Suara Pribumi, Suara Kebenaran

Independen, Kritis, Berpihak pada Rakyat

Kabid Pemdes DPMD Kabupaten Garut Idad Badrudin, S.E. Ajak Seluruh Desa Bergerak Bersihkan Sungai, Antisipasi Risiko Banjir Saat Musim Hujan

Loading

Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Menjelang datangnya musim penghujan, Kepala Bidang Pemerintahan Desa (Kabid Pemdes) Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Garut, Jawa Barat, Idad Badrudin, S.E., mengajak seluruh pemerintah desa, kelurahan, lembaga kemasyarakatan desa, serta masyarakat untuk bergerak bersama menjaga kebersihan lingkungan, khususnya membersihkan sungai, saluran irigasi, drainase, dan kawasan yang berpotensi menjadi titik penyumbatan aliran air.

Ajakan tersebut disampaikan sebagai langkah antisipasi menghadapi perubahan musim dari kemarau menuju musim hujan yang umumnya ditandai dengan meningkatnya intensitas curah hujan. Kondisi tersebut berpotensi menimbulkan genangan hingga banjir apabila saluran air dipenuhi sampah maupun material lain yang menghambat aliran.

Idad Badrudin mengatakan bahwa upaya pencegahan bencana tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, pemerintah desa memiliki posisi strategis sebagai ujung tombak dalam menggerakkan budaya gotong royong dan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan.

“Mengingat saat ini kita akan memasuki musim hujan, kami menghimbau kepada seluruh pemerintah desa dan kelurahan di Kabupaten Garut agar meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan. Terutama membersihkan sungai dari tumpukan sampah yang berada di wilayah masing-masing,” ujar Idad saat di wawancarai awak media melalui sambungan Whatsapp miliknya, Jum’at (24/07/2026).

Idad menegaskan, kebersihan sungai menjadi salah satu faktor penting dalam mengurangi risiko terjadinya banjir. Sampah rumah tangga yang dibuang sembarangan ke sungai maupun saluran drainase dapat menyebabkan penyumbatan aliran air. Ketika hujan deras turun dalam waktu yang cukup lama, air akan meluap dan menggenangi permukiman maupun lahan pertanian.

Karena itu, DPMD Kabupaten Garut mengajak seluruh kepala desa agar segera mengambil langkah nyata melalui kegiatan kerja bakti, gotong royong massal, serta mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana.

Menurut Idad, kegiatan bersih-bersih lingkungan hendaknya tidak hanya dilakukan menjelang musim hujan, tetapi menjadi budaya yang terus dipelihara sepanjang tahun. Dengan demikian, lingkungan desa akan tetap bersih, sehat, dan nyaman untuk ditinggali.

Selain membersihkan sungai, pemerintah desa juga diharapkan melakukan pemetaan terhadap titik-titik rawan banjir di wilayahnya masing-masing. Langkah tersebut penting agar upaya penanganan dapat dilakukan lebih cepat apabila terjadi peningkatan debit air akibat hujan dengan intensitas tinggi.

Sementara,dirinya juga mendorong agar pemerintah desa melibatkan seluruh unsur masyarakat, mulai dari RT, RW, Karang Taruna, PKK, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), relawan, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga kalangan pemuda dalam setiap kegiatan pelestarian lingkungan.

“Gotong royong merupakan warisan budaya bangsa yang harus terus kita hidupkan. Dengan kebersamaan, pekerjaan yang berat akan menjadi ringan dan manfaatnya dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Idad menilai persoalan sampah harus menjadi perhatian serius. Kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai harus terus ditingkatkan melalui edukasi yang berkelanjutan. Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Ia berharap setiap desa mampu membangun sistem pengelolaan sampah yang baik, mulai dari pemilahan sampah di tingkat rumah tangga hingga pemanfaatan kembali sampah yang masih memiliki nilai ekonomis. Dengan pengelolaan yang tepat, volume sampah yang masuk ke sungai dapat ditekan secara signifikan.

Gerakan menjaga kebersihan lingkungan, lanjut Idad, juga sejalan dengan upaya Pemerintah Kabupaten Garut dalam mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Lingkungan yang bersih tidak hanya memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat, tetapi juga meningkatkan kualitas hidup, mendukung sektor pertanian, serta memperkuat ketahanan desa dalam menghadapi bencana.

Ia mengingatkan bahwa pencegahan selalu lebih efektif dibandingkan penanganan setelah bencana terjadi. Oleh sebab itu, seluruh pemerintah desa diharapkan menjadikan kegiatan bersih-bersih lingkungan sebagai agenda rutin yang dilaksanakan secara berkesinambungan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Garut untuk bersama-sama menjaga lingkungan. Jangan membuang sampah ke sungai, mari kita rawat alam kita agar tetap bersih, sehat, dan mampu memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang,” tuturnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, lembaga kemasyarakatan, dan seluruh warga, DPMD Kabupaten Garut optimistis budaya menjaga kebersihan lingkungan akan semakin kuat.

Di sisi lain menurut idad,dengan sungai yang bersih, saluran air yang terpelihara, dan meningkatnya kesadaran masyarakat, diharapkan risiko banjir saat musim hujan dapat diminimalkan sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan aman dan nyaman. (*)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *