![]()
Garut,TRIBUNPRIBUMI.com – Aktivitas lalu lintas di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pasir Bajing, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, sempat lumpuh akibat sebuah truk yang mengalami mogok di tengah jalan pada Rabu (13/05/2026). Peristiwa tersebut memicu kemacetan panjang dari dua arah dan menyebabkan terganggunya mobilitas masyarakat serta kendaraan pengangkut barang yang melintas di jalur tersebut.
Kemacetan mulai terjadi sejak kendaraan truk bermuatan berat itu mendadak berhenti di badan jalan akibat mengalami gangguan mesin. Posisi kendaraan yang berada di jalur sempit membuat arus kendaraan tidak dapat bergerak normal. Dalam waktu singkat, antrean kendaraan roda dua, roda empat hingga kendaraan besar mengular cukup panjang di kedua sisi jalan menuju kawasan TPA Pasir Bajing.
Sejumlah pengendara mengaku sempat terjebak kemacetan cukup lama karena akses jalan tidak memungkinkan kendaraan untuk melintas secara bersamaan. Kondisi tersebut diperparah dengan tingginya aktivitas kendaraan pengangkut sampah dan kendaraan operasional lainnya yang rutin melintas di kawasan tersebut setiap harinya.
Mendapat laporan dari masyarakat terkait adanya kemacetan parah, aparat kepolisian dengan sigap langsung mendatangi lokasi guna melakukan penanganan cepat agar situasi tidak semakin semrawut. Kehadiran petugas di lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas tetap terkendali.
Sesampainya di lokasi, petugas kepolisian segera melakukan upaya evakuasi terhadap kendaraan truk yang mogok. Dengan dibantu warga sekitar dan pengguna jalan lainnya, proses pemindahan kendaraan dilakukan secara bertahap agar badan jalan dapat kembali digunakan oleh kendaraan yang mengantre.
Selain fokus pada proses evakuasi, petugas juga melakukan pengaturan lalu lintas dengan menerapkan sistem buka tutup kendaraan dari dua arah. Langkah tersebut dilakukan guna mengurai kepadatan dan mencegah kemacetan semakin meluas ke jalur utama lainnya di wilayah Kecamatan Leles.
Kesigapan aparat di lapangan perlahan membuahkan hasil. Setelah proses evakuasi selesai dilakukan, arus lalu lintas yang sebelumnya lumpuh total mulai kembali bergerak normal. Meski demikian, petugas tetap berjaga di lokasi untuk memastikan situasi benar-benar aman dan kondusif hingga antrean kendaraan terurai sepenuhnya.
Para pengguna jalan memberikan apresiasi terhadap respons cepat aparat kepolisian dalam menangani situasi tersebut. Menurut sejumlah pengendara, kehadiran polisi di tengah kemacetan sangat membantu mempercepat normalisasi arus lalu lintas dan mencegah terjadinya kekacauan di jalan.
“Kalau tidak cepat ditangani mungkin macetnya bisa lebih panjang. Untung polisi cepat datang dan langsung mengatur kendaraan,” ujar salah seorang pengendara yang melintas di lokasi.
Kawasan jalur menuju TPA Pasir Bajing sendiri diketahui menjadi salah satu akses yang cukup padat dilalui kendaraan operasional, terutama kendaraan pengangkut sampah dan kendaraan logistik. Karena itu, ketika terjadi gangguan kendaraan mogok di jalur tersebut, dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat dan pengguna jalan lainnya.
Pihak kepolisian mengimbau kepada seluruh pengemudi, khususnya kendaraan angkutan berat dan kendaraan operasional, agar selalu memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan sebelum digunakan Pemeriksaan rutin terhadap mesin, rem, hingga kondisi ban dinilai sangat penting guna mencegah kejadian serupa yang dapat mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
Selain itu, pengendara juga diminta tetap berhati-hati dan bersabar ketika melintas di jalur rawan kepadatan kendaraan. Kepatuhan terhadap arahan petugas di lapangan dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam mempercepat penanganan kemacetan serta menjaga keamanan bersama di jalan raya.
Dengan tertanganinya peristiwa tersebut, aktivitas lalu lintas di kawasan TPA Pasir Bajing akhirnya kembali berjalan normal. Namun kejadian ini menjadi pengingat pentingnya kesiapan kendaraan operasional agar tidak menimbulkan dampak luas terhadap kelancaran aktivitas masyarakat di Kabupaten Garut. (*)














Leave a Reply