menjadi salah satu sentra produksi jagung yang mampu memberikan kontribusi besar terhadap keberhasilan program swasembada pangan di Kabupaten Garut maupun tingkat nasional.
Sinergi yang telah menghasilkan serapan jagung hingga 129 ton ini menjadi bukti bahwa ketahanan pangan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, melainkan merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen bangsa. Dengan semangat harmonisasi, kebersamaan, dan gotong royong yang terus dijaga, Indonesia diyakini akan semakin kokoh menuju kedaulatan pangan yang berkelanjutan. (DIX)












Leave a Reply